Koalisi SBY ibarat 'keluarga' yg tidak sakinah......ribut terus



Bapaknya (baca: SBY) selalu memaksakan kehendaknya terus menerus jika
ada agenda, tapi tidak pernah hadir atau bicara langsung di rapat
keluarga di rumah, tapi malah melalui wakil 'anak kandung' nya (baca
demokrat)dan surat2an, lucu sekali, di lain pihak 'anak2 tiri' (PKS
dan Golkar)nya curhat minta Bapaknya bicara dari 'hati ke hati',
kemudian Bapaknya malah marah2 gertak sambal dikompori 'anak
kandung'nya, pidato di kantor (baca istana) tapi untuk urusan
keluarga, pada akhirnya setelah hitung2an peta kekuatan di DPR, lalu
diam seperti 'pepesan kosong', istilah yg Bapaknya pakai sendiri
minggu lalu dalam mengkritik Kepala daerah. Jadi ini 'pepesan kosong'
yg memakan tuannya sendiri, atau 'senjata makan tuan'. Ini mirip
sinetron murahan yg disiarkan oleh TV2 tertentu tiap hari ttg keluarga
yg tidak harmonis. BTW itu Daniel Sparingga jubir Presiden di gaji
oleh Rakyat atau partai?kok ikut komentari masalah 'sinetron keluarga'
yg tidak bermutu ini?Bapaknya tidak bisa memisahkan, ini urusan kantor
(baca negara) atau urusan keluarga......yg ribut terus menerus, begitu
juga bawahannya. Memercik air terciprat muka sendiri. SBY SBY....
Bapak disintegrasi via SKB 3 menteri, tidak heran jika Megawati juga
takut masuk koalisi, menyusul Gerindra yg berdiplomasi: ' 2014 saja ya
jangan sekarang, kalau sekarang kita bukan oposisi tapi juga bukan
koalisi ', atau gak janji deh Pak. SBY sudah tidak berwibawa lagi,
apalagi dianggap bisa memimpin, karena terlalu sering gertak sambal,
bagaimana menjadi pemimpin?, ngurusi 'keluarga' koalisinya saja tidak
mampu, rakyat dan media massa sudah hapal. Rakyat sudah jenuh akan
keadaan yg terlau gaduh seperti knalpot Bajaj (kata seorang nara
sumber di Metro) ini.
.