Prasejarah dan sejarah Bangsa Austronesia



Prasejarah dan sejarah Bangsa Austronesia
Oleh Chaumont Devin, Ka'u, Hawai'i, 18 Januari 2009.

1. Pendahuluan.

Manusia dari awalnya pelaut adanya. Ahli2 arkeologi dan anthropologi
sekarang menaksir bahwa makhluk yang mereka menamakan Homo sapiens sapiens,
yakni kita2 ini, telah berada di permukaan bumi sejak sekitar 120 ribu
tahun lalu, dan sebelum itu ada sejenis makhluk lain yang mirip kita, yang
bernama Homo neanderthalensis. Lalu dari 120 ribu tahun adanya kita ini,
ternyata kita telah belayar selama sekurang2nya 60 ribu tahun. Dari mana
kita bisa tahu? Karena di Benua Australia peneliti2 temukan kerangka
manusia seperti kita yang umurnya sudah di atas 60 ribu tahun. Kemudian
ahli2 geologi menyatakan bahwa tidak pernah ada daratan yang menghubungkan
Benua Australia dengan daratan Asia, sedangkan manusia Australia berasal
dari Afrika atau Asia.

Nah, sebelum kita maju lebih jauh, sebaiknya beta terangkan lebih dulu
sedikit apa2 mengenai bagaimana orang berani katakan, misalnya, "Oh, umur
kerangka itu sudah di atas 60 ribu tahun." Ada banyak cara yang digunakan
untuk menentukan umur sesuatu, semuanya berdasarkan perobahan kekecilan
yang terjadi padanya. Misalnya untuk ukiran2 batu, ada orang yang tahu
mengukur tebalnya lapisan lumut (lichenometry) yang ada padanya. Lalu ada
cara2 yang bisa menentukan umur dengan tepat sekali, dan ada pula yang
tidak begitu tepat. Misalnya kita bisa taksir lamanya sebila pisau tidak
dipakai berdasarkan karat yang ada padanya, atau berapa lama penghuni rumah
belum bersihkan lemari dari tebal abunya, dsb. Tapi cara2 begini hanya
bisa dipakai untuk ukuran kasaran saja, dan tidak dapat diharapkan untuk
mengetahui jangka2 waktu dengan persisnya.

Yang biasa digunakan untuk kerangka manusia dan benda2 yang pernah hidup
adalah suatu cara yang dinamakan "carbon dating," atau "radio carbon
dating." Cara ini berdasarkan hal makhluk2 yang hidup, selagi masih hidup,
mempunyai kadar carbon14 yang diketahui. Lalu kalau sudah mati, kadar
carbon14-nya berangsur2 menurun dengan kecepatan yang juga diketahui. Oleh
karena itu, berdasarkan kadar carbon14 yang tinggal pada sepenggal kayu
atau tulang, orang yang mengerti ilmupastinya bisa perkirakan matinya sudah
kira2 berapa puluh tahun atau berapa abad. Proses ini memerlukan mesin2
dan teknik2 yang halus sekali untuk menentukan kadar carbon14-nya, tapi
bukan tempatnya beta terangkan semua itu di sini.

Lalu proses "carbon dating" ini akan beta pakai sebagai dasar untuk
menaksir tanggal2 barang di mana karangan ini menyinggung kejadian2 yang
tidak ada dokumen tertulisnya dengan catatan "c14."

SEPATA KATA AWASAN:

Karangan ini singkat sekali dan kurang sekali detail2 penting karena
beberapa perkara. Pertama2 adalah kemiskinan bahan sejarah (kekurangan
karangan2 yang dapat mengisi detail2 sejarah). Kedua adalah kekurangan
resersi (masih kurang sekali penggalian2 arkeologis di seluruh kepulauan
Austronesia, yakni lautan2 Pasifik dan Hindia). Dan ketiga adalah kecilnya
karangan ini, juga waktu yang tidak cukup untuk memeriksa semua bahan yang
ada. Namun demikian, melihat kekurangan terbitan2 sejarah yang sekarang
ada dalam Bahasa Indonesia, mungkin karangan ini akan berguna juga.

2. Asal Mula Bangsa Austronesia.

Menurut peneliti2 arkeologi dari USA dan Eropa, maka sesudah sekitar 12
ribu tahun lalu (10 ribu tahun sebelum tarikh masehi), ada suatu bangsa
yang muncul di pesisir2 tenggara Tiongkok dan di Pulau Taiwan yang mereka
menamakan bangsa "Austronesia," dari bahasa Yunani "austr," artinya
"selatan," dan "nesos," berarti "pulau," karena bangsa ini akhirnya banyak
di pulau2 lautan Hindia dan Pasifik Selatan. Ada peneliti2 Indonesia yang
bantah teori ini, katanya orang2 Austronesia bukan berasal dari Taiwan
melainkan dari Indonesia, dan sebagai bahan bukti ada peninggalan2 Homo
erectus dari Pulau Jawa dll.

Beta sendiri (si penulis) belum yakin benarnya satupun pendapat ini, behkan
beta kira mungkin juga bangsa Austronesia mulai muncul di Kepulauan
Melanesia, karena (1) manusia telah berada di sana sejak lebih daripada 20
ribu tahun, banyak sekali cabang2 Bahasa Austronesia yang dipakai di sana,
dan ternyata banyak sekali perbedaan kecil2an dalam gen2 penduduknya.
Benua Australia juga harus dijadikan calon, karena menurut tanggal2 c14
yang diperoleh dari bahan2 Australia, ternyata benua itu sudah punya
manusianya sejak lebih daripada 60 ribu tahun silam. Namun demikian,
pendapat peneliti2 Barat sangat diperkuat oleh penemuan2 arkeologi yang
menunjukkan adanya orang2 Austronesia di pesisir Tiongkok Tenggara dan
Taiwan sejak zaman dahulu sekali.

Teori evolusi meramalkan bahwa barang di mana ada terdapat banyak
diversitas (banyak perbedaan kecil2an), di situlah tempat tertuah. Jadi
diversitas adalah tanda umur. Lalu ramalan ini berguna baik untuk maksud
biologis (perbedaan kecil2 antara gen2 makin banyak), maupun untuk bahasa,
yang ternyata semakin lama semakin berubah. Hal meningkatnya diversitas
dengan waktu dasarnya begini: Andaikata ada apa2 yang bisa berubah
berangsur2, misalnya bahasa. Tiap generasi muda akan muncul dengan kata2
baru. Misalnya di Ambon dulu2 orang samasekali tidak tahu arti kata "cewe"
atau "cowo," tapi kata2 ini dipinjam dari Bahasa Jawa, lalu sekarang sudah
mendarah-daging dalam pemakaian Melayu Ambon. Lalu kalau ada dua kelompok
yang diceraikan satu daripada yang lain, misalnya oleh perang atau lautan
atau pegunungan, seperti halnya dengan orang2 Maluku di Maluku dengan
orang2 Maluku di Nederland, sedikit-demi-sedikit kedua cabang bahasa itu
akan mulai berbeda. Orang2 Maluku di Maluku sudah mulai mengeja kata pakai
huruf2 'j', 'y', dan 'c', sedangkan saudara2nya di Nederland dengan
kerasnya pertahankan "dj," "j," dan "tj," sedangkan kata "cewe" belum tahu
kalau ada orang di Nederland yang pakai, atau mungkin sudah tahu tapi tidak
pakai, atau mungkin sekarang sudah mulai pakai juga.

Nah, teori ini juga menjadi alasan bagi peneliti2 Barat yang menganggap
Pulau Taiwan sebagai tanah asal Bangsa Austronesia, karena justeru di
Taiwanlah yang terdapat lebih banyak perbedaan bahasa besar2an di antara
penduduk aslinya, sekalipun semuanya berasal dari Bahasa Proto Austronesian
("proto" berarti "pertama"). Sebagaimana umumnya diketahui, orang2 Taiwan
moderen kebanyakannya berbangsa Cina, karena sudah ratusan tahun Taiwan
diduduki oleh orang2 Cina. Tapi di Taiwan juga ada orang aslinya, dan
orang2 asli inilah yang dikatakan orang2 Austronesia Pulau Taiwan.

Salah-satu hal yang paling membuat sukar penelitian ini adalah hal Bahasa
Austronesia kuno kayaknya tidak ada perhubungan apa2 yang sistematis dengan
bahasa2 lain di dalam dunia. Semua bahasa Austronesia yang ada sekarang
dengan mudah dapat dipercocokkan dengan Bahasa Proto Austronesian, tapi
Bahasa Proto Austronesian ini kayaknya tidak dapat dipercocokkan dengan
sembarang bahasa lain. Boleh jadi saja hal ini terjadi karena pada suatu
zaman yang awal sekali sudah terjadi perpisahan antara orang2 Austronesia,
yang menjadikan lautan sebagai lingkungannya, dengan bangsa induknya, entah
di Asia atau di Australia atau di Melanesia atau di mana saja.

3. Ciri2 Khas Orang2 Austronesia Pertama.

Sekarang kita sudah bisa menilaikan banyak hal mengenai orang2 Austronesia
pertama dari fakta2 yang telah berhasil dikumpul mengenai mereka, misalnya:

a. Agama.

Agama orang2 Austronesia pertama adalah agama penyembahan arwah2 moyang.
Dan arwah2 moyang, kalau sudah cukup lama, bisa menjadi dewata. Rupa2nya
mereka percaya bahwa langit dan bumi pada awalnya berdempetan, lalu di
antaranya mulai timbul manusia, kemudian langit terangkat dan terang masuk
di antara langit dan bumi. Inilah garis2 besarnya saja, sedangkan detail2
aslinya sudah menghilang dan ceriteranya sudah berbeda2 dari tempat ke
tempat. Dari mana kita bisa tahu? Karena di mana2 terdapat kelompok2
orang Austronesia terasing yang punya variasi2 kepercayaan yang sama.

b. Jenis Manusia Yang Tanahnya Diduduki Oleh Pendatang2 Austronesia.

Pada umumnya kebanyakan tanah yang ditemukan dalam pelayaran2 Bangsa
Austronesia, kalau memang ada penghuninya, maka penghuninya adalah orang2
Negrito, yakni Papua, atau "Negro Kecilan." Hal ini disebabkan karena
sama-seperti halnya dengan Bangsa Austronesia, orang2 Negrito adalah orang2
laut, tapi zaman pelayarannya sudah jauh lebih dahulu, mungkin sejak lebih
daripada 20 ribu tahun lalu. Dari mana kita tahu? Afrika adalah tempat
Bangsa Negro sampai sekarang, dan kita tahu Bangsa Austronesia pernah
sampai ke Afrika dari kata2 yang terdapat dalam bahasa2 Afrika Timur.
Madagaskar juga ditemukan oleh Bangsa Austronesia, tapi belum dapat
dipastikan entah waktu itu sudah ada orang2 Negrito di sana. Pulau2
Andaman di Laut Hindia sampai sekarang penghuni aslinya semua berbangsa
Negrito. Orang2 Sumatera asli adalah bangsa Negrito. Begitu juga tanah
Melayu dan Pilipina. Dan yang paling mengherankan, bukan saja tempat2
ini, dan seluruh Melanesia, tapi juga Pulau Tasman, di sebelah tenggara
Benua Australia, yang seluruh penduduk negritonya akhirnya dibunuh habis
oleh pedatang2 orang putih. Entah orang2 Negrito ini juga menemui pulau2
Polynesia belum jelas karena peninggalan2nya belum ditemukan di sana.
Hanya baru2 ini ada kerangka sebangsa manusia kecil yang ditemukan pada
sebuah liang di Kepulauan Palau, di Micronesia. Dan di kepulauan2 Hawaii
dan Tahiti terdapat banyak ceritera mengenai manusia kecil2an yang
dikatakan Menehune atau Manahune, tapi sekarang orangnya sudah tidak ada
lagi. Di Pulau Rennell, beta sendiri (si penulis) temukan sejarah yang
masih segar dalam ingatan penduduknya yang sekarang, yang berbangsa
Polynesia, yakni salah-satu cabang Bangsa Austronesia. Penduduk2 Pulau
Rennell yang sekarang adalah orang2 Polynesia, sedangkan letak Pulau
Rennell adalah di Melanesia. Katanya sekitar 650 tahun lalu, pemimpin
mereka (Kaitu'u) yang pertama tiba di Pulau2 Rennell dan Belona sewaktu
orang2 Negrito (yang mereka menamakan "tonga hiti") masih berdiam di sana.
Pada mulanya kedua pihak berdamai, tapi dari belakang timbul perselisihan
dalam mana seluruh orang Negrito di pulau2 Belona dan Rennell dibunuh
habis. Lalu di Amerika selatan sekarang sudah ditemukan kerangka2 Negrito
yang c14-nya menyatakan telah berada di Brazil sejak sebelum datangnya
orang2 "Indian" (Amerika Asli). Hanya yang belum jelas adalah bagaimana
kira2 mereka sampai di sana. Banyak peneliti Barat yang berpikir bahwa
mereka datang dari Siberia, tapi beta (si penulis) tidak percaya.
Merekalah yang jadi raja lautan zaman itu, tapi orang2 Barat enggan
mengakunya karena mereka kecil dan hitam dan tidak menarik pada pandangan
mata orang Barat. Penulis2 Barat suka puji Bangsa Polynesia karena mereka
berlembaga besar, kulitnya lebih putih, matanya kaya orang barat, dan
rambutnya lurus atau bergelombang, juga seperti bangsa2 Barat. Tapi beta
(si penulis) menganggap sangat penting kita kenal siapa Bangsa Negrito ini,
dan apa dampak tersebarnya mereka ke seluruh Afrika, Asia Selatan, behkan
sampai ke Amerika Selatan sebelum 16 ribu tahun lalu, dan beta menganggap
bodoh barangsiapa yang pertiadakan atau perkecilkan mereka. Jelas rata2
pikiran penulis2 Barat telah sangat diwarnai filsafah perbudakan yang telah
dicipta oleh mereka sendiri dan oleh orang2 Arab untuk membenarkan
perbudakan orang hitam. Inilah justeru contoh apa yang beta katakan tadi,
yakni bahwa orang yang tidak tahu sejarah sendirilah yang senantiasa
menjadi korbannya. Mereka tidak tahu bahwa selagi moyang2 mereka masih
pada menyelamatkan diri dari binatang2 buas di lobang2 batu, orang hitam
sudah belayar keliling dunia. Lalu nanti waktu saat mereka sudah tiba dan
mereka yang belayar keliling dunia, mereka pikir bahwa mereka yang pertama.
Mereka lihat orang2 Negrito di mana2, tapi karena mereka sendiri begitu
bodoh dan otaknya begitu tutup, kebanyakan mereka tidak sampai bertanya.
Dan sekarang ini juga, sekalipun perbudakannya sudah tidak ada, toh
filsafah perkecilkan orang hitam tetap jaya. Itulah namanya orang bodok
yang tertipu karena tidak tahu sejarah dan tidak mau percaya sejarah.

c. Pengetahuan Mengenai Dunia.

Salah2 satu lagi ciri2 khas Bangsa Austronesia mungkin juga pengetahuannya
mengenai dunia. Zaman dulu di Baratpun orang tahu bahwa dunia bundar
seperti bola dan bukan rata seperti papan. Tapi pengetahuan ini berhasil
dihapus, atau hampir2 dihapus, oleh penganut2 agama. Kalau periksa
karangan2 Yunani dari sebelum tarikh masehi, ternyata Bangsa Yunan
mengetahui, bukan saja bahwa bumi bulat, tapi juga kira2 garis menengahnya
panjang berapa. Lebih dari 200 tahun sebelum tarikh masehi, sebagai
contoh, Aristarchus orang Samos sudah tahu relasi bumi, bulan, dan matahari
dengan ukuran2 yang tidak jauh dari apa yang diketahui sekarang. Beta
waktu tinggal dengan orang2 Oma di Pulau Haruku, menjadi heran karena
orang2 sana tidak pernah gunakan istilah "turun ke laut," melainkan selalu
menggunakan istilah "naik ke laut," karena mereka memang tahu bahwa lautan
bukan rata melainkan bengkak. Lalu dalam penelitian2 University of Hawaii,
di Honolulu, ternyata pelaut2 Micronesia (yang Polynesianya sudah mati
semua) tahu semua. Mereka tahu bahwa bumi bulat, dan dalam otak mereka
terbayang bumi yang bulat dengan bintang2 yang bersinar di atasnya.
Peneliti2 University of Hawaii mengambil seorang pelaut bernama Mau
Piailug, dari Pulau Satoval, untuk mengujinya, lalu ternyata tampa pakai
kompas atau jam, si Mau Piailug berhasil mempernahkodakan sebuah perahu
semang besar dari Hawaii ke Tahiti lewat samudera Pasifik Tengah. Jadi
Bangsa Austronesia sudah mengerti beberapa fakta penting mengenai bumi dari
sejak dulu kala.

d. Lembaga dan Bentuk Jasmani.

Orang2 Austronesia pertama rupa2nya bukan orang kecilan. Dari mana kita
tahu? Sayang sekali belum cukup penggalian2 arkeologis di Tiongkok bagian
Tenggara dan di Indonesia, jadi sukar kita tentukan, tapi beta terka bahwa
orang2 Austronesia pertama adalah orang2 yang kalau di Indonesia sekarang
pasti dianggap raksasa. Dari mana kita bisa tahu? Untuk itu kita harus
cari sisa2 orang Austronesia yang paling terpencil dari semua, dan kita
bisa temukan contoh2 orang begitu di Samudera Pasifik bagian timur. Orang2
Polynesia di Samudera Pasifik bagian timurlah yang justeru paling kadang
punya perhubungan apa2 dengan dunia luar sejak perpisahan pertama antara
mereka dengan saudara2nya yang ditinggalkan di Indonesia. Waktu orang2
Barat tiba di lautan Pasifik, mereka kagum melihat besarnya manusianya.
Banyak laki2, katanya, yang tingginya kurang-lebih dua meter, dan ada yang
lebih. Inilah turunan asli Bangsa Austronesia yang pergaulannya dengan
dunia luar paling minim sekali--berarti orang2 Austronesia pertama kira2
besar sekali. Dan di mana2 yang orang2 Austronesia belum bercampur dengan
Bangsa Monggol, matanya besar dan tidak kelihatan "epicanthric fold-nya."
Kemudian kulitnya kecoklatan tapi tidak hitam, dan rambutnya lurus ataupun
bergelombang tapi tidak sampai keriting. Salah-satu ciri2 khas yang
terlihat di antara orang2 Polynesia adalah "rocker jaw-nya," yakni tulang
rahang bawah yang kalau ditaruh di atas meja bisa sedikit diguling ke depan
dan ke belakang, dan tidak 100% rata.

e. Pentingnya Seni Musik Kepada Bangsa Austronesia.

Salah-satu ciri2 khas lagi Bangsa Austronesia adalah kecakapannya dalam
seni musik. Di mana2 saja yang terdapat orang2 Austronesia, hampir dengan
tidak ada kecualinya, mereka ternama dari seni musiknya. Jadi apakah
perasaan musik itu turun melalui gen2 manusia atau melalui peradabannya?
Si penulis tidak tahu, tapi entah bagaimana, ternyata musik adalah
kelebihan Bangsa Austronesia di mana2. Mau bicara Madagaskar? Luar biasa.
Mau bicara gamelan atau tabuan? Itulah musikan Bangsa Austronesia. Dan
semakin asli orangnya, semakin baik musiknya. Ambon terkenal di Indonesia.
Hawaii terkenal seluruh dunia. Kiri Tekanoa adalah sopran Maori kelas
dunia. Orang2 Cam terkenal karena musiknya di Vietnam pada zaman
purbakala. Behkan perampok2 dari utara datang menculit pemain2 musik cam
di Vietnam purba. Orang2 Montagnard Vietnam sekarang ternama. Dan tidak
ketinggalan orang2 asli Taiwan. Dan musik adalah seni tercinta seluruh
Pilipina.

f. Peradaban Tinggi.

Dan pada akhirnya harus beta sentuh peradaban tinggi orang2 Austronesia
yang dari dulu sangat ketara. Entah bagaimana Negrito2 bisa belayar
melintas samudera itu agak mengherankan, karena dewasa ini dan dalam
ratusan tahun belakangan, umumnya mereka tidak mempunyai peradaban tinggi
seperti orang2 Austronesia--mungkin karena masa jayanya sudah lama berlalu.
Di Samudera Pasifik peradaban orang Polynesia (salah-satu cabang Bangsa
Austronesia) tinggi sekali, kira2 pada suatu taraf yang sama dengan Yunani
kuno atau Roma, hanya kurang pengetahuan pekerjaan besi, menulis dan
membaca. Di tempat2 lain juga ternyata orang2 asli Austronesia punya
peradaban tinggi, yang membuat beta (si penulis) curiga bahwa moyang2
mereka memang tadinya punya suatu peradaban yang agak tinggi, yang tidak
mudah terlupa dalam perantauannya. Pada tahun 1976, Beta sendiri menjadi
kagum waktu bertemu dengan orang2 Polynesia Pulau Rennell, yang tanahnya
begitu kecil dan tidak berarti apa2 di dalam dunia besar, karena mereka
punya struktur sosial yang sangat teratur, dengan macam2 kedudukan dan
pangkat yang tidak masuk akal kalau untuk sebuah pulau yang kecil itu saja.
Beta terka mereka itu pasti berasal dari suatu peradaban atau kebudayaan
tinggi pada zaman dulu kala, tapi sudah terlupa dalam perantauannya yang
panjang dan lama. Kalau tidak, mungkin sebelum ada agama Hindu di Hindia,
mereka sudah punya perhubungan dengan suatu kebudayaan tinggi, misalnya
kebudayaan Harapa. Tanda2 peradaban itu terlihat dalam kehormatan mereka
kepada pemimpin, kebersihan peribadi dan kebersihan dalam rumah, dan dalam
pelbagai hal lain dari kehidupannya sehari2 maupun dalam filsafah,
penyembahan, dan agama.4.

4. Mulai Terpancarnya Bangsa Austronesia.

Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa antara sekitar 7 ribu dengan 4500
tahun lalu terjadi suatu ekspansi (pelayaran keluar) besar Bangsa
Austronesia, rupa2nya disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk di tanah
asalnya.

a. Berikut adalah jejak2 Bangsa Austronesia arah ke timur sampai ke
Amerika selatan. Tanggal2 ini tidak pasti, tapi merupakan terkaan orang
tepelajar, jadi kurang-lebih kira2 hampir cocok dengan realita:

Sekitar 12 ribu tahun lalu, manusia Austronesia mulai muncul di pesisir
tenggara Tiongkok.

Sekitar 8 ribu tahun lalu, orang2 Austronesia mulai ada di Pulau Taiwan.

Sekitar 5 ribu tahun lalu, orang2 Austronesia mulai belayar ke selatan
masuk Kepulauan Pilipina dan Indonesia.

Sekitar 3400 tahun lalu (c14), peradaban Lapita muncul di Kepulauan
Admiralty, di lepas pesisir utara Pulau Papua (New Guinea). Peradaban
Lapita ini kemudian dikenal sebagai peninggalan orang2 Polynesia pertama.
Namanya diambil dari nama sebuah pulau di Fiji, di mana pecah-belanga ini
pertama dikenal. Salah-satu peneliti kultur pecah-belanga Lapita ini
adalah Profesor Ernest Solheim, yang penulis kenal peribadi tahun 1963 di
Hawaii.

Sekitar 2900 tahun lalu, peradaban Lapita tiba di Kepulauan Samoa dan di
Kepulauan Tonga, yakni perbatasan barat daerah itu yang sekarang dikenal
sebagai Kepulauan Polynesia.

Sekitar 1600 tahun lalu (c14), orang2 Polynesia temukan Pulau Easter
Island, Hawaii, dan Amerika Selatan. Analisa c14-nya terbuat berdasarkan
contoh2 dari Easter Island dan Hawaii, sedangkan untuk Amerika Selatan kita
terka saja, karena kurang masuk akal kalau orang2 Polynesia bisa temukan
pulau2 kecil seperti Easter Island dan Hawaii sekaligus alpakan benua
Amerika Selatan yang begitu besar. Lalu sebagai bukti tembusnya orang2
Polynesia di Amerika selatan, pertama2 adalah patatas. Patatas adalah
tumbuhan Amerika Selatan. Nama yang umum digunakan untuk patatas di
seluruh Kepulauan Polynesia adalah "kumara," nama mana berasal dari
salah-satu daerah barat laut Peru, di Amerika Selatan. Bekas2 patatas
telah ditemukan dalam sebuah liang di Kepulauan Cook Islands yang umur
c14-nya ternyata sudah sekitar seribu tahun--yakni jauh sebelum datangnya
orang2 Eropa. Berarti kira2 orang2 Polynesia yang membawanya pulang dari
Amerika Selatan atau orang2 Amerika Selatan yang membawanya ke Polynesia.
Kemudian pada tanggal 5 Juni 2007 diumumkan bahwa di dekat Pulau Celoe, di
pesisir Amerika Selatan, telah ditemukan bekas2 tulang ayam dari sekitar
650 tahun lalu, yaitu juga sebelum datangnya orang Barat di Amerika
Selatan. Manalagi ternyata DNA dari tulang2 ayam itu, sekalipun mirip DNA
ayam2 di daerah Pasifik Timur, malah cocok persis dengan DNA ayam dari
zaman itu yang terdapat di Tonga dan Samoa, yakni di barat sekali Kepulauan
Polynesia. Jadi jelas sudah ada perhubungan kuno di antara Amerika Selatan
dengan Polynesia, dan kayaknya orang2 Polynesia Barat pernah berkampung di
Pesisir Amerika Selatan.

Nama2 Polynesia sangat menarik. Kata "Hawaii" rupa2nya berasal dari kata2
"sawa" dan "iki" dalam bahasa kuno ("Sawaiki" atau "Savaiki"). Nah, "iki"
berarti "kecil," tapi "sawa" sudah tidak diketahui artinya. Di seluruh
lautan Pasifik ada tempat2 yang namanya adalah variasi dari nama yang sama,
misalnya "Hawai'i" di Hawaii, Savai'i di Samoa, dsb. Dan orang2 Polynesia
di mana2 katakan Sawaiki inilah tanah asalnya. Nah, beta (si penulis) baca
di karangan Marco Polo dan lain2nya bahwa nama Pulau Sumatera pada abad
ke-13 adalah "Jawa Kecil," karena waktu itu orang sangka bahwa Pulau Jawa
lebih besar dari pulau Sumatera dan bahwa Pulau Jawa adalah pulau yang
terbesar di dunia. Jadi beta curiga mungkin sekali "Sawaiki" ini bukan
lain dari Sumatera. Lalu mengenai nama "Easter Island," itu samasekali
bukan namanya yang sebenar, melainkan hanya nama yang penemu Barat
melemparkan karena pulau itu ditemui pada hari "Easter," atau "Paskah."
Waktu penduduk2 asli ditanya, mereka katakan, "Te Pito O Te Henua," berarti
"Pusat Dunia" ("pito" berarti "pusat," sedangkan "henua" berarti "benua"
atau "bumi"). Apabila ditanya asal mereka dari mana, mereka terangkan
bahwa moyang mereka yang pertama turun di pulau itu bernama Hotu Matua, dan
mereka bisa tunjuk tempat mendaratnya pertama kali. Nama Pulau Molokai, di
Kep. Hawaii, mungkin dulu sama dengan Morotai, tapi hal ini belum
diketahui dengan pasti. Ada juga nama2 lain yang kayaknya mencerminkan
nama2 Maluku. Misalnya Upolu, yang hampir seperti Aboru, Palau, di
Micronesia, yang hampir seperti Pelau, dsb. Lalu kalau dengan Bahasa
Hawaii, "hapalua" berarti "satu dari dua belahan," yang kata "hapa"-nya
mungkin sama dengan "sapa" di "Saparua." Dalam Bahasa Hawaii, "hapa"
berarti separuh atau sebelah, sedangkan "lua" berarti dua.

Perhubungan bahasa antara Polynesia dengan Maluku juga sangat dekat, ada
yang dengan kata2 dari bahasa2 daerah, ada juga yang dengan Melayu Ambon.
Misalnya di Maluku orang bilang, "ikang sa-sele," berarti sebagian ikan,
sedangkan dalam sejarah Hawaii satu kejadian besar adalah "The Great
Mahele," yakni pembagian tanah.Merambatnya Bangsa Austronesia arah ke barat
pasti juga sudah sejak lama. Di mana2 di Maluku terdapat variasi2 kata
"waka," yang kalau di Indonesia Barat disebut "bangka," atau perahu. Di
mana2 di Maluku terdapat juga variasi2 kata2 "wai," "manu," dsb., yakni
kata2 Hawaii yang berarti air, burung, dsb. Jada adanya orang2 Polynesia
di
Maluku dulu, atau perhubungan orang2 Polynesia dulu dengan Maluku cukup
jelas. Namun percaraian dengan Maluku telah terjadi ribuan tahun lalu,
kemudian perkembangan bahasa telah berjalan terus dalam keadaan terpisah,
jadi bahasa Austronesia yang tadinya satu itu sudah dipecah2kan lagi
menjadi puluhan bahasa2 anak dan anak-cucu.

b. Perantauan di Laut Hindia.

Penemuan Madagaskar oleh pelaut2 Austronesia diterka terjadi sekitar 1650
tahun lalu. Entah pada waktu itu sudah ada manusia di Pulau itu atau
belum, sampai sekarang belum ada buktinya. Namun beta (si penulis) terka
pasti sudah ada orang2 Negrito di pulau itu sejak purbakala karena kurang
masuk akal kalau mereka bisa temukan pulau2 kecil seperti Andaman, lalu
sekaligus alpakan pulau sebesar Madagaskar.

Dan tentu Pesisir Afrika sudah diketahui oleh Bangsa Austronesia sejak
lama. Hanya sekali lagi belum ada penggalian arkeologis cukup untuk kita
mau katakan apa2.

Lalu kita tahu bahwa orang2 Austronesia sudah cukup lama mengetahui adanya
tanah2 Arab dan Farsi, karena pengarang2 Arab menceriterakan mengenai
pelayaran2 ke Tiongkok melalui Selat Melaka sekitar 1100 tahun lalu, dan
Marco Polo kiaskan pelayaran dari Tiongkok ke Hindia melalui Jawa Kecil
(Sumatera) sekitar 720 tahun lalu.

Pada zaman purba, orang2 Cina membuat perahu2 layar raksasa, tapi sekitar
750 tahun lalu mereka mulai pakai perahu2 layar yang lebih kecil (menurut
Marco Polo) karena kapal2 yang besar itu, karena perlukan air dalam,
terlalu banyak yang celaka kena batu2 karang. Bagai kita yang hidup dewasa
ini sudah sukar membayangkan perahu2 layar sebesar apa yang dikiaskan oleh
si Marco Polo, namun beta (si penulis) pernah saksikan perahu Mandar
(mungkin dari kata "Mandarin") yang muat mobil2 sedan pada geladaknya di
Tanjung Priok sekitar tahun 1951, jadi tentu benar semuanya--di zaman purba
orang2 Asia membuat perahu2 layar yang besar sekali.

Yang cukup mengherankan adalah bahwa sampai hari ini juga masih tetap ada
orang2 laut Austronesia yang tinggal di perahunya pada pesisir2 selatan
Thailand, Myanmar, dan Hindia.

Jadi dari pesisir timur Benua Afrika sampai ke pesisir barat Benua Amerika
Selatan terdapat pemukiman2 orang berbangsa Austronesia. Dan sekalipun
tidak ada lagi pemukiman2 mereka di benua2 itu, kita tahu bahwa mereka
pernah mendarat padanya di masa2 lampau. Tentu saja mereka juga mengetahui
adanya Benua Australia, sekalipun mereka tidak punya pemukiman di sana.
Lalu dari keempat benua yang diketahui oleh mereka, tinggal Asia Tenggara
saja yang padanya masih terdapat pemukiman2 dan kota2 mereka. Dan sampai
ke abad ke-21 ini, toh masih ada orang2 laut berbangsa Austronesia yang
berkampung pada geladak2 perahunya di Lautan Hindia. Dan pelaut2 turunan
Austronesia, misalnya dari Hawaii dan Melaya, sampai sekarang terus
membuktikan keunggulannya pada lautan2 di seluruh dunia.

Orang2 laut Thailand dikenal sebagai suku Mogen atau Moken. Orang2 laut
Myanmar dikenal dengan nama Salon, boleh jadi karena dihubungkan dengan
Ujong Salang, di Malaya.

5. Jenis2 Perahu Yang Dipakai Oleh Orang2 Austronesia.

Keunggulan bangsa Austronesia di lautan sudah tidak ada bandingannya,
kecuali mungkin Bangsa Negrito purba itu yang sudah tidak ada sejarahnya.
Jadi patut kita perhatikan jenis2 perahu itu yang dipergunakannya. Tentu
pada zaman moderen ini ada yang kapten kapal dan ada yang punya speedboat,
tapi pada awalnya hanya terdapat beberapa macam:

a. Kole2, atau perahu tidak bersemang yang digali dari satu batang kayu
dan biasanya dipakai di sungai2 dan sebagai sampan (perahu kecil yang
diturunkan dari perahu besar).

b. Belang atau arombai--panjang, bergading, dengan papan yang dipaku
dengan besi atau pasak kayu keras. Perahu2 ini dipakai selalu oleh
perwira2 Belanda dulu untuk pulang-pergi Kepulauan Banda dan daerah2 Maluku
lainnya.

c. Perahu semang biasa, dibuat dari satu batang kayu yang digali dan
padanya dipasang semang kiri-kanan.

d. Perahu Mahera, yang nunasnya terbuat dari satu batang kayu tapi dengan
papan2 yang dipaku kepadanya dengan pasak. Kemudian semua papan diikat
lagi kepada nunas perahu dengan ikatan2 rotan yang turun dari balok semang
(najong). Apabila di bawah nunasnya ada lagi tersambung kayu pengalas,
maka pasak2 yang digunakan untuk memaku anak nunas atau kayu pengalas ini
kepada nunas besarnya biasa dimasukkan miring ke arah haluan dan buritan
perahu, karena pasak tegak mudah terlepas sedangkan pasak miring, kalau
berlawanan miringnya, lebih sukar terlepas. Di Maluku perahu2 begini punya
semang kiri-kanan, dan yang besar sering dilengkapi dengan sebuah rumah
dengan geladak bambu pada kiri-kanan rumahnya. Lantai dan dinding rumah2
begini biasa terbuat dari papan, sedangkan atapnya mungkin daun lontar
yang diikat dengan kuat dan rapih. Mungkin perahu2 seperti inilah yang
sering dulu dipakai di lautan Hindia. Di Maluku sekitar tahun 1970 perahu2
jenis ini, kalau yang besar, ada yang bisa muat sampai tiga ton. Perahu2
begini juga rupa2nya yang dulu2 orang sebut "pakatora," yaitu yang dipakai
dalam armada2 kesultanan Ternate dan bisa belayar keliling Maluku dan
Pilipina.

e. Perahu semang sebelah sederhana. Perahu begini kurang-lebih seperti
perahu semang biasa di Maluku, tapi semangnya satu saja. Potongan inilah
yang dipakai untuk membalap perahu di Hawaii.

f. Apa yang dikatakan "flying proa," yang terbuat dari satu batang kayu,
tapi ruangnya digali besar-sebelah, atau ada orang yang katakan, "seperti
seperdua perahu." Perahu2 seperti ni adalah perahu2 semang yang terlaju di
dunia. Sekitar 500 tahun lalu orang Barat mulai melihatnya di Pulau Guam,
di micronesia, tapi mereka tidak mengerti maknanya. Padahal di zaman itu
kira2 tidak ada pengangkutan di dalam dunia yang selaju perahu2 jenis itu
kecuali ski salju. Tiang layarnya selalu dipindah2kan, karena sebelah
perahu yang bungkuk atau lengkung itu harus selalu di atas angin sedangkan
sebelahnya yang rata harus di bawah angin. Lalu kalau perahunya sudah
laju, pihak yang rata itu kerjanya seperti ski air atau papan luncur ombak.
Perahu2 begini sering dikendalikan oleh dua orang--yang satu pegang kemudi
sedangkan yang lain menimbang agar semangnya yang satu saja itu selalu
mengikis permukaan air saja.

g. Katamaran, atau perahu badan dua. Perahu2 begini dulu besar sekali,
dan punya rumah dan geladak di antara kedua belah badan perahunya. Orang2
Polynesia memakai perahu2 seperti ini untuk mengarungi Samudera Pasifik.
Perahu2 ini laju sekali, dan bisa muat banyak penumpang.

Daftar ini merupakan garis2 besar saja, karena ada saja 1001 variasi dan
campuran. Di Teluk Piru orang2 Buton menunda ikan tongkol dengan kole2
bergeladak. Nelayan2 Asilulu menggunakan perahu2 bersemang dua
(kiri-kanan) yang berkepanjangan 8 meter dan badannya lebih dalam dari
biasa, dan dari muka sampai ke pertengahan badan perahu tertutup dengan
geladak papan.

Tapi perkembangan yang terpenting adalah inovasi dari perahu bersemang dua
(kiri-kanan) menjadi perahu bersemang satu. Inovasi ini kelihatannya tidak
intuitif (kayaknya tidak masuk akal), tapi hasilnya penting sekali.
Pertama2, perahu2 layar yang bersemang satu jauh lebih laju. Hal ini
disebabkan karena pada perahu bersemang dua, pelampong yang di bawah angin
selamanya tertanam dan menghambat kemajuan perahu, sedangkan semang satu
saja, kalau pelampongnya di atas angin, agak terangkat dari dalam air dan
kurang kena ombak yang menghambat kemajuannya. Kemudian inovasi ini
berguna karena bilamana perahu bersemang dua mau mendarat, semang
sebelahnya bisa tertanam dibawah ombak karena semang sebelah yang lainnya
terangkat, lalu struktur semang bisa patah atau perahunya bisa terbalik
samasekali dan penumpangnya dilempar kiri-kanan. Lalu "flying proa"
seperti apa yang orang2 Barat temukan di Pulau Guam dulu itu hanyalah
penghalusan inovasi ini sampai kepada kesempurnyaannya.

Lalu inovasi terpenting kedua adalah dari perahu bersemang satu kepada
perahu berbadan dua. Perahu bersemang satu memang laju dan berguna, tapi
berbahaya kalau terlalu besar karena selalu harus ditimbang dengan linca.
Tapi kalau dua badan perahu bisa diikat jadi satu dengan suatu jarak di
tertentu antaranya, perahu badan dua yang dihasilkan tidak perlu lagi
ditimbang2, dan bisa dibesarkan sampai dengan ukuran apa saja. Makanya
perahu2 badan dua inilah yang akhirnya dijadikan alat pelaut2 Polynesia
untuk mengarungi Pasifik dari Benua Asia sampai ke Benua Amerika.

Lalu untuk membuat perahu besar2an, perlu memakai papan2, dan papan itu
harus diikat yang satu kepada yang lain atau kepada gading2 perahu. Di
Maluku ada perahu2 yang pakai gading dan yang tidak pakai gading. Perahu2
badan dua Polynesia adalah perahu2 tak bergading yang papan2nya tidak
dipaku dengan pasak tapi diikat dengan tali yang terbuat dari sabut kelapa.
Tali2an ini diikat dengan rapih sekali, dengan beberapa cara. Ada yang
tiap papan harus diukir agar pinggirnya bisa menerima ikatan, dan
ikatan2nya tidak tembus badan perahu keluar. Ada pula yang ikatan2nya
tembus badan perahu tapi lobang2 ikatannya diprop dengan bahan yang menjadi
bengkak apabila basah agar air tidak dapat masuk. Ada yang pakai kayu lat
pada ikatannya. Dsb. Beta (si penulis) bukan ahli dalam hal ini, jadi
beta tulis dari apa yang beta pernah lihat dan dari apa yang beta ingat
saja.

Kemudian kita harus perhatikan bentuk layar, karena perahu2 yang mengarungi
Samudera Pasifik katanya (ada penulis Barat yang bilang), "Aneh sekali, kok
perahu2 mereka bisa belayar bukan ikut angin saja tapi juga lawan angin."
Jadi sekali lagi ada observasi orang Barat yang tidak mengerti apa2 dan
kayaknya juga tidak perduli. Tapi hal "belayar lawan angin" ini adalah
karena bentuk layar yang dipakai, yakni apa yang di dunia Barat dikatakan
"layar lateen." Layar2 begitu bentuknya kurang-lebih segi tiga, dengan
satu segi di muka perahu, satu segi di bahagian buritan perahu atau di
lepas buritan perahu, tepergantung dari ikatan tali daman, dan satu pihak
lagi di atas. Tiangnya pendek dan letaknya di najong depan. Kemudian
bomnya dua, yang satu dari muka perahu ke pihak atas layar, yang lain dari
muka perahu ke pihak belakangnya. Jadi dua bomnya bertemu di muka perahu.
Layar begini hampir seperti sayap burung yang apabila tali daman dilepas
sedikit agak mau angkat perahu keluar dari dalam air. Dan berdasarkan
hukum2 pisika yang tidak mudah dipaham, dengan layar2 begini perahu bisa
belayar dekat sekali dengan mata angin dan dengan kecepatan yang tinggi.
Kelemahan layar2 yang berbentuk begini adalah kesukaran pengendalian
apabila angin ikut dari belakang.

Dengan perahu2 seperti ini rupanya pelaut2 Polynesia dulu bisa menjangkau
jarak2 ribuan mil dalam beberapa hari saja, makanya hampir tidak ada pulau
terkecilpun di Lautan Pasifik yang tidak ada peningalan Polynesia padannya,
dan dengan perahu2 beginilah yang orang dari Tonga atau Samoa dan bukan
dari Marquesas, bisa satu kali tembak dengan ayam2nya sampai benua Amerika
Selatan.

Cara mengikat papan perahu satu kepada yang lain ini juga yang dulu
membangkitkan curiga bahwa pernah ada orang2 Polynesia sampai di Benua
Amerika. Karena ada dua daerah pesisir barat Amerika, satu di Amerika
Utara dan yang satunya di Amerika selatan, yang juga mengikat papan2
perahunya dengan tali dan suka belayar jauh. Yang di Amerika Utara adalah
di sekitar Pulau Catalina, di California, sedangkan yang di Amerika Selatan
adalah di sekitar Pulau Celoe, dekat mana akhirnya ditemukan tulang2 ayam
dari Polynesia itu.

Dan sebagai kata akhir, beta ingin menulis mengenai perahu2 yang dikatakan
"parau sela" di Negeri Oma, Pulau Haruku. Panjangnya parau sela ada kira2
lima meter, dan lebarnya tidak boleh lebih dari lebar pinggang. Tebalnya
di mana2 sekitar satu sentimeter. Kayu yang paling digemari adalah kayu
titi, yang ditanam dekat2 kampung dengan maksud bikin perahu. Kayu ini
tidak keras, tapi tahan air luar biasa sekalipun tidak dicet atau dibuat
apa2--ada yang sampai 20 tahun, asal jangan dijemur dalam panas matahari.
Tempat duduk perahu terbuat dari sepenggal papan yang duduk pula pada
ukiran2 kayu pinggir perahu yang dibuat khusus untuk menerimanya. Kedua
pihak badan perahu lari sejejer (parallel), jadi tempat duduknya bisa di
tarik ke depan atau di undurkan ke belakang, sesuai angin. Kalau angin
datang dari depan, orangnya harus duduk sedikit ke depan agar jangan muka
perahu senantiasa mau jatuh ke bawah angin. Dan kalau angin dari belakang,
orangnya harus undur ke belakang agar muka perahu dengan sendirinya mau
ikut angin. Lalu ada setelan tempat duduk untuk segala jurusan angin agar
orangnya tidak perlu melelahkan dirinya melawan putaran angin. Jarak dari
bawah papan tempat duduk ke dasar perahu tidak boleh terlalu panjang, tapi
juga tidak boleh terlalu pendek, agar orangnya dapat melunjurkan kaki atau
melipat kaki di bawah tempat duduk ikut sukanya. Lalu najong2 perahu
terbuat dari kayu keras yang berukuran 2 sentimeter lebih pada tengahnya
dan menjadi lebih kecil pada hujungnya, masing2 panjang tiga meter lebih
sedikit. Najong di sambung ke semang melalui pagu2, yakni empat gelang
rotan yang garis menengahnya masing sekitar 7 sentimeter. Pagu2 ini
terbuat dari Rotan yang dipanaskan dengan api, dan diikat kepada najong dan
semang dengan kulit rotan. Semangnya terbuat dari kayu ringan, biasanya
baru atau hanua, dan tidak boleh lurus tapi harus ada lengkungannya yang
manis. Kayu2 semang ini (ada satu kiri-kanan perahu) biasanya tidak
diukir2 tapi dipakai kurang-lebih sebagaimana ada. Tapi garis menengahnya
jangan terlalu besar--cukup sekitar 5 senti. Lengkungnya adalah karena
begini: Semang lurus kalau satu kali tertanam dalam air akan turun terus,
sedangkan semang lengkung hanya sedikitnya yang kena air dan tidak banyak
halangi lajunya perahu, sedangkan kalau ditindis ke bawah, semakin jauh
turunannya, semakin besar tekanan yang diperlukan untuk menurunkannya lebih
jauh. Jadi jauh sebelum ada tekanan yang berbahaya, orangnya sudah bisa
lihat atau rasa bahwa perahu mau terbalik lalu melakukan apa yang
diperlukan untuk membetulkannya. Artinya kalau semangnya lurus, perahu
bisa terbalik samasekali dengan tiba2. Lalu soal perahu tidak boleh lebih
lebar dari pinggang itu supaya waktu berkayu orangnya tidak perlu
pindah2kan badannya dari kiri ke kanan dan dari kanan ke kiri untuk
berkayu dengan sebaik2nya. Dayungnya harus dibuat dari kayu keras tapi
jangan tebal atau berat, dan panjangnya, kalau orangnya berdiri, jangan
sampai dari tanah ke pusat orangnya. Itulah parau sela Oma, yang dipakai
untuk mengail ikan tatihu di Laut Banda sampai gunung2 daratan sudah
kebiru2an dan pesisir sudah tidak kelihatan lagi. Dalam perahu2 begini
orang Oma tidak takut bakat angin ribut, dan biasa tinggal di lautan dari
belum fajar sampai gelap malam. belum pernah beta (si penulis) berkayu
dengan perahu manapun yang lebih berguna dari parau sela Oma, dan dengan
perahu begitu pernah beta menghela ikan tatihu (yellow fin tuna)
berkeberatan 70 kilogram. Juga dengan perahu buatan sobat beta orang Oma
bernama Ama, pernah beta berkayu satu kali keliling Pulau Buru dan dua kali
dari Ambon sampai Wahai di Pulau Seram. Belum pernah beta duduk dalam
perahu yang lebih stabil, lebih ringan rasanya, lebih sedia toma angin,
lebih tahan segala macam cuaca dan gelorah, atau lebih manis turut
dayungnya. Pernah beta dayung 40 mil laut lebih dalam satu hari, kemudian
berhentinya bukan karena habis kekuatan tapi karena mengantuk di Laut
Seram.

6. Batas2 Pemukiman Austronesia dan Perobahan2 Ethnis.

Sebagaimana beta telah tulis di atas, pemukiman2 Austronesia terdapat dari
lepas pesisir Timur sampai ke lepas pesisir Amerika Selatan, kebanyakannya
pada pulau2 laut, tapi ada juga di daratan Asia. Setahu beta (si penulis),
yang paling utara adalah pulau2 Taiwan dan Hainan, dan yang paling selatan
di Zelandia Baru. Mungkin ada pulau2 Micronesia kekecilan yang lebih ke
utara dari Hainan dan Taiwan, tapi pulau2 itu kecil sekali dan jauh dari
daratan Asia.

Nah, sebagaimana sudah beta katakan, pada umumnya, tempat2 yang diduduki
Bangsa Austronesia adalah tempat2 yang lebih dulu diduduki orang2 Negrito.
Hanya di tempat2 kini kita belum tahu yang betul kalau dulu ada Negritonya,
termasuk Madagaskar, Vietnam dan Thailand, Polynesia Timur dan Micronesia.
Beta (si penulis) curiga tempat2 ini semua dulu ada Negritonya, tapi
sekarang sudah menghilang tanpa bekasnya. Hanya kita tahu persis di Asia
masih ada Negritonya di Jazirah Melayu.

Dan kalau kita melihat bukti2 fakta, kayaknya Bangsa Austronesia dari dulu
ada prasangka ras-nya, atau larangan2 melawan perkawinan di luar bangsa.
Hal ini kita tahu karena sekalipun orang2 Polynesia berada sekitar seribu
tahun di pulau2 Papua, toh tidak kelihatan pengaruh Papua pada kebanyakan
orang Polynesia.

Begitu juga percampuran dengan orang2 Monggol atau Cina, tapi percampuran
dengan bangsa Monggol akhirnya terjadi juga--mungkin karena perempuan
Monggol dianggap lebih putih, halus, dan menarik. Dengan istilah "Monggol"
di sini beta bukan maksudkan Monggol Tartar yang pada suatu masa dipimpin
oleh Jenghiz Khan, melainkan bangsa itu yang pada umumnya punya mata sipit
dan kulit keputih2an, dan yang rambutnya lurus dan hitam. Bangsa Monggol
ini mungkin muncul paling akhir pada permukaan bumi, karena rupa2nya lebih
dulu di Asia hanya terdapat orang2 potongan Barat dan bangsa2 hitam. Hal
ini kita bisa tahu karena orang2 Jepang asli bukan bangsa Monggol melainkan
semacam manusia yang hampir seperti orang Barat tapi lebih pendek. Pulau2
Jepang kemudian diduduki oleh orang2 Monggol yang menyeberang dari Korea
dan melanda kepulauan itu sehingga orang2 aslinya (Ainu) barangkali sudah
tidak ada lagi sisanya di dalam dunia. Juga di Tiongkok bagian barat
sampai sekarang orang2nya berambut merah, mata kucing, dsb.

Lalu sejak dulu kala sudah terjadi suatu proses percampuran dengan Bangsa
Monggol yang berlangsung. Juga dengan bangsa Negrito, tapi yang lebih
cepat dengan orang2 Monggol yang turun ke pesisir tenggara Benua Asi dari
barat laut dan utara. Di Indonesia rupa2nya proses ini sudah berlangsung
selama ratusan atau ribuan tahun, karena kalau kita adakan perjalanan dari
barat laut menuju tenggara, maka berangsur2an semakin jauh perjalanan kita
semakin hitam orang2nya. Berarti ada pengaruh Monggol yang berangsur2
masuk Indonesia dari sebelah barat lautnya. Dan bukan saja di Indonesia
yang kita bisa melihat proses ini, tapi juga di daratan Indochina. Hampir
seluruh Indochina sudah Monggol tinggal Jazirah Melayu saja. Dan
percampuran darah yang terjadi ini cukup menarik. Siapa lagi yang lebih
hebat dari nona2 Minahasa, yang lembaganya sudah kaya hampir 100% Monggol
tapi bahasa2nya (bahasa2 tanah Minahasa dan Melayu) dan kebudayaannya tetap
Austronesia. Perempuan2 Siam (Thailand) terkenal di mana2 sebagai antara
yang tercantik di dunia, karena mereka miliki keputihan dan kehalusan Cina
campur kekuatan dan kecoklatan Austronesia.

Satu lagi contoh orang2 Austronesia menjadi orang Monggol adalah Vietnam,
yang dulu pesisir tenggaranya dihuni oleh2 orang2 Campa, yakni satu lagi
cabang Bangsa Austronesia. Kalau tidak salah, orang2 Campa ini hampir sama
dengan orang2 Melayu, dan bahasanya hampir seperti Melayu, tapi beta (si
penulis) sampai sekarang belum dapat kesempatan bergaul dengan mereka.
Hanya beta tahu sejarahnya. Entah sudah berapa lama orang2 Austronesia ini
berada di Vietnam, pada tahun 194 tarikh Masehi mereka memberontak melawan
Tiongkok Han lalu mendirikan Negara Campa. Mau bilang negara, tapi mungkin
lebih baik "persatuan negara," karena rupa2nya mereka terdiri dari sekitar
lima kota yang masing2 ada rajanya sendiri. Negara2 Campa ini bertahan
selama lebih dari seribu tahun, tapi sedikit demi sedikit mulai jatuh ke
bawah kekuasaan Monggol yang dinamakan "Vietnam." Lalu sekarang tinggal
beberapa kelompok saja yang sudah tidak punya kerajaan. Zaman jayanya
kerajaan2 Campa ini, mereka ramai2 dengan Jawa dan Sumatera semuanya
"memeluk" agama Hindu, kemudian mereka juga ikut "memeluk" Islam, jadi
orang2 Campa yang masih ada pada umumnya sekarang semuanya beragama Islam.

Negara Khmer atau Kamboja juga dulu sebagian besar penduduknya orang
Austronesia, dan orang2 itu yang dirikan Angkor Wat adalah orang2
Austronesia, yang peninggalan2nya masih bertulisan Austronesia, hanya
hurufnya bukan Romawi tapi mungkin semacam huruf Hindia. Pengetahuan beta
tidak sampai kepada sistem tulisan yang mereka pakai.

Di Sulawesi ada satu suku orang Toraja yang bernama Suku Tomori. Kalau
nama ini dianalisa, rupa2nya asalnya dari dua kata, yakni masing2 "tau" dan
"maori." Nah, dengan bahasa kuno, "tau Maori" berarti "orang Maori,"
sedangkan nama "Maori" adalah nama asli Bangsa Polynesia. Lalu orang2
Tomori sekarang kurang-lebih mirip orang Jepang--pendek, keputih2an, rambut
lurus, dan mata sipit, dan samasekali tidak seperti orang Polynesia. Namun
demikian, bahasanya bukan rumpun Monggol melainkan rumpun Austronesia.
Beberapa tahun lalu ada seorang orang Tomori yang suka menemani beta (si
pengarang) di Kota Honolulu. Waktu itu kiri-kanan kami membaca nama2 jalan
Bahasa Hawaii yang beta ertikan kepadanya dalam Bahasa Melayu. Wah,
ternyata sekalipun grammar-nya sudah berubah jauh, toh perbendaharaan kata
bahasa Tomori masih penuh dengan kata2 yang bersamaan dengan kata2
Polynesia. Lalu menurut beta (si penulis) hal ini jelas berarti orang2
Tomori adalah sisa2 Bangsa Polynesia di Pulau Sulawesi. Tapi tahun lepas
tahun dan abad lepas abad mereka kawin-mawin dengan orang2 Monggol yang
masuk dari sebelah barat laut sehingga pada akhirnya manusia Tomori sudah
tidak kelihatan Polynesia lagi, tapi hanya tinggal namanya (yang juga sudah
alami perubahan) dan sisa2 kata dalam bahasanya.

Yang lebih lucu lagi adalah Kesultanan Ternate. Bahasa Ternate ternyata
dasarnya bukan Austronesia melainkan Papua. Begitu juga bahasa2 Tobelo dan
Galela di Halmaheira. Jadi beta (si penulis) kira pasti Sultan Ternate
yang pertama bukan orang Austronesia atau orang Monggol melainkan orang
Papua. Tapi generasi lepas generasi, raja2 Papua ini sudah mengambil
isteri2 Monggol dan Austronesia, sehingga sekarang keluarga Sultan Ternate
sudah kelihatan kaya orang2 Austronesia bercampurkan Monggol sedikit2.
Tapi kalau diperhatikan baik2, ada di antara mereka yang padanya moyang2
Papua masih kelihatan.

Tapi jangan heran, raja2 purba Mesirpun dulu semuanya hitam, kemudian
bercampur dengan Semetis, kemudian orang putih dari Yunan.

7. "Pemelukan" Agama2, adat2, dan Teknologi2 Luar.

Jika benar identitas Bangsa Austronesia bisa ditetapkan sejauh 12 ribu
tahun, berarti mungkin tidak ada bangsa lain di dalam dunia yang diketahui
asal-usulnya lebih lama kecuali bangsa itu yang dinamakan Indian, yakni
penduduk2 asli benua2 Amerika Utara dan Selatan (15500 lawan 12000 tahun).
Pantas agama pertama orang2 Austronesia sudah tidak bisa dihubungkan
kepada sembarang agama lain di dalam dunia--tidak cocok dengan
agama Mesir, tidak cocok dengan agama Sumer, dan tidak cocok dengan agama
Hindia. Kepercayaan2 Cina ada persamaannya karena menyembah arwah2
leluhur, tapi tidak tahu kalau penyembahan itu diambil oleh Bangsa Monggol
dari Bangsa Austronesia atau oleh Bangsa Austronesia dari Bangsa Monggol
atau kalau kepercayaan itu timbul secara spontan pada dua2 bangsa.
Sedangkan agama Bangsa Negrito, kalau memang masih ada sejenis sistem
kepercayaan yang dapat dikatakan agama Negrito, beta (si penulis) belum
sempat pelajarinya. Jangan lupa bahwa jayanya Bangsa Negrito mungkin
bermula di antara 30 ribu dengan 20 ribu tahun lalu, jadi segala peringatan
yang dapat menentukan kepercayaan2 pertamanya mungkin sudah tidak ada.
Tapi berikut adalah tanggal2 yang kita tahu dengan kira2 sejak pertama ada
orang2 Austronesia.

120 ribu tahun lalu, manusia moderen mulai ada di Benua Afrika.

72 ribu tahun lalu, Toba meledak tinggal kolam berukuran 20 x 60 mil yang
sekarang jadi Danau Toba. 16 ribu juta ton abu dilempar ke angkasa. Semua
manusia tewas dari Pulau Jawa sampai ke Iran.

60 ribu tahun lalu, manusia moderen mulai ada di Benua Australia.

35 ribu tahun lalu, manusia moderen (manusia seperti kita) mulai ada di
Eropa.

22 ribu tahun lalu, orang2 Negrito belayar di lautan2 Pasifik dan Hindia.

14500 tahun lalu, ada orang2 Negrito di Brazilia, Amerika Selatan.

13500 tahun lalu, orang2 Monggol (yakni Bangsa Indian, atau Amerika Asli)
mulai ada di Amerika.

12 ribu tahun lalu, orang mulai pelihara anjing di Israel dan di Irak.

12 ribu tahun lalu, mulai kelihatan bekas2 Bangsa Austronesia di pesisir2
Tiongkok tenggara.

9 ribu tahun lalu, orang mulai pelihara kambing di Iran.

9 ribu tahun lalu, orang mulai pelihara babi dan domba di Suria bagian
timur laut dan di Turkey bagian tenggara.

8 ribu tahun lalu, orang mulai pelihara kuching di Afrika bagian timur
laut.

8 ribu tahun lalu, orang mulai pelihara sapi di Turkey.

8 ribu tahun lalu, orang mulai pelihara ayam di Asia Tenggara.

8 ribu tahun lalu, orang2 Austronesia mulai ada di Pulau Taiwan.

7500 tahun lalu, Kerajaan Harapa mulai timbul pada sungai Indus.

7 ribu tahun lalu, Kebudayaan zaman batu Yang Shao mulai jaya di Tiongkok.

6500 tahun lalu, kebudayaan zaman batu Hong Shan mulai jaya di Tiongkok.

6 ribu tahun lalu, orang mulai pelihara kuda di padang2 rumput Asia-Eropa.

5500 tahun lalu, orang2 Afrika Utara mulai pelihara keledai campuran kuda
(donkey).

5500 tahun lalu, orang mulai pelihara pelbagai jenis unta di Arabia Selatan
dan di Asia Selatan.

5300 tahun lalu, kebudayaan zaman batu Lian Ju mulai jaya di Tiongkok.

5 ribu tahun lalu, orang2 Austronesia mulai ada di Pilipina.

5 ribu tahun lalu, orang mulai pelihara itik di Asia Tenggara.

4758 tahun lalu, Kota Tsur di dirikan.

4622 tahun lalu, Imhotep bangunkan piramid bertangga di Sakara.

4500 tahun lalu, orang2 Amerika Selatan mulai pelihara binatang yang
disebut "guinea pig" di Pegunungan Andes.

4486 tahun lalu, Kufu mulai bangunkan piramid besar di Giza.

4300 tahun lalu, Stonehenge dibangunkan di Inggeris.

4100 tahun lalu, zigaret Ur Kasdim dibangunkan.

4 ribu tahun lalu, kebudayaan zaman tembaga Syia jaya di Tiongkok.

4 ribu tahun lalu, orang2 Austronesia mulai ada di pulau2 antara Ternate
dengan Tanah Papua.

4 ribu tahun lalu, ada orang bawa anjing dingo ke Australia--kira2 orang
Austronesia.

4 ribu tahun lalu, nama Abi-ramu (Ibrahim) ditulis pada kontrak2 di
Babylonia.

4 ribu tahun lalu, Ibrahim hidup di Timur Tengah.

3912 tahun lalu, Yusuf dijual kepada suatu kafilah rempah.

3700 tahun lalu, orang sudah pakai cengke dala masakan hari2 di Suria.

3600 tahun lalu, Kebudayaan zaman tembaga Shang jaya pada dataran Sungai
Kuning di Tiongkok. Tulisan pertama mulai di Asia Timur. Sejarah Tiongkok
mulai dicacat.

3500 tahun lalu, kitab Rigveda diterbitkan di Hindia. Mulai timbul agama
Hindu yang sekarang.

3500 tahun lalu, hukum Taurat ditetapkan oleh Musa.

3400 tahun lalu, orang2 Austronesia mulai ada di Pulau Manus.

3 ribu tahun lalu, Daud menjadi raja di Israel.

3 ribu tahun lalu, hotong mulai ada di Pulau Timor.

3 ribu tahun lalu, terjadi suatu perpisahan besar di antara cabang2 timur
dan
barat Bangsa Austronesia. Orang2 Polynesia malah lebih terpisah lagi
karena di antara Polynesia dengan Indonesia ada pulau2 Melanesia. Dari
mana kita tahu? Di pulau2 seperti Buru tidak ada peninggalan Hindu atau
kata2 Hindu dalam bahasanya, sedangkan di seluruh Indonesia Barat ada
peninggalan2 Hindu dan Buddha, dan kata2 Hindu terdapat dalam bahasa2
Madagascar. Tanggal terjadinya perpisahan ini tidak diketahui persis, jadi
beta (si penulis) pakai 3000 tahun lalu sebagai hypothesa saja. Juga beta
tidak tahu kalau proses perpisahan ini terjadi lambat atau cepat, hanya
beta terka mungkin terjadi secara berangsur.

2900 tahun lalu, orang2 Austronesia (Polynesia pertama) mulai ada di
kepulauan2 Samoa dan Tonga.

2684 tahun lalu, Kota Roma mulai berdiri.

2500 tahun lalu, Gautama Buddha muncul dengan kepercayaannya di Hindia
Utara.

2500 tahun lalu, Kung Fu Tsu membubuh dasar2 etika Tionghoa.

2500 tahun lalu, padi mulai ada di Melaya dan di Sulawesi.

2500 tahun lalu, tifa2 tembaga Dongson ("moko"), yang padanya ada gambar
perahu itu, mulai ada di mana2 di Indonesia.

2344 tahun lalu, Iskandar Zulkarnain menyeberang Sungai Indus untuk
mengalahkan Hindia.

2340 tahun lalu, Iskandar Zulkarnain merebut Kota Tsur. Semua orang
laki2nya disalibkan.

1800 tahun lalu, orang2 Austronesia mulai ada di Pulau Madagaskar.

1619 tahun lalu, Uskup Theophilus merampok isi Perpustakaan Iskandaria.

1600 tahun lalu, orang2 Polynesia mulai ada di Hawaii, Easter Island, dan
pesisir2 Amerika.

1594 tahun lalu, fanatik Kristen bernama Petrus memalu mati seorang
perempuan bernama Hypatia, filsafah akhir peradaban Yunan, pada sebuah
gereja di Iskandaria.

1479 tahun lalu, Raja Justinian suruh tutup Perpustakaan Iskandaria.

1473 tahun lalu, rupa2nya Krakatau meledak dengan amat dahsyat, tapi tidak
ada catatan sejarahnya. Iklim sedunia tepengaruh. Naskah2 Jawa mengatakan
bahwa dulu Sumatera bersambungan dengan Jawa, tapi boleh jadi putusnya
sudah lebih dulu dari ini.

1386 tahun lalu, Muhamad melarikan diri dari Maka ke Medina.

1356 tahun lalu, orang2 Islam rebut Kota Iskandaria dan membakar isi
perpustakaannya.

550 tahun lalu, Agama Islam diterima oleh ke-empat pemimpin Negeri Hitu.

497 tahun lalu, orang2 Portugis merebut Kota Melaka.

408 tahun lalu, Komandan Portugis bernama Casper de Melo menyerahkan Kota
Laha (kira2 Fort Viktoria) kepada laksamana Belanda bernama Steven der
Haghen.

380 tahun lalu, Imam Rejali Hitu mengarang Hikayat Tanah Hitu.

193 tahun lalu, (April-Juli 1815), Gunung Tambora meledak di Sumbawa. 12
ribu orang langsung tewas dari ledakannya. 50 ribu lagi kemudian mati
kelaparan. Iklim sedunia mengalami perobahan. Di bagian utara Amerika
Sarikat, tahun 1815 digelar "tahun yang tak punya musim panasnya." Salju
jatuh bulan Juli (pertengahan musim panas).

115 tahun lalu (27 Agustus 1883), Krakatau meledak. Bunyinya terdengar
sampai di Eropa.

Beta berikan tanggal2 ini agar kelihatan perkembangan Bangsa Austronesia
dalam perkembangan dunia.

Dari daftar tanggal ini kita bisa lihat dengan lebih jelas alangkah tuahnya
identitas Bangsa Austronesia, dan bagaimana kerajaan2 besar seperti Mesir,
Sumer,Hindia, Tiongkok, dsb., seperti baru2 saja kalau akan dibanding
dengannya.

Dan kita bisa melihat bagaimana agama Kristen baru ada saja sejak 1/6
adanya Bangsa Austronesia di atas permukaan bumi, dan bagaimana agama
Muhamad belum cukup 1/8 lamanya. Agama Hindu baru ada sejak 1/8-nya
sedangkan Kung Fu Tsu dan Buddha baru sekitar 1/5 lamanya. Behkan zaman
mulainya terpancar Bangsa Austronesia belum ada Piramid di Mesir dan belum
ada tulisan di Sumeria. Manusia belum tahu pakai tembaga atau besi, dan
belum tahu mengerjakan kaca.

Melalui daftar ini juga kita bisa melihat bagaimana perang sangat
merusakkan manusia. Ratusan tahun sebelum tarikh Masehi, Iskandar
Zulkarnain menyalibkan semua orang laki2 dalam Kota Tsur (orang Phoenicia),
dan Rum membakar Kartagena. Tidak perlu lagi beta menyebut Titus, yang
menyalibkan semua orang Yahudi yang lari dari Yerusalem sampai kehabisan
kayu untuk membuat salib2nya.

Dan kita bisa melihat alangkah berbahayanya agama2 Kristen dan Islam, yang
dua2nya membenci pengetahuan dan merusak Perpustakaan Iskandaria, yakni
perpustakaan purba utama di dunia. Dan bagaimana orang2 Kristen dan Islam
tidak segan membunuh orang2 berpengetahuan kalau tidak berhasil dijinakkan
atau dikendalikan oleh mereka. Masakan si Petrus (the Reader) bisa memalu
mati perempuan di dalam gereja dengan memakai pontong kayu? Agama2 Kristen
dan Islam senantiasa menjanjikan damai. Nama "Islam" pun berarti "damai."
Tapi hasilnya selamanya bukan damai melainkan penyiksaan dan penumpahan
darah--istimewa agama Islam.

Nah, kayaknya pada suatu masa Hindia dianggap sebagai sumber peradaban,
pengetahuan, kesenian, dan agama untuk seluruh Asia Timur, selatan, dan
tenggara. Orang2 Austronesia Barat mempelajari agama2 Hindu dan Buddha.
Orang2 Monggol di mana2 membuka hati kepada agama Buddha, dari Jepang
sampai Korea sampai Tiongkok sampai Mongolia. Orang2 Afghanistan juga
menerima agama Buddha.

Zaman itu orang dengan sesuka hati masuk agama2 Hindu atau Buddha, dan
rupa2nya tidak ada yang mengganggu kalau ingin berpindah agama. Filsafah
Hindu adalah suatu filsafah yang tuah, akil balig, dan toleran terhadap
segala macam kepercayaan.

Di Hindia juga orang2 Austronesia mempelajari teknologi bangunan, teknologi
senjata, dan seni perang. Seni tulis dan baca masuk Indonesia Barat,
Angkor, dan Campa dari Hindia. Ceritera2 Hindia menarik perhatian dan
merangsang imaginasi.

Dan beta kira sama seperti saudara2nya di Kepulauan Indonesia, orang2
Polynesia juga belayar keluar untuk menuntut pengetahuan, bukannya ke
Hindia melainkan ke Benua Amerika. Karena pada zaman itu (1600 tahun lalu
ke atas) ada teknologi pembangunan tinggi di kedua Benua Amerika, sekalipun
perkembangan sosialnya masih ketinggalan, dan tidak ada kemerdekaan padanya
seperti di Hindia, yang menyebabkan mereka hanya berhasil mengambil garis2
besar teknologinya saja, dan tidak sampai mempelajari detail2nya seperti di
Hindia.

Islam mulai pecah pada abad ke-7 (sekitar 1350 tahun lalu), dan beta
sengaja pakai istilah "pecah," karena ledakannya hampir seperti bom.
Afrika Utara langsung ditaklukkan, kemudian sebagian besar Eropa. Tapi
ekspansi Islam bukan saja ke barat melainkan juga ke Hindia. Dan mungkin
karena Hindia masih dianggap sebagai sumber kemajuan di Indonesia, atau
boleh juga karena pedagang2 Arab sudah banyak di Indonesia, berangsur2
Indonesia Barat, kemudian Indonesia Timur semuanya mulai mengaku Islam.

Nah, sejak awalnya Islam adalah bukan saja agama tapi juga organisasi
militer dan organisasi teror, dan hal ini mungkin tidak jelas pada awalnya,
behkan masih kabur sampai sekarang. Agama Hindu sangat toleran adanya.
Mau berdoa di rumah sembahyang? Boleh. Mau berdoa di liang2 pegunungan
Hindia Utara? Boleh. Mau ikut filsafah Jain? Boleh. Mau ikut pelajaran
Buddha? Boleh. Mau ikut filsafah yang berpendirian ateist (katakan "tidak
ada Allah")? Boleh. Mau menyembah Tuhan Yang Maha Esa? Boleh. Mau
menyembah seribu dewa? Boleh juga. Pokoknya kepercayaan itulah hak
peribadi dan tidak dipaksa. Tapi sekali2 bukan begitu halnya dengan Islam.
Malah Islam memaksa orang masuk agamanya, memaksa orang bersunat, dan
membunuh semua orang yang tidak mau segera mengaku Islam sebagai agamanya
dan menyangkal semua agama lainnya.

Beta kira orang2 Indonesia abad ke-15 (550 tahun lalu) masuk Islam karena
dua sebap, masing2 sbb:

a. Islam lebih jelas dan lebih mudah dipaham daripada Hindu atau Buddha,
dan banyak orang berhasil diyakinkan melalui penerangan dan khotbah. Di
mana2 di Indonesia ada kramat2, yakni kubur2 orang yang dianggap sebagai
orang suci yang membawa agama. Orang2 Arab biasa pintar dan linca, dan di
Indonesia justeru orang suka pintar dan linca. Ceritera2 Abu Nawas,
misalnya, sangat cocok dengan jiwa banyak orang Indonesia.

b. Dan raja2 Indonesia masuk Islam karena mereka tahu bahwa Islam adalah
suatu perserikatan militer yang dapat membelanya melawan raja2 Hindu dan
Kristen (karena pada waktu2 itu Portugis sudah mulai masuk juga).

Tapi beta (si penulis) kira banyak orang salah berhitung, karena mereka
kurang sadar bahwa Islam bukan seperti agama Hindu atau Buddha yang toleran
dan terbuka. Atau dengan kata lain, mereka terjebak, dan sekarang
anak-cucu-nya tidak bisa melepaskan diri dari genggam Islam, malah Islam
makin mencekik rakyat Indonesia, mengajar anak2 membenci sesama di
sekolah2nya, membakar gereja2 Kristen, dan pada akhirnya menuntut semua
orang harus takluk di bawah syariah. Berarti bukan saja tidak boleh makan
babi, harus sunat, harus berlutut tujuh kali, lima kali sehari, ke arah
Maka, tapi sekarang perempuan2nya jangan diperbolehkan sekolah, harus tutup
diri dengan pakaian panas dari kaki kepala, dsb. Republik Indonesia masih
terus pertahankan diri bukan negara Islam, tapi kalau lihat fakta2nya,
ternyata hukum syariah sudah mulai berlaku di mana, orang2 Islam bisa
merampok dan membakar rumah2 Kristen dan membunuh orang Kristen dengan
tidak takut pembalasan, sewaktu2 perempuan2 Cina Kristen bisa diperkosa di
hadapan umum, gereja2 bisa dibakar (ada yang dengan orang2nya di dalamnya),
dsb. Hal2 ini semuanya sangat berbahaya, pertama2 kepada orang yang bukan
Islam, tapi akhirnya kepada seluruh nusa dan bangsa, karena Islam adalah
agama yang membenci pengetahuan, mengajar orang membenci semua yang
"Kafir," atau non-Islam, dan menahan rakyatnya dalam ketakutan dan
kerendahan.

Mengapa beta (si penulis) berani menulis demikian? Buktinya limpah. Di
mana2 yang orang hidup dibawah sistem syariah, perempuan harus tutup diri
dari kaki sampai ke kepala. Perempuan tidak diperbolehkan bersekolah. Ada
yang perempuan dianggap tidak berjiwa (misalnya di dunia Magrib). Bangsa
Negro diperbudakkan. Perempuan hitam dijual-belih seperti kambingan di
pasar. Mereka sering dipertelanjangkan di hadapan umum dan kemaluannya
diperiksa seperti orang periksa tomat di pasar. Budak2 begini bisa dipukul
dan diperkosa, atau dijual kepada barang siapa saja.

Tapi bukti agung kesalahan Islam adalah hal dari negara2 Islam dalam
kurang-lebih seribu tahun belakangan ini kayaknya tidak ada satu pun
penemuan ilmiah. Dan pada zaman ini, yang penemuan2 baru pecah kiri-kanan
seperti jagung kering yang dipanggang, hampir2 tidak ada satu penemuan baru
yang pernah keluar dari negara2 Islam. Yang keluar hanyalah kabar
pembunuhan, pelukaan, penyiksaan, perkosaan, pemaksaan, dsb.

Nah, ini bukan berarti tidak ada orang Islam yang pinter. Pada zaman ini
juga kiri-kanan kita membaca nama2 Arab yang top dalam bidang2 ilmiah.
Tapi
pertanyaan yang selalu muncul adalah, "Luh, mengapa kok penemuan Islam2 ini
semuanya selalu terjadi di Inggeris dan di Amerika, dan bukan di Saudi
Arabia?"

Beta kira jawabannya semua orang tahu. Di bawah sistem Islam, penghasilan
manusia hampir nihil, tapi di negara2 barat mereka terbuka seperti kembang2
yang kena panas matahari. Semua orang membutuh kemerdekaan, tapi Islam
tidak segan merampas kemerdekaan. Perempuan adalah apa2 yang patut
dibanggakan, dan bukannya disunat dan di tutup seperti kucing dalam
karung.

Nah, kalau Islam memang terang, tenang, senang, benar, adil, pengasih,
dsb., seperti apa yang alim-ulama bilang, dan kalau negara2 Barat memang
Setan, luh mengapa orang2 Islam selalu belanjakan mobil Barat, Pakaian
Barat, dsb.? Mengapa tidak pesan semuanya dari Maka?

Sekali lagi jawabnya cukup jelas dan tidak perlu diulangi.

8. Kesimpulan.

Jadi sekarang bangsa Austronesia, yang kebanyakannya berada di Malaysia,
Indochina, dan bahagian barat Republik Indonesia, mau ke mana? Mau jaya
seperti dulu atau mau jadi bangsa ketutup Islam yang hujung jalannya tidak
ada harapan apa2?

Hei, bagitu dolo dari beta (si penulis), TetemanisMU yang tercinta di
Ka'u, Hawaii, USA!

.



Relevant Pages

  • Re: TERBUKTI Yesus itu Tuhan. Alkitab & Alquran menjelaskan FAKTANYA!
    ... Kita baca dalam Quran mengenai keesaan Allah: Surat 112:1 Katakanlah: ... Ikhlas yg adalah bab nomor 112 dari Quran: ... Theo dalam bhs yunani artinya Tuhan dan logy artinya mempelajari atau ... moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, Tuhan Yang Maha Esa ...
    (soc.culture.indonesia)
  • AMBURADUL-nya TAUHID islam, quran MERANCUKAN konsep tauhid islam ttg Alloh.
    ... Kita baca dalam Quran mengenai keesaan Allah: Surat 112:1 Katakanlah: ... Ikhlas yg adalah bab nomor 112 dari Quran: ... Theo dalam bhs yunani artinya Tuhan dan logy artinya mempelajari atau ... moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishak, Tuhan Yang Maha Esa ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Kontribusi Islam Terhadap Sains Adalah Mitos
    ... Bagaimana sains Yunani sampai kepada muslim? ... sana dibuat terjemahan ke bahasa latin dan menyebar ke seluruh Eropa. ... Pengetahuan Yunani telah membawa Eropa dari masa kegelapan ke jaman ... materi yang dikembangkan dari Alexandria ada pada tempat pertama. ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: izMy pracaya banget sama takayoooool
    ... mereka bisa kena tipu? ... sudah setuju harga dan barang. ... menjadfi bagian terpenting dari suatu agama yang jelas-jelas berbeda ...
    (soc.culture.indonesia)
  • =?iso-8859-1?q?Re:_Hikmah_Piala_Asia_oleh_C=E9sar_Chelala?=
    ... Bagi Hubungan Muslim-Barat yang Saling Asah, Asih, Asuh ... Jika halaman ini tidak tampil sebagaimana mestinya, ... bahasa Inggris dan bahasa Perancis. ...
    (soc.culture.indonesia)