Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa



http://groups.google.com/group/milis-mediacare/browse_frm/thread/f72c16c62968c58a/045c80ebb2cb7360?hl=in&lnk=gst&q=soekirah#045c80ebb2cb7360

From: "insudira" <insud...@xxxxxxxxx>
Date: Sun, 13 Jan 2008 15:29:13

Tabloid X-file edisi 49/tahun I, 21 Desember 2000 – 3 Januari 2001

Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa (1/3)

Di balik kabar Soeharto menulis surat wasiat, diam-diam muncul
pergunjingan mutakhir. Apa itu? Asal-usul Soeharto! Konon, ia lahir
dari rahim seorang gundik pedagang Tionghoa. Wanita malang itu,
Soekirah, sudah lama lenyap. Benarkah keluarga Cendana berusaha
mengaburkan jejak kakek buyutnya. Kenapa?

Soeharto sekarang terbaring lemah di kamar tidurnya yang mirip ICU
itu. Seolah tinggal menunggu waktu yang tiba-tiba berhenti. Tapi di
luar, orang-orang justru kasak-kusuk menggunjing asal-usulnya.

Ngapain mesti digunjingkan? Itu, karena asal-usul Soeharto yang
sampai sejauh ini masih "tergolong X". Soeharto ditengarai sengaja
mengaburkan sepotong silsilah hidupnya. Bagian mana yang dikaburkan?
Kecinaannya!

Suharto masih keturunan Tionghoa. Begitu kabar yang berhasil dihimpun
X-file. Dan menariknya, klarifikasi ini justru datang dari Mashuri
SH, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1969-1974) dan Menteri
Penerangan RI (1974-1979). Mashuri, yang notabene mantan `orangnya'
Soeharto ini, blak-blakan mengatakan silsilah Soeharto
sebagai "campur baur antara orang Cina dan Jawa". Oh ya?

Tak cukup itu. Bahkan Mashuri bilang, "Dia (Soeharto, Red) bisa
disebut lembu peteng (istilah untuk anak-anak yang dilahirkan tanpa
ayah yang jelas, Red)", tandasnya ketika ditemui X-file di rumahnya
di Banjarsari, Solo.

Lho, bukankah dalam buku otobiografi Soeharto jelas-jelas mengaku
kalau dirinya lahir di tengah keluarga Jawa tulen?

Bukankah ayah Soeharto, Kartoredjo, seorang jagatirtha (penjaga
saluran, Red) dari Kemusuk, sebuah desa di pinggiran kota Yogyakarta?
Dan ibunya bernama Soekirah?

"Ahhh…. (otobiografi) itu tak seratus persen benar, bohong itu",
tandas Mashuri sengit. Silsilah Soeharto yang selama ini benar hanya
dari sisi ibunya. Tentang bapaknya, tambahnya, hampir semuanya salah.
Jadi buku itu tidak otentik dan diragukan kebenarannya.

Lalu siapa sebenarnya Kartoredjo itu? Mashuri menjawab, "Kartoredjo
itu hanya bapak sambung, bukan kandung". Kabarnya, pernikahan antara
Soekirah dengan Kartoredjo atas petunjuk Pura Pakualaman. Tapi,
ketika Soeharto masih kurang selapanan (35 hari), Soekirah dan
Kartoredjo bercerai.

Ayah Soeharto, tambah Mashuri, yang benar masih keturunan Cina. Oh,
ya?

Blasteran Tionghoa-Jawa

Sinyalemen Mashuri pun segera menuai tanggapan dari kalangan
masyarakat Tionghoa di Solo. Umumnya tanggapan itu, anehnya justru
mengamini. Sumber X-file, seorang tokoh di Perkumpulan Masyarakat
Surakarta – lembaga kemasyarakatan yang beranggotakan warga Tionghoa,
yang getol menyerukan pembauran di Surakarta – justru membenarkan
pergunjingan ini.

Menurut tokoh Tionghoa yang pernah tinggal di Semarang dan Surakarta
ini, kalangan Tionghoa yang tinggal di Surakarta pada 1950-an
mengetahui bahwa Soeharto adalah peranakan Tionghoa.

Sumber ini bilang, "Kita orang sama tahu bapaknya dia (Soeharto)
memang orang Tionghoa. Nenek moyangnya dari Hokkian (salah satu
provinsi di distrik Hokkjian, Cina Red)".

Sumber yang minta namanya dirahasiakan ini menuturkan, ayah kandung
Soeharto adalah seorang saudagar Tionghoa. Orang-orang pada masa itu
memanggil bokap Soeharto sebagai Tuan Liem, tak jelas benar siapa
nama lengkapnya.

"Kita jadi sama-sama tahu itu orang karena kaya-raya. Dia turunan
pedagang besar Hokkian yang mengungsi di sini (Solo, Red) ketika ada
gegeran di Kartasuro", katanya. Ayah Soeharto betul-betul orang
Tionghoa terpandang di Jawa Tengah.

Kesaksian lain dituturkan sumber X-file di Gejayan, Yogyakarta. Pria
berusia 58 tahun ini mengatakan sekitar 1966 keberadaan Soeharto yang
keturunan Tionghoa itu menjadi bahan pembicaraan di kalangan orang-
orang Tionghoa keturunan.

Bayangkan, keturunan Tionghoa menjadi Pangkostrad! Padahal kita tahu,
(kala itu) keturunan Tionghoa sangat sulit, bahkan dilarang,
berkarier di tentara. Nah, ini kok ada keturunan Tionghoa jadi
pimpinan tentara, pasti aneh!

"Dan pek cik kung (paman, Red) saya tahu ada warga keturunan yang
jadi pimpinan tentara. Itu masih sama-sama satu keturunan dengan
kita. marga Mau (marga kuda), tapi ibunya wa na. Itu saya dengar
kalau nggak salah tahun 1966", katanya.

Anak Gundik

Tapi ternyata ada kabar yang lebih seru lagi. Dan ini pasti cukup
mengejutkan. Ternyata, ibu Soeharto yang tak mendapat jatah makam di
Astana Giribangun itu adalah seorang gundik. Oh!

Gundik? Info ini datang dari The Kian Sing, teman dekat sumber X-file
tadi. Nah, The Kian Sing ini pernah bekerja di tempatnya Tuan
Liem. "Kian Sing cerita kepada saya kalau Soeharto itu adalah anak
salah seorang gundik Tuan Liem". Kata pria berusia 86 ini.

Sekedar tahu saja, pada masa itu saudagar kaya umumnya mempunyai
lebih dari satu istri sah. Gundiknya berjibun. Demikian juga dengan
Tuan Liem. "Tuan Liem itu pelihara banyak gundik", lanjutnya.

Nah, salah seorang gundik Tuan Liem inilah yang disebutnya sebagai
ibu kandung Soeharto. "Tapi dia (ibu Slamet Liem) itu asli wa na",
katanya. Wa na adalah sebutan untuk orang pribumi Jawa.

Hampir pasti gundik tersebut adalah Soekirah. Menurut sumber X-file,
dia ini wanita miskin dari Desa Kemusuk, Argomulyo, Bantul Yogyakarta.

Soewignyo (87), seorang tokoh Tionghoa di Semarang menuturkan, Tuan
Liem punya anak teng lan (sebutan untuk anak blasteran ayah Cina, ibu
Jawa, Red). Namanya Slamet Liem. "Itu anak gundiknya", kata pria yang
sekarang tinggal di kawasan Kota Lama Semarang.

Soal Soeharto keturunan Tionghoa, juga dituturkan oleh Sidharta,
mantan temannya waktu pendidikan tentara. Sidhartalah yang kebetulan
satu kamar dengan Soeharto. Apa katanya tentang Soeharto? "Ya, saya
tahu dia penuh dendam. Dia itu kan anak gundik Cina. Nah papanya itu
ya ayahnya Om Liem Sioe Liong. Coba perhatikan, wajahnya kan mirip",
kata Sidharta yang pernah menjabat sebagai walikota itu.

Ia pun menyarankan wartawan mengamati wajah Soeharto sangat mirip
Cina. Jadi, ia pun mengatakan, bila sejak kecil Soeharto
sudah `berkarib' dengan Om Liem, jangan kaget. Memang keduanya
bersaudara. Benarkah semua itu? *tim X-file*

Tabloid X-file edisi 49/tahun I, 21 Desember 2000 – 3 Januari 2001

Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa (2/3)

Pura Pakualaman Menikahkan Soekirah dengan Kartoredjo

"Namanya Soekirah. Ia seorang bukren (babu, Red) yang dihamili
majikannya, Tuan Liem", kata sumber X-file.

Di Jawa Tengah, khususnya di Solo beredar kisah. Konon pada abad 20
ada
seorang pedagang kaya bernama Tuan Liem. Cukup terpandang dia dan
populer di masa itu. Kegiatan pedagang ini kian hari kian melambung.
Itulah sebabnya dia butuh banyak pembantu.

Lantas Tuan Liem berkenalan dengan wanita miskin asal Desa Kemusuk,
Argomulyo. Bantul, Yogyakarta. Wanita ini bernama Soekirah. "Kalau
ibunya (Soekirah, Red) itu termasuk wa na yang jadi bukren (pembantu
rumahtanga, Red) di keluarga tuan Liem. Digundik", kata Soewignyo,
tokoh Tionghoa yang tinggal di kawasan Kota Lama Semarang.

Nah, selama menjadi babu Tuan Liem inilah, konon Soekirah pernah
digauli
oleh sang majikan. Sampai akhirnya Soekirah hamil. Padahal Tuan Liem
sudah punya dua orang istri sah. Istrinya yang cantik molek itupun
masih
tergolong bangsawan Cina.

Kabarnya, istri-istri sah bangsawan berkulit putih ini mengalamai
shock
berat mengetahui polah suaminya. Masak sudah punya dua istri cantik,
eehh masih saja nidurin seorang bukren? Ihhh… makan ati… makan
ati.

Diubah Menjadi Slamet Harto

Ada dua versi cerita yang berkembang setelah Soekirah hamil. Konon
ketika mengetahui kehamilan gundiknya, Liem atas desakan istri-
istrinya
kemudian mengungsikan Soekirah dari Solo.

Maka Soekirah yang sedang hamil tua itu lalu dibawa ke sebuah desa
yang
bernama Desa Kemusuk di pinggiran kota Yogyakarta.

Di Kemusuk, Soekirah dititipkan di rumah seorang jagatirtha (penjaga
saluran air, Red) bernama Panjang alias Kartoredjo. Nah, Kartoredjo
inilah yang disebut-sebut Soeharto dalam otobiografinya sebagai ayah
kandungnya.

Versi lain menyebutkan, untuk menutup aib, Soekirah akhirnya
dikawinkan
paksa dengan Kartoredjo, dari daerah Kemusuk. Padahal Kartoredjo
sendiri
sudah beristri dan beranak dua.

Menariknya lagi, konon, Kartoredjo terpaksa menikahi Soekirah karena
titah dari Pura Pakualaman. Lho, kenapa Pakualam?

Sudah bukan rahasia lagi, pada masa itu, para saudagar amat dekat
dengan
kalangan bangsawan keraton. "Mereka selalu memberi upeti, makanya
mereka dekat dengan bangsawan keraton", kata sumber X-file yang
aktif di Perkumpulan Masyarakat Surakarta.

Sampai akhirnya, pada 6 Juni 1921, anak yang dikandung Soekirah lahir.
Atas keinginan Tuan Liem, si orok kemudian diberi nama Slamet Liem.
Tapi
karena lahir di tengah keluarga Jawa, Soekirah ingin memberi nama
anaknya juga dengan nama Jawa. Karena ibunya asli seorang wa na. Tuan
Liem akhirnya mengabulkan permintaan istri gelapnya ini. Slamet Liem
harus punya nama pribumi. Si orok kemudian berganti nama menjadi
Slamet
Harto, atau biasa ditulis S. Harto alias Soeharto.

Om Liem dan Probosoetedjo

Tapi karena pernikahan tersebut hanya upaya menutup aib, maka
perkawinan
Soekirah dengan Kartoredjo tidak berumur panjang. Belum genap
selapanan
(35 hari) usia Soeharto kecil, Kartoredjo dan Soekirah berpisah.

Soekirah kemudian menikah lagi dengan seorang pemuda namanya Pramono.
Sayang tak jelas benar asal-usul Pramono. Yang pasti, pasangan ini
menurunkan tujuh orang anak. Salah seorang anaknya adalah
Probosoetedjo.
Kelak orang ini adalah bos Mercu Buana Group, dan paling gencar
membela
Soeharto. Istri sah Tuan Liem sendiri, pada 1916 sudah melahirkan
seorang orok lelaki

Anak lelaki yang Tionghoa tulen ini kemudian diberi nama Liem Sioe
Liong. Kelak si Om Liem ini menjadi pengusaha besar di Indonesia. Jadi
antara Slamet Liem dan Liem Sioe Liong yang raja mie instan ini masih
saudara satu ayah, tapi beda ibu. Menurut sumber-sumber ini, selain
dengan Liem Sioe Liong, Soeharto masih punya saudara tiri yang tinggal
di Semarang. Namanya Ma King Boo, seorang pengusaha rokok besar di
Semarang. Sayang sampai sekarang belum diketahui dengan pasti
keberadaan
Ma King Boo. *har*


Tabloid X-file edisi 49/tahun I, 21 Desember 2000 – 3 Januari 2001

Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa (3/3)

Mashuri SH, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1969-1974):

"Ibu Soeharto Bertapa di Genting"

Kelinuwihan Soeharto tidak saja dari ibunya. Tapi juga dari lelaki
sakti asal Wonogiri, Jawa Tengah. Lelaki itu sering disebut dukun.
Namanya Daryatmo. Itu sebabnya nama Daryatmo begitu melekat pada diri
Soeharto.

Silsilah Soeharto yang selama ini dipublikasikan – tentunya selama
Soeharto masih berkuasa – yang benar hanya muncul dari sisi ibunya.
Tentang bapaknya, di berbagai tulisan tentang otobiografi Soeharto –
yang ada saat ini – hampir semuanya salah. Lalu mana yang benar?
Tidak jelas. Campur baur. Antara orang Cina dan Jawa. Dia bisa
disebut lembu peteng (sebutan untuk anak-anak yang dilahirkan tanpa
ayah yang jelas, Red). Saya yakin ayah Soeharto keturunan Cina.

Ada cerita-cerita yang berkembang di Jawa Tengah. Tepatnya di
Yogyakarta, pada awal abad 19 ada pedagang Cina cukup terpandang. Dia
rajin berhubungan dengan rakyat Jawa Tengah. Namanya pun cukup
populer masa itu. Maklum, dia tidak saja menjual barang dagangannya
yang dibeli dari daerah lain, tapi juga karena dia membeli hasil bumi
penduduk untuk diperdagangkan.

Bertapa di Genting

Pedagang ini akhirnya berkenalan dengan wanita miskin tapi berwajah
lumayan. Namanya Soekirah. Dia berasal dari daerah Kemusuk,
Argomulyo, Bantul, Yogyakarta.

Saya tidak tahu pasti bagaimana hubungan Soekirah dengan pedagang
ini. Yang pasti, Soekirah itulah ibu kandung Soeharto, yang konon
dari hubungannya dengan pedagang Cina tersebut.

Soekirah memiliki beberapa kelebihan. Ulet, daya juang hidup cukup
tinggi. Dan setelah Soeharto lahir, memiliki daya linuwih. Ini karena
dia pernah bertapa di atas genting rumahnya selama 40 hari.

Kegiatan bertapa itu dilakukan setelah Soeharto lahir. Karena itu
wajar bila Soeharto juga memiliki kelebihan, yang berasal dari
warisan sang ibu. Aura ibunya. Dengan demikian wajar pula bila
Soeharto sulit dikalahkan.

Kelinuwihan Soeharto tidak saja dari ibunya. Tetapi juga dari lelaki
sakti asal Wonogiri, Jawa tengah. Lelaki itu sering disebut dukun.
Namanya Daryatmo. Itu sebabnya nama Daryatmo begitu melekat pada diri
Soeharto.

Dalam buku otobiografi Soeharto. Soeharto: Ucapan dan Tindakan Saya,
nama Daryatmo sering disebut-sebut. Soeharto mengakui bahwa Daryatmo
banyak memberi inspirasi dalam perjalanan hidupnya.

Bahkan sampai Soeharto menjadi presiden, sedikitnya sebulan sekali
Soeharto menemui Daryatmo. Di sana dia minta petunjuk khusus apa yang
harus dijalankannya. Dan semua petunjuk dari sang dukun itu pasti
dilakukan oleh Soeharto.

Tekad Orang Kaya

Ketika di Wonogiri, Soeharto kecil hidup miskin. Bahkan pernah
menjadi pembantu pada keluarga kaya. Ketika menjadi pembantu itu
Suharto bertekad menjadi orang kaya. Tekad itu dibentuk oleh
dendamnya yang kuat.

Dia dendam karena keluarga kaya yang menjadi majikannya itu
memperlakukannya tidak baik. Soeharto tidak digaji dan makannya dari
makanan sisa sang majikan. Dendam untuk menjadi orang kaya itu pula
yang mengantar Soeharto berjuang, berpindah-pindah tempat, sampai
akhirnya menemukan `orangtua' yang menyekolahkannya. Sampai kemudian
Soeharto berkarier di militer melalui KNIL. Banyak yang menyebut
kalau Soeharto mengerti bahwa dirinya keturunan Cina.

Itu sebabnya, barangkali, dia kemudian dekat dan berpartner dengan
Liem Sioe Liong dan Bob Hasan. Konon orang Cina yang juga dijadikan
partner oleh Soeharto bernama Tek Kiong.

Pria ini disebut-sebut sebagai adik Soeharto. Bisa jadi tidak hanya
Tek Kiong adik Soeharto. Di Solo berkembang pula nama Ma King Boo
yang disebut-sebut sebagai adik Soeharto (satu ayah lain ibu). *har*

Mailing list:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare
.



Relevant Pages

  • Re: Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa
    ... Di balik kabar Soeharto menulis surat wasiat, ... Wanita malang itu, ... Soekirah, sudah lama lenyap. ... Soeharto sekarang terbaring lemah di kamar tidurnya yang mirip ICU ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: Cara Nambah Pengikut : YANG NORAK, TERLALU BERNAFSU, KARENA DIKEJAR SETORAN.
    ... Isu Soeharto Cina, Siapa Bapaknya? ... Pergunjingan tentang Soeharto keturunan Cina itu, dilontarkan oleh Mashuri, ... Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, ... yang selama ini dipublikasikan - selama Soeharto masih berkuasa - yang benar ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa
    ... Subject: Bls: Melacak Jejak Soeharto Keturunan ... Saya telah menulis yang sama 5 tahun yang lalu dan mempersoalkan ... keturunan Tionghoa, yaitu LIE KUAN YOU, CORRIE KHO HUANG KHO, dan ... SUHARTO LIEM. ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa (1/3)
    ... Melacak Jejak Soeharto Keturunan Tionghoa ... Wanita malang itu, ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: Sama Saja , di sorga dan di bumi .....
    ... Isu Soeharto Cina, Siapa Bapaknya? ... Pergunjingan tentang Soeharto keturunan Cina itu, dilontarkan oleh Mashuri, ... Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, ... yang selama ini dipublikasikan - selama Soeharto masih berkuasa - yang benar ...
    (soc.culture.indonesia)