Re: Dialog Nabi Musa (as) dengan Allah swt tentang Laylatul Qadar



On 18 Agu, 09:19, konsisten <orexas...@xxxxxxxxx> wrote:
On 17 Agu, 15:50, darion <hyda...@xxxxxxxxxxx> wrote:





On Aug 17, 1:48 am, konsisten <orexas...@xxxxxxxxx> wrote:

On 17 Agu, 03:18, Ifadah <ifa...@xxxxxxxxx> wrote:

Rasulullah saw bersabda tentang dialog Nabi Musa (as) dengan Allah
swt.
Nabi Musa (as) berkata: Ilahi, aku ingin dekat dengan-Mu
Allah menjawab: Aku dekat dengan orang yang menghidupkan malam Al-
Qadar.”
Nabi Musa (as): Ilahi, aku ingin kasih sayang-Mu.
Allah swt: Kasih sayang-Ku untuk orang yang menyayangi orang-orang
miskin di malam Al-Qadar.
Nabi Musa (as): Ilahi, aku ingin keselamatan dalam melintasi shirathal
mustaqim.
Allah swt: Keinginan-Mu itu untuk orang yang Bersedekah di malam Al-
Qadar.
Nabi Musa (as): Ilahi, aku ingin pohon dan buahnya di surga.
Allah swt: Keinginanmu itu untuk orang yang bertasbih di malam Al-
Qadar.
Nabi Musa (as): Ilahi, aku ingin keselamatan dari neraka.
Allah swt: Keinginanmu itu untuk orang memohon ampun di malam Al-
Qadar.
Nabi Musa (as): Ilahi, aku ingin ridha-Mu.
Allah Azza wa Jalla: Keinginanmu itu untuk orang yang melakukan shalat
dua rakaat di malam Al-Qadar. (Mustadrak Al-Wasâil 7: 456)

CAHAYA HIKMAH RAMADHAN DAN MALAM AL-QADAR, akses di sini:http://www..tokoku99.com/visitor/mutiara-hikmah.html
DOA-DOA RAMADHAN DAN MALAM AL-QADAR, akses di sini:http://www.tokoku99.com/product-islami/artikel-islami.html

mohon pencerahan: Nabi Musa hidup jauh sebelum Nabi Isa lahir ke
dunia, apalagi Islam baru ada sesudah 500 th Nabi Isa, sekali lagi
mohon pencerahan urutan sejarahnya, bagaimana dialog ini bisa ada?Maaf
saya juga baca Quran-

kalu situnyah jugah mbaca-in Qur'an tamtunyah situnyah dah tau sejarah-
é.
lamtaran iku ada di Qur'an.
coba baca Qur'an skali lagih, tapi dèngen kaingin buat ngarti,

apah situnyah nggak tau bahuwa Tuhan dah ada kutika Musa dilahirken ?
Islam adalah pelurusan kombali ajaran Tuhan nyang dah diublek-ublek
menungsah.
lamtaran iku Islam dateng paling ahir.

situnyah nggak tau yak ?- Sembunyikan teks kutipan -

- Perlihatkan teks kutipan -

Jadi maksud anda yg terakhir pasti benar?Bagaimana dgn Akhmadiyah yg
dituduh ngubek2 ajaran Islam  ehh maksud saya Taurat Yahudi?Kenapa
Yahudi diam saja?(apa krn yg dipermasalahkan cuma kata2 'nabi
terakhir' saja, tp jebolnya ada lagi 'nabi' menurut Akmadiyah, (bukan
kata saya) ). Menurut istilah orang Budha bilang, ini 'hukum karma'
katanya, bagaimana menurut anda (mhn jangan emosi)... kita hanya
berdiskusi. Anggap saja sy orang bodoh yg punya pertanyaan nakal  tp
kritis, sampe sy tidak berani nanya ke Bapak Ustad, kuatir Bapak
Ustad  tidak bisa jawab. Saya harus jaga kehormatan Ustad, karena
toleransi sgt penting. Mohon pencerahan, kalau anda tdk bisa jawab,
tidak usah dipikirkan pertanyaan saya, dan anda jangan kemudian jadi
stress, sy tidak mau. Anda harus nyenyak tidur dan cukup makan. Salam
saya- Sembunyikan teks kutipan -

- Perlihatkan teks kutipan -

Jadi inti daripada diskusi ini sebenarnya adalah: Jika Islam bisa
menuntut pd Akhmadiyah, agar solusinya adalah membuat saja agama baru
yg tidak melibatkan lagi orang2 yg dianggap Nabi pada jaman Islam.
Maksudnya adalah agar Akmadiyah punya kitab suci sendiri dll. Jadi
Akhmadiyah mau omong apa saja, terserah, jangan 'dompleng' Islam lagi
terus menerus. Itu bagus, tapi lebih bagus lagi (saya memberi masukan
positip), jika Islam memberi contoh juga, jika kita melihat banyak
peristiwa di Quran yg mengambil dari Taurat Yahudi/perjanjinan lama,
tapi dilain pihak, Islam juga mengecam habis2 an kaum Yahudi di
Qurannya. Anda tidak bisa mengatakan, bahwa 'nyanyian' Nazaruddin
adalah semuanya salah dan belakangan versi Anas yg kemudian
membantahnya semuanya adalah betul, tapi dilain pihak anda tetap
mengutip perkataan2 Nazaruddin yang lebih dahulu daripada Anas. Ini
membingungkan juga saya, maksudnya, 'jika engkau menuntut keadilan
pada orang lain, berbuatlah adil lebih dahulu pada orang lain', bukan
sebaliknya. Bukan saya membela Yahudi, tetapi paling sedikit, misalkan
orang Kristiani, mereka membuat batasan jelas/benang merah antara
Perjanjian lama (taurat Yahudi) dan Perjanjian baru (kitab Injilnya di
bagi dua, depan perjanjian lama, belakang Perjanjian baru). Peraturan
Apa yang dilarang orang Yahudi dan apa yang diubah/diperbaharui oleh
Isa Alamasih di perjanjian Baru. Kalau anda tanya, apa agama saya?saya
akan jawab, masing2 agama ada/punya kelebihan sendiri di masing masing
'klausul' nya, itulah yg membedakan saya dengan orang lain, dalam hal
wawasan dan mencegah fanatisme satu kelompok agama. Islam misalnya,
menentang Riba atau bunga, saya salut juga. Saya banyak mengetahui
ttg. peraturan yg kontroversial setiap agama, tapi apa etis jika saya
buka disini?Lebih baik saya bicarakan yg positip2 saja, manusia tidak
terlepas dari khilaf. Tidak ada yg merasa sakit hati. sekian
.



Relevant Pages

  • Re: Yesus MEMBAWA firman Allah.
    ... lah kalau jaminannya aja anda beri harga mati harus seperti yg anda ... jaminan Muhamad adalah nabi setelah jesus adlah nabi sebelum ... Saya menghormati Islam yg jelas pasti bisa dihormati, ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: Apa Gunanya?
    ... pengaruhnya di otak sehingga bisa bikin orang jadi sedeng. ... Jika saya seorang nabi, saya ajarkan murid2x saya supaya mereka sholat 10 ... Baca BAIK-BAIK mengenai pengakuan Rasul Paulus didalam buku Romans. ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: Ringkasan Re: Islam Agama yang Diridhai Allah SWT
    ... Islam sudah ada sejak Ibrahim ... Mungkin ngak islam jaman nabi ibrahim berfirman lewat kitab taurat ... Lah, nggak ngarti-ngarti jugah. ... Igama nyang disebut Kristen iku, kutika jaman Yesus, ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: Khotbah dari darion
    ... Muhammad benar seorang nabi maka dia tidak akan MATI DIRACUN. ... Karena Muhammad TIDAK KEBAL RACUN, ... "Saya hendak bertanya tentang sesuatu ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: Masalah Ahmadiyah dan Kebebasan Keyakinan
    ... Saya harap pembaca2x disini akan mengangkat saya sebagai nabi baru. ... Sungguh menyedihkan bahwa pejabat tinggi negara seperti Menteri Agama, ...
    (soc.culture.indonesia)