PELAYANAN misi paulus KEDUA



PELAYANAN MISI PAULUS KEDUA
BACAAN ALKITAB


Kisah Para Rasul 16:1-40; 17:1-34; 18:1-17.
16:1 Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang
murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi
percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
16:2 Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di
Ikonium,
16:3 dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus
menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu,
sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
16:4 Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas
menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para
penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
16:5 Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama
makin bertambah besar jumlahnya.
16:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus
mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
16:7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia,
tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
16:8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
16:9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada
seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya:
"Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"
16:10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari
kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu
kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk
memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.
16:11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke
Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
16:12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini,
suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa
hari.
16:13 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur
tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami
duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-
perempuan yang ada berkumpul di situ.
16:14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut
mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang
beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia
memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
16:15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia
mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-
sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia
mendesak sampai kami menerimanya.
16:16 Pada suatu kali ketika kami pergi ke tempat sembahyang itu, kami
bertemu dengan seorang hamba perempuan yang mempunyai roh tenung;
dengan tenungan-tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.
16:17 Ia mengikuti Paulus dan kami dari belakang sambil berseru,
katanya: "Orang-orang ini adalah hamba Allah Yang Mahatinggi. Mereka
memberitakan kepadamu jalan kepada keselamatan."
16:18 Hal itu dilakukannya beberapa hari lamanya. Tetapi ketika Paulus
tidak tahan lagi akan gangguan itu, ia berpaling dan berkata kepada
roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari
perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.
16:19 Ketika tuan-tuan perempuan itu melihat, bahwa harapan mereka
akan mendapat penghasilan lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas,
lalu menyeret mereka ke pasar untuk menghadap penguasa.
16:20 Setelah mereka membawa keduanya menghadap pembesar-pembesar kota
itu, berkatalah mereka, katanya: "Orang-orang ini mengacau kota kita
ini, karena mereka orang Yahudi,
16:21 dan mereka mengajarkan adat istiadat, yang kita sebagai orang
Rum tidak boleh menerimanya atau menurutinya."
16:22 Juga orang banyak bangkit menentang mereka. Lalu pembesar-
pembesar kota itu menyuruh mengoyakkan pakaian dari tubuh mereka dan
mendera mereka.
16:23 Setelah mereka berkali-kali didera, mereka dilemparkan ke dalam
penjara. Kepala penjara diperintahkan untuk menjaga mereka dengan
sungguh-sungguh.
16:24 Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke
ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam
pasungan yang kuat.
16:25 Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan
menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain
mendengarkan mereka.
16:26 Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-
sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu
dan terlepaslah belenggu mereka semua.
16:27 Ketika kepala penjara itu terjaga dari tidurnya dan melihat
pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya hendak membunuh
diri, karena ia menyangka, bahwa orang-orang hukuman itu telah
melarikan diri.
16:28 Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan
celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!"
16:29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk
dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.
16:30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah
yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
16:31 Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau
akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
16:32 Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua
orang yang ada di rumahnya.
16:33 Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh
bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri
dibaptis.
16:34 Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan
kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya
telah menjadi percaya kepada Allah.
16:35 Setelah hari siang pembesar-pembesar kota menyuruh pejabat-
pejabat kota pergi kepada kepala penjara dengan pesan: "Lepaskanlah
kedua orang itu!"
16:36 Kepala penjara meneruskan pesan itu kepada Paulus, katanya:
"Pembesar-pembesar kota telah menyuruh melepaskan kamu; jadi keluarlah
kamu sekarang dan pergilah dengan selamat!"
16:37 Tetapi Paulus berkata kepada orang-orang itu: "Tanpa diadili
mereka telah mendera kami, warganegara-warganegara Roma, di muka umum,
lalu melemparkan kami ke dalam penjara. Sekarang mereka mau
mengeluarkan kami dengan diam-diam? Tidak mungkin demikian! Biarlah
mereka datang sendiri dan membawa kami ke luar."
16:38 Pejabat-pejabat itu menyampaikan perkataan itu kepada pembesar-
pembesar kota. Ketika mereka mendengar, bahwa Paulus dan Silas adalah
orang Rum, maka takutlah mereka.
16:39 Mereka datang minta maaf lalu membawa kedua rasul itu ke luar
dan memohon, supaya mereka meninggalkan kota itu.
16:40 Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia;
dan setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan
mereka, berangkatlah kedua rasul itu.

17:1 Paulus dan Silas mengambil jalan melalui Amfipolis dan Apolonia
dan tiba di Tesalonika. Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.
17:2 Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu. Tiga hari Sabat
berturut-turut ia membicarakan dengan mereka bagian-bagian dari Kitab
Suci.
17:3 Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias
harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, lalu ia berkata:
"Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu."
17:4 Beberapa orang dari mereka menjadi yakin dan menggabungkan diri
dengan Paulus dan Silas dan juga sejumlah besar orang Yunani yang
takut kepada Allah, dan tidak sedikit perempuan-perempuan terkemuka.
17:5 Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu
oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar,
mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu
rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada
sidang rakyat.
17:6 Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret
Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil
berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah
datang juga ke mari,
17:7 dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua
bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa
ada seorang raja lain, yaitu Yesus."
17:8 Ketika orang banyak dan pembesar-pembesar kota mendengar semuanya
itu, mereka menjadi gelisah.
17:9 Tetapi setelah mereka mendapat jaminan dari Yason dan dari
saudara-saudara lain, mereka pun dilepaskan.
17:10 Tetapi pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ
menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ
pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi.
17:11 Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada
orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu
dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab
Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.
17:12 Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit
di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani.
17:13 Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu, bahwa
juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, datang
jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak.
17:14 Tetapi saudara-saudara menyuruh Paulus segera berangkat menuju
ke pantai laut, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di Berea.
17:15 Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena,
lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka
selekas mungkin datang kepadanya.
17:16 Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih
hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung
berhala.
17:17 Karena itu di rumah ibadat ia bertukar pikiran dengan orang-
orang Yahudi dan orang-orang yang takut akan Allah, dan di pasar
setiap hari dengan orang-orang yang dijumpainya di situ.
17:18 Dan juga beberapa ahli pikir dari golongan Epikuros dan Stoa
bersoal jawab dengan dia dan ada yang berkata: "Apakah yang hendak
dikatakan si peleter ini?" Tetapi yang lain berkata: "Rupa-rupanya ia
adalah pemberita ajaran dewa-dewa asing." Sebab ia memberitakan Injil
tentang Yesus dan tentang kebangkitan-Nya.
17:19 Lalu mereka membawanya menghadap sidang Areopagus dan
mengatakan: "Bolehkah kami tahu ajaran baru mana yang kauajarkan ini?
17:20 Sebab engkau memperdengarkan kepada kami perkara-perkara yang
aneh. Karena itu kami ingin tahu, apakah artinya semua itu."
17:21 Adapun orang-orang Atena dan orang-orang asing yang tinggal di
situ tidak mempunyai waktu untuk sesuatu selain untuk mengatakan atau
mendengar segala sesuatu yang baru.
17:22 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-
orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah
kepada dewa-dewa.
17:23 Sebab ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat
barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan
tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa
mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.
17:24 Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang
adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan
tangan manusia,
17:25 dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia
kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan
segala sesuatu kepada semua orang.
17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat
manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-
musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka,
17:27 supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan
menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing.
17:28 Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti
yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini
dari keturunan Allah juga.
17:29 Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh
berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu,
ciptaan kesenian dan keahlian manusia.
17:30 Dengan tidak memandang lagi zaman kebodohan, maka sekarang Allah
memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus
bertobat.
17:31 Karena Ia telah menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan
adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya,
sesudah Ia memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu
dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati."
17:32 Ketika mereka mendengar tentang kebangkitan orang mati, maka ada
yang mengejek, dan yang lain berkata: "Lain kali saja kami mendengar
engkau berbicara tentang hal itu."
17:33 Lalu Paulus pergi meninggalkan mereka.
17:34 Tetapi beberapa orang laki-laki menggabungkan diri dengan dia
dan menjadi percaya, di antaranya juga Dionisius, anggota majelis
Areopagus, dan seorang perempuan bernama Damaris, dan juga orang-orang
lain bersama-sama dengan mereka.

18:1 Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus.
18:2 Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila,
yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila,
isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua
orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka.
18:3 Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal
bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka
sama-sama tukang kemah.
18:4 Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan
berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.
18:5 Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan
sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian
kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias.
18:6 Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia
mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah
darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak
bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa
lain."
18:7 Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama
Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya
berdampingan dengan rumah ibadat.
18:8 Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada
Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang
Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan
memberi diri mereka dibaptis.
18:9 Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu
penglihatan: "Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan
diam!
18:10 Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan
menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini."
18:11 Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan dan
ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka.
18:12 Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah
orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke
depan pengadilan.
18:13 Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah
kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat."
18:14 Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada
orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya
dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah
sepatutnya aku menerima perkaramu,
18:15 tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau
nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu
sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang
demikian."
18:16 Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan.
18:17 Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat,
lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali
tidak menghiraukan hal itu.



Setelah beberapa lama beristirahat dan mengajar di jemaat Antiokia,
pikiran Paulus MULAI tertuju lagi kepada pekerjaannya di antara bangsa-
bangsa lain, sehingga ia mengusulkan kepada Barnabas, "Baiklah kita
kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah
memberitakan Firman Tuhan, untuk melihat bagaimana keadaan
mereka." (Kisah Para Rasul 15:36)

Barnabas ingin membawa Yohanes Markus beserta mereka lagi. Namun,
Paulus tidak setuju membawa orang muda yang telah meninggalkan mereka
sebelumnya. Jadi, Barnabas dan Paulus memutuskan untuk pergi secara
terpisah. Kita mengetahui bahwa Barnabas membawa Yohanes Markus dan
berlayar ke Siprus, sedangkan Paulus memilih Silas dan memulai
perjalanan misinya yang kedua.



1. MENGUNJUNGI GEREJA-GEREJA


Pertama, Paulus dan Silas tiba di Derbe. Kemudian mereka meneruskan ke
Listra dan bertemu dengan Timotius di sana. Timotius sebagai seorang
Kristen yang baru, telah membuat perkembangan yang luar biasa di dalam
iman Kristen dan menunjukkan bakat yang besar sebagai seorang
pemimpin. Timotius adalah setengah orang Yahudi dan belum disunat.
Paulus menginginkan supaya Timotius bisa ikut bersama mereka dalam
perjalanan ini. Untuk menghindari kritikan dari orang-orang Yahudi di
sana, Paulus menyuruh Timotius untuk disunat. Kita hanya tahu sedikit
tentang pekerjaan mereka di Listra kecuali ini: "Demikianlah jemaat-
jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar
jumlahnya." (Kisah Para Rasul 16:5)

Ketika Paulus tiba di Pisidia, dia merencanakan untuk pergi ke bagian
lain di Asia. Tetapi, Roh Kudus tidak mengizinkan mereka pergi ke
sana. Oleh karena itu, ia berbelok ke utara menuju Frigia dan Galatia.
Di tempat ini Paulus dan kawan-kawannya memberitakan Firman Allah dan
mendirikan jemaat baru. Kemudian, Paulus merencanakan untuk pergi dari
daerah ini menuju Bitinia, tetapi sekali lagi Roh Kudus tidak
mengizinkan mereka ke sana, sehingga mereka harus pergi ke arah barat.
Kemudian, Paulus, Silas dan Timotius tiba di Troas setelah melintasi
Misia.

Suatu malam ketika mereka di Troas, tampaklah oleh Paulus suatu
penglihatan. Ada seorang dari Makedonia berdiri di situ dan memanggil
dia supaya menyeberang ke tanah itu dan menolong mereka. Penglihatan
itu begitu nyata sehingga Paulus membuat kesimpulan bahwa itu adalah
suara Tuhan. Kemudian mereka mengadakan perjalanan menyeberangi laut
menuju ke benua Eropa. Rupanya Lukas bergabung dengan kelompok ini di
Troas.



2. DI FILIPI


Paulus dan kawan-kawannya tiba di Neapolis dan berjalan sejauh 16
kilometer menuju ke Filipi. Pada hari Sabat menyusuri sungai di mana
ada tempat sembahyang orang Yahudi. Di sana mereka bertemu dengan
sekelompok wanita. Mereka memberitakan Firman Allah kepada para wanita
ini. Salah satu dari mereka adalah seorang penjual kain ungu. Namanya
Lidia. Dia menerima Firman yang disampaikan para rasul dan menjadi
seorang Kristen. Dia menunjukkan imannya dengan bersedia dibaptis dan
menuntun seluruh anggota keluarganya untuk percaya dan dibaptis.
Selama tinggal di kota itu, wanita ini meminta Paulus dan rekan-
rekannya menjadi tamu dan menginap di rumahnya. Dari sini, jemaat
Filipi dibangun dan orang dari daratan Eropa yang bertobat dan pertama
kali menjadi Kristen adalah seorang wanita.

Di tempat itu ada juga seorang hamba perempuan yang mempunyai roh
tenung yang suka mengikuti Paulus dan kawan-kawannya setiap hari.
Dengan hasil tenungannya tuan-tuannya memperoleh penghasilan besar.
Bacalah Kisah Para Rasul 16:16-24. Paulus menyembuhkan wanita ini dan
dia menjadi seorang Kristen. Melihat harapan mereka untuk mendapat
penghasilan lenyap, maka marahlah tuan-tuan wanita itu. Lalu mereka
menangkap Paulus dan Silas dan membawa mereka ke hadapan penguasa.
Paulus dan Silas berkali-kali didera dan dimasukkan ke dalam penjara.



3. KEPALA PENJARA


"Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang
penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan
yang kuat." (Kisah Para Rasul 16:24)

Kira-kira tengah malam pada saat Paulus dan Silas sedang berdoa dan
menyanyikan lagu puji-pujian bagi Allah dan para tahanan lain
mendengarkan mereka, tiba-tiba terjadilah gempa bumi yang hebat, yang
cukup kuat untuk menggoncangkan seluruh penjara itu. Seketika itu
semua pintu terbuka dan terlepaslah semua rantai yang membelenggu
setiap orang di penjara itu. Ketika kepala penjara terbangun dari
tidurnya dan melihat semua pintu terbuka, ia menyangka para tahanan
telah melarikan diri. Ketika ia hendak bunuh diri sebab menyangka para
tahanan telah melarikan diri, Paulus berkata kepadanya, "Jangan
celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini." (Kisah Para
Rasul 16:28)

Kepala penjara itu meminta untuk dibawakan suluh atau penerangan dan
berlari masuk ke dalam. Dengan gemetar ia tersungkur di hadapan Paulus
dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar sambil berkata, "Tuan-tuan,
apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Jawab mereka:
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau
dan seisi rumahmu." (Kisah Para Rasul 16:30-31)

Kemudian, mereka memberitakan Firman Tuhan kepada dia dan seisi
rumahnya. Pada waktu malam itu juga kepala penjara membawa Paulus dan
Silas dan membersihkan luka-luka mereka. Seketika itu juga, ia dan
keluarganya memberi diri untuk dibaptis. Kemudian, ia membawa Paulus
dan Silas ke rumahnya dan menghidangkan mereka makanan. Ia dan seisi
rumahnya sangat bersukacita sebab mereka boleh percaya kepada Allah.
Pembesar-pembesar kota mengetahui bahwa Paulus dan Silas adalah
warganegara Romawi. Mereka menyadari bahwa mereka dalam bahaya karena
telah mendera dua orang itu. Walikota itu datang dan meminta maaf
kepada Paulus dan Silas, lalu menyuruh mereka meninggalkan penjara.
Mereka meminta Paulus dan Silas meninggalkan kota itu. Tetapi, Paulus
dan Silas pergi ke rumah Lidia untuk bertemu dengan saudara-saudara
Kristen di sana dan memberi mereka semangat untuk meneruskan pekerjaan
mereka di Filipi.



4. TESALONIKA


Dari Filipi, Paulus dan Silas pergi ke Tesalonika. Selama tiga hari
Sabat berturut-turut Paulus memberitakan Firman Allah di rumah ibadat
Yahudi dan berhasil memenangkan banyak orang Yahudi dan Yunani kepada
iman Kristen. Sekali lagi, orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan
membuat keributan. Tetapi walapun begitu, para rasul berhasil
mendirikan jemaat yang kuat sebelum mereka diusir ke luar dari kota
itu.



5. BEREA


Dari Tesalonika Paulus dan Silas pergi ke Berea. Orang-orang di sana
mendengarkan rasul Paulus dan kemudian mempelajari Kitab Suci untuk
membuktikan kebenaran yang dikatakan oleh rasul itu. Banyak orang
Yahudi dan Yunani percaya dan menjadi orang Kristen. Ketika orang-
orang di Tesalonika mendengar tentang keberhasilan rasul Paulus,
mereka marah dan pergi ke Berea untuk mengusir mereka. Lalu, Paulus
pergi meninggalkan Berea, tetapi Silas dan Timotius tetap tinggal di
sana.

Beberapa teman Paulus membawanya menuju pantai laut dan meneruskan
sampai ke Atena. Ketika teman-teman itu pulang ke Berea, Paulus
mengirimkan pesan untuk Silas dan Timotius supaya mereka secepat
mungkin datang ke Atena.



6. Di ATHENA


Atena adalah kota yang indah. Kota ini merupakan kota sejarah, seni,
budaya dan filsafat. Pada saat Paulus berjalan-jalan di kota itu, ia
melihat banyak kuil, tempat suci, mezbah, dan patung. Hatinya sakit
melihat semuanya ini. Kemudian ia melihat sebuah mezbah dengan
tulisan: KEPADA ALLAH YANG TAK DIKENAL. Ketika ia melihat itu, ia
menyadari bahwa orang-orang di sana telah lama mencari Allah yang
hidup dan benar. Paulus tidak bermaksud untuk memberitakan Firman di
Atena, namun, sekarang ia tidak dapat berdiam diri lebih lama lagi. Ia
harus menyatakan kebenaran tentang Tuhan dan Juru Selamat yang
sesungguhnya.

Paulus mulai memberitakan Firman Allah di rumah ibadat dan pasar. Pada
saat ia memberitakan Firman Allah, orang-orang mulai mendengarkannya.
Sesudah itu, ia pun dibawa ke dewan kota itu. Ia mengatakan kepada
mereka bahwa Allah yang ia kenal adalah Pencipta langit dan bumi dan
semua kehidupan dan kekuatan berasal daripada- Nya. Selanjutnya,
Paulus menjelaskan tentang arti pentingnya pertobatan dan percaya
kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah bangkit dari kubur. Saat ia
mulai berbicara tentang kebangkitan dari kematian, orang-orang itu
mulai tertawa dan mengejeknya. Tetapi yang lain berkata. "Kami ingin
mendengar engkau berbicara mengenai hal ini lagi." Ada beberapa orang
dari mereka yang percaya.



7. KORINTUS


Ketika Paulus mengunjungi Korintus pada sekitar tahun 50 atau 51, ia
sama sekali tidak tahu bahwa Allah akan memakainya untuk menghasilkan
suatu jemaat yang besar dan berpengaruh di kota yang modern ini. la
juga tidak tahu bahwa kota ini akan menyaksikan lahirnya kesusasteraan
Kristen. Dari pandangan manusia hal ini sama sekali tidak mungkin.

Memang, jika rasul besar ini telah dipengaruhi oleh hal-hal yang baru
saja dialaminya, ia akan menjadi kecil hati, karena sebagaimana telah
kita lihat, misinya ke Atena tidak merupakan sukses yang langsung dan
berhasil. Dan sekarang di Korintus ia akan berhadapan dengan cemoohan
orang-orang Yunani yang sama seperti yang pernah dihadapinya di Bukit
Mars.
Tetapi Paulus percaya pada iman, bukan pada pengalaman! Dan
demikianlah, pada saat ia berjalan masuk ke dalam rumah Laus Julia
Corinthiensis -- nama seorang pejabat Romawi -- pintu-pintu mulai
terbuka lebar di hadapannya. Sebenarnya, dilihat dari banyak segi,
perjalanan Paulus ke Kota Korintus merupakan salah satu perjalanan
yang paling berhasil dalam sejarah.

Untung bagi kita, reruntuhan Korintus masih ada dan orang masih dapat
melihat sebagian dari pemandangan yang sama, dan merasakan tekanan-
tekanan yang sama seperti yang dilihat dan dirasakan oleh Paulus.
Demikian juga, orang bahkan dapat membaca nama seseorang yang telah
bertobat dipahat di atas sebuah batu. Nama yang terpahat ini merupakan
suatu petunjuk bahwa banyak orang-orang terkemuka di Korintus yang
dimenangkan kepada Kristus melalui khotbahnya.

Kota Korintus kuno -- kota yang dikenal Paulus -- letaknya kurang
lebih 50 mil sebelah barat Kota Atena. Sekarang suatu jalan raya yang
megah menghubungkan kedua kota ini.

Pada jalan raya yang modern ini, persis sebelum Anda sampai di kota
Korintus, Anda akan menyeberangi Terusan Korintus. Terusan yang
panjangnya 4 mil ini memotong suatu genting tanah yang menghubungkan
Peloponnesus ke Attica. Terusan ini memperpendek jarak sejauh 200 mil
yang harus ditempuh kapal-kapal dari Pelabuhan Adriatic ke Piraeus --
pelabuhan laut Atena.

Nero merencanakan terusan ini pada tahun 66 -- beberapa bulan sebelum
Paulus dihukum mati, jika orang percaya pada tradisi terakhir di kota
Roma modern yang menyatakan bahwa Paulus meninggal pada tahun itu.
H.V. Morton menerangkan kejadian itu sebagai berikut: "Pada suatu hari
yang sudah ditentukan, Kaisar Nero meninggalkan Korintus dengan
diiringi oleh pengawal-pengawalnya yang gagah dan ketika ia sampai di
sisi terusan itu, ia mengambil sebuah lyre (alat musik kuno berbentuk
seperti harpa) dan menyanyikan sebuah lirik untuk menghormati Dewa
Neptune dan Amphitrite. Kemudian ia memegang sebuah sekop emas. Sesuai
dengan alunan musik, ia menancapkan sekop itu ke dalam tanah dan
cidukan tanah serta rumput yang ada di dalam sekop itu dimasukkan ke
dalam sebuah keranjang yang digendong di punggungnya. Kemudian ia
memberikan ceramah di hadapan para buruh, di antaranya ada 6000 orang
Yahudi yang baru ditangkap oleh Vespasianus dari desa-desa di sisi
Danau Galilea, ketika pecah perang antara orang Yahudi melawan bangsa
Romawi." Mengherankan bahwa pekerjaan menggali Terusan Korintus itu
dimulai oleh tawanan-tawanan perang Yahudi yang nenek moyangnya pasti
telah mendengarkan khotbah Tuhan Yesus di Laut Galilea.

Tetapi Nero meninggalkan proyek ini. Ia melakukan hal ini mungkin
karena suatu takhyul bahwa laut yang di sebelah kiri lebih tinggi
daripada laut yang di sebelah kanan. Dua tahun kemudian ia membunuh
diri.

Terusan yang ada sekarang dimulai pembangunannya oleh Perancis pada
tahun 1882 dan diselesaikan oleh orang Yunani 11 tahun kemudian. Pada
masa Paulus, orang Romawi menggunakan suatu sistem yang luar biasa
untuk menyeberangi genting tanah itu. Mereka menggerakkan kapal dari
satu sisi ke sisi lain dengan menggunakan alat-alat penggulung!

Menurut bukti-bukti yang ada dalam Perjanjian Baru, Paulus sendirian
ketika ia mendekati kota ini. Timotius dan Silwanus telah dikirim ke
Makedonia untuk memeriksa gereja-gereja di Filipi dan Tesalonika. Kota
Korintus yang didatangi Paulus merupakan sebuah kota yang baru.
Umurnya baru sekitar seratus tahun.

Tetapi daerah yang ditempati kota itu telah dihuni sejak tahun 5.000
s.M. Terletak pada suatu daerah yang strategis untuk perdagangan,
dilengkapi dengan persediaan air yang cukup, dan dikelilingi oleh
Dataran Korintus yang subur, kota ini merupakan suatu tempat ideal
untuk hidup.

Segi lain yang menarik bagi penghuninya adalah Pegunungan Akrokorintus
yang berwarna coklat yang menjulang 1875 kaki di belakang kota itu.
Batu karang yang besar ini berfungsi sebagai menara pengintai untuk
menyelidiki musuh. Tempat ini juga merupakan suatu tempat yang
menyenangkan untuk mengungsi. Dan kemudian nama Korintus asal mulanya
dari nama tempat itu. Korintus berarti pengawasan atau penjaga.

Sekelompok besar orang Yunani pertama yang pindah ke sana kira-kira
tahun 1.000 s.M. Sejak saat itu, Kota Korintus tumbuh sampai menjadi
kota yang terbesar di Yunani. Tetapi Korintus tidak dapat
mempertahankan kedudukannya sebab antara abad keenam dan kelima s.M.,
Kota Atena mempunyai lebih banyak perdagangan dengan luar negeri dan
Korintus menjadi kota nomor dua. Walaupun demikian, Korintus tetap
merupakan kota yang makmur sampai tahun 146 s.M. Pada tahun ini konsul
Romawi menyerang. Ia menduduki dan menghancurleburkan kota itu. Kaum
pria dijagal, kaum wanita dan anak-anak dijual sebagai budak.

Setelah bencana ini, kota yang hancur dijarah ini tetap tidak berubah
sampai hampir 100 tahun.

Tetapi riwayat kota Korintus yang gigih ini belum berakhir. Pada tahun
44 s.M. Caesar Yulius membangun kembali kota ini sebagai sebuah koloni
Romawi. Kemudian ia membawa orang-orang merdeka dan penghuni-penghuni
dari Italia ke tempat itu. Dengan cepat kekuatan yang telah menjadikan
kota ini menjadi besar pada waktu sebelumnya mulai tumbuh lagi, dan
pada waktu Paulus datang ke tempat itu, diperkirakan bahwa Korintus
bersama kedua pelabuhannya memiliki jumlah penduduk hampir 600.000
orang.

Kota Korintus yang disaksikan oleh Paulus merupakan suatu kota baru
yang dibangun di atas jalan Romawi. Jalan Lechaion, misalnya, lebarnya
13 meter. Jalanan ini dilapisi oleh batu-batuan keras yang diambil
dari "batu gamping yang berwarna muda dari pertambangan daerah
Akrokorintus". Pada setiap sisi jalan dibangun trotoar dan selokan-
selokan untuk menampung saluran air hujan dari atap rumah-rumah. Dan
bilamana ada jalanan mendaki yang curam, dibuat anak tangga yang lebar
dan mudah didaki. Jalanan ini khusus untuk para pejalan kaki. Jadi
bekas-bekas roda yang merusak jalan-jalan di Kota Pompeii tidak
kelihatan di Jalan Lechaion.

Kota ini mempunyai reputasi buruk karena hal-hal yang amoral. Pada
bagian belakang dari suatu deretan tiang penopang atap yang panjangnya
100 kaki, ada tiga puluh empat kedai minuman. Di kota itu ada banyak
kelap malam dan pada puncak dari Akrokorintus ada kuil Dewi Aphrodite.
Dalam kuil ini ada seribu imam wanita yang bertugas sebagai pelacur.

Reputasi Korintus di kerajaan itu begitu buruk sehingga perkataan
"Korintus" sering dipakai untuk menyindir seseorang. Istilah ini
dipakai untuk mengatakan keadaan amoral yang bejat.

Tanpa suatu badan pengurus untuk mendapatkan bantuan keuangan, Paulus
harus memperoleh penghasilan. Tetapi hal ini mudah dilakukan di
Korintus yang merupakan pusat industri tekstil Yunani. la segera dapat
bekerja sebagai anggota staf Akwila dan Priskila. Pasangan ini
menjalankan perusahaan pembuatan tenda. Mereka baru saja diusir dari
Roma karena ada maklumat dari Caesar Claudius terhadap orang-orang
Yahudi, jadi mereka senang membantu seorang asing di kota besar itu.
Mungkin juga bahwa mereka telah menjadi orang Kristen ketika berada di
Roma.

Tak lama kemudian Paulus mulai berkhotbah di rumah-rumah ibadat.
Kemudian Timotius dan Silwanus muncul dengan laporan yang penuh
semangat dari Makedonia. Gereja-gereja yang baru didirikan berjalan
lancar. Karena gembiranya mendengar kabar baik ini, Paulus berkhotbah
dengan semangat yang lebih besar dan "memberi kesaksian .... bahwa
Yesus adalah Mesias" (Kisah para Rasul 18:5).

Tetapi sekali lagi orang Yahudi tidak dapat menerima pernyataan
seperti itu. Dan begitulah, rumah ibadat itu tertutup bagi Paulus.
Tetapi segera pintu yang lain terbuka, yaitu di rumah Titus Yustus,
seorang Romawi yang memeluk agama Yahudi, "yang rumahnya berdampingan
dengan rumah ibadat" (Kisah para Rasul 18:7).

Paulus langsung berhasil di tempat itu. "Tetapi Krispus, kepala rumah
ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi
rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan
pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka
dibaptis" (Kisah para Rasul 18:8).

Tetapi kemenangan-kemenangan di Korintus itu tidak dapat melupakan
pikiran Paulus tentang keadaan di Makedonia. Gereja yang baru lahir
itu masih dekat di hatinya. Akhirnya, karena ia tidak dapat bertahan
untuk berpisah lebih lama lagi, ia menulis: "Dari Paulus, Silwanus dan
Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika" (1Tesalonika 1:1).

Pada waktu itu Paulus mungkin belum menyadarinya, tetapi perkataan-
perkataannya itu merupakan perkataan-perkataan pertama yang
ditulisnya, yang akan dimasukkan ke dalam Perjanjian Baru kita. Surat
ini ditulis pada kira-kira tahun 50 -- dan kita dapat menjadi agak
dogmatis tentang waktunya. Mengapa? Sebab dalam Kisah para Rasul 18
kita membaca: "Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya,
bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu
membawa dia ke depan pengadilan ... Ketika Paulus hendak mulai
berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-
orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau
kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu, tetapi kalau
hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum
yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri
mengurusnya ...." (ayat 12-15).

Masalahnya sekarang ialah bagaimana menentukan kapan Galio menjadi
gubernur di Akhaya. Untunglah, hal ini mungkin dilakukan karena adanya
sebuah prasasti yang diketemukan di Delphi. Dari prasasti itu jelas
dituliskan bahwa masa jabatan Galio lebih singkat, hanya sampai saat
itu. Malang bagi Galio bersama dua saudara laki-lakinya, Mela dan
Seneca, yang dihukum mati kira-kira tahun 66 atas perintah Nero,
walaupun Seneca itu pernah menjadi guru Nero. (Galio dipaksa untuk
bunuh diri, dan ia melakukannya dengan memotong urat-urat nadinya dan
kemudian berbaring di bak mandi yang diisi air panas. Ini merupakan
cara yang populer pada waktu itu.)

Tetapi Kitab-kitab Tesalonika 1 dan 2 tidak hanya terdiri dari surat-
surat yang ditulis Paulus ketika ia berada di Korintus. Ketika dalam
perjalanan pekabaran Injilnya yang ketiga, Paulus kembali ke Korintus
dan menulis karyanya yang paling lama dan paling berpengaruh -- Kitab
Roma.

Yang mengherankan ialah ketika Paulus menulis kepada Jemaat Korintus,
ia mengatakan, "Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di
antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus" (1Korintus
1:14). Dan kemudian pada bagian akhir Kitab Roma, ia menyebutkan Gayus
sebagai tuan rumahnya. Dengan demikian, ada suatu bukti yang kuat
bahwa Paulus menulis -- atau mendiktekan -- naskah itu sementara ia
menginap di salah seorang yang sudah dibaptiskannya.
Kitab Roma menentang banyak hal tentang perbuatan yang amoral, dan
seseorang dapat dengan mudah membayangkan bahwa Paulus mengarangnya
setelah ia berjalan-jalan dan melihat-lihat kuil Dewi Aphrodite yang
terletak di puncak Akrokorintus.
Pada bab terakhir Kitab Roma di mana Paulus memberi penghargaan kepada
Gayus (16:23) ia juga berkata, "Salam kepada kamu dari Erastus,
bendahara negeri ...."

Sekarang pada salah satu bagian reruntuhan Kota Korintus ada sebuah
prasasti yang bertuliskan: “ERASTVS PRO AEDILITATE S P STRAVIT”
Kalau diterjemahkan dari bahasa Latin, artinya: "Erastus, sebagai
balasan atas kedudukannya selaku komisaris jalan dan bangunan umum,
mendirikan trotoar ini dengan biayanya sendiri."

Apakah Erastus ini yang dimaksudkan oleh Paulus? Banyak penyelidik
berpendapat demikian. Setidaknya para ahli purbakala berpikir bahwa
prasasti ini sudah ada satu abad setelah Kristus.

Sekarang ada Kota Korintus yang baru. Letaknya agak sebelah timur kota
yang lama. Tetapi karena satu dan lain hal, kota ini hanya berpenduduk
10.000 orang.

(Sumber : Charles Ludwig , KOTA-KOTA PADA ZAMAN PERJANJIAN BARU, Kalam
Hidup, Bandung, 1975, Halaman : 41 – 49)


-----



DI KORINTUS


Kemudian Paulus meninggalkan Atena dan pergi ke Korintus. Korintus
adalah kota yang kaya dan kuat, tetapi kota ini juga kota yang penuh
dengan dosa. Banyak orang Yahudi yang diusir dari Roma oleh kaisar,
tinggal di kota ini. Salah satu dari orang-orang ini adalah Akwila dan
istrinya Priskila. Mereka bekerja sebagai tukang kemah. Di Korintus,
mereka memulai usaha membuat kemah. Ketika Paulus tiba di Korintus, ia
perlu bekerja kembali membuat kemah supaya dapat mencukupi kebutuhan
hidupnya. Karena itulah ia bertemu dengan Akwila dan Priskila. Ia
tinggal bersama-sama dengan mereka, dan setiap hari Sabat ia pergi ke
rumah ibadat untuk memberitakan Firman Allah kepada orang Yahudi dan
Yunani. Paulus terus bersaksi kepada orang-orang Korintus. Ia memiliki
teman-teman baru, mencukupi kehidupannya dengan bekerja dan
memberitakan Firman Allah serta mengajar di mana pun ada kesempatan.

Paulus sangat bersukacita ketika Silas dan Timotius datang dari
Makedonia. Mereka memberitahukan kepadanya bahwa jemaat di Tesalonika
kuat imannya dalam Tuhan. Hal ini memberikan semangat baru kepada
pekerjaan Paulus di Korintus.



8. TETAP DI KORINTUS


Pekerjaan Paulus di Korintus menjadi semakin kuat sehingga orang-
orang Yahudi mulai membuat masalah dengannya lagi. Permasalahan itu
begitu besarnya sehingga Paulus berkata kepada mereka, "Biarlah
darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak
bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa
lain." (Kisah Para Rasul 18:6)

Ia pergi ke rumah Titus Yustus yang terletak di sebelah rumah ibadat.
Krispus, kepala rumah ibadat itu, percaya kepada Kristus bersama-sama
dengan seisi keluarganya. Banyak orang percaya dan dibaptis.

Pada suatu malam Paulus menerima sebuah penglihatan dari Allah dan
Allah berfirman bahwa Ia akan selalu memberikan perlindungan dan
bimbingan kepadanya. Maka Paulus menetap di sana satu setengah tahun
lamanya, mengajarkan Firman Allah di tengah-tengah mereka (Kisah Para
Rasul 18:11).

Akan tetapi, ketika Galio menjadi gubernur, orang-orang Yahudi
berusaha mengusir Paulus dari Korintus. Lalu, ia dibawa ke hadapan
Galio. Di sana orang Yahudi menuduh Paulus telah mengajarkan ajaran
yang bertentangan dengan Hukum Taurat. Tetapi, Galio berkata kepada
mereka bahwa ia tidak mau mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan
agama. Persidangan itu dibubarkan dan orang-orang Yahudi itu diusir
keluar.

Paulus berada di Korintus selama dua tahun dan ia telah melakukan
banyak hal di kota yang jahat ini. Tetapi sudah waktunya ia kembali
pulang. Sekarang ia sadar bahwa ia perlu membantu para jemaat supaya
mereka menjadi kuat dan tidak goyah. Pada saat inilah ia menulis surat
pertamanya kepada jemaat di Tesalonika.



9. SURAT-SURAT PAULUS


Paulus melakukan beberapa hal yang terpenting dalam pelayanannya
melalui surat-suratnya. Surat-surat ini tidak hanya penting bagi
jemaat pada masa itu, tetapi penting juga untuk jemaat pada masa
sekarang ini.

Surat-surat Paulus adalah:
1. 1 dan 2 Tesalonika. Ditulis pada 52-53 Masehi. Surat-surat ini
mengajarkan tentang kedatangan Kristus yang kedua kalinya.
2. 1 dan 2 Korintus, Galatia, dan Roma. Ditulis pada 55-58 Masehi.
Surat-surat Paulus ini mengajarkan tentang keselamatan yang kita
terima melalui iman kepada Kristus.
3. Filipi, Filemon, Kolose, dan Efesus. Ditulis pada 60-63 Masehi.
Surat-surat ini mengajarkan kepada kita tentang pribadi Yesus
Kristus.
4. 1 dan 2 Timotius dan Titus. Ditulis pada 65-67 Masehi. Surat-surat
ini mengajarkan tentang bagaimana mengatasi masalah yang berhubungan
dengan para jemaat dan gembalanya.


Dengan mempelajari surat-surat ini, kita dapat melihat beberapa
masalah yang dihadapi jemaat mula-mula.


Masalah-masalah itu adalah:

• Mereka tidak memiliki bangunan gereja. Baru setelah abad kedua
jemaat Kristen memiliki gedung sendiri untuk beribadah. Sebelumnya
mereka harus bertemu di rumah-rumah. Seringkali mereka bertemu di gua-
gua atau tempat terbuka atau mungkin di gedung pertemuan yang mereka
sewa.
• Hari Minggu bukanlah libur yang resmi. Para anggota gereja harus
tetap bekerja pada hari ibadah. Waktu ibadah biasanya pagi-pagi sekali
atau larut malam setelah selesai bekerja.
• Mereka tidak memiliki alat-alat bantu dalam ibadah, seperti kita
sekarang. Misalnya, mereka tidak memiliki Alkitab yang bisa dipakai
oleh semua anggota jemaat. Mereka tidak memiliki buku puji-pujian
ataupun bahan bacaan lain seperti yang kita miliki sekarang.
• Mereka tidak memiliki pekerja dan pemimpin yang terlatih. Mereka
banyak bergantung pada para pengajar dan pengkhotbah yang kurang
mampu, kecuali pada waktu Paulus, Timotius, Silas, atau lainnya tingal
bersama-sama dengan mereka.


Paulus telah mengunjungi banyak tempat dan memberitakan Firman Allah
selama tiga tahun, dan ia tidak sabar untuk kembali ke Antiokia.
Paulus meninggalkan Korintus bersama-sama dengan Akwila dan Priskila.
Lalu, ia berhenti di Efesus dan memberitakan Firman Allah di sana.
Akwila dan Priskila tinggal di Efesus. Setelah itu ia pergi ke
Yerusalem untuk waktu yang tidak lama, lalu ke Antiokhia. Sekali lagi
ia mendapatkan kesempatan untuk melaporkan perjalanannya yang luar
biasa di mana Tuhan telah memberkati pekerjaan mereka di antara bangsa-
bangsa lain di daerah barat.



10. STUDI KHUSUS : STRATEGI PAULUS DALAM PEKABARAN INJIL


Mungkin Pauluslah misionaris Kristen yang paling berhasil sepanjang
zaman. Dalam kurun waktu kurang dari satu generasi, ia mengadakan
perjalanan ke seluruh wilayah dunia Laut Tengah, dan mendirikan jemaat-
jemaat Kristen yang berkembang serta aktif ke mana pun ia pergi.

Apa rahasianya? Tentunya Paulus sadar bahwa ia hanya seorang pembawa
berita, dan kuasa Roh Kudus sematalah yang membawa perubahan dalam
kehidupan orang yang ditemuinya. Sewaktu mengingat segala penderitaan
yang dialaminya, ia menggambarkan dirinya sebagai "bejana tanah liat",
hanya tempat penampung sementara dari kuasa Allah sendiri (2Korintus
4:7).

Tetapi Paulus juga seorang ahli strategi yang ulung. Rutenya tidak
pernah sembarangan, dan cara-cara komunikasinya didasarkan atas
pengertian yang luas tentang proses orang berpikir dan mengambil
keputusan.

Paulus merupakan seorang penginjil penjelajah, tetapi ia sendiri tidak
pernah mengunjungi suatu daerah terpencil! Ia dapat saja menghabiskan
waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun di dalam melintasi wilayah
yang belum dipetakan, atau menempuh jalan-jalan pedesaan menuju daerah-
daerah terpencil. Tetapi ia tidak melakukan hal-hal itu. Sebaliknya,
ia memanfaatkan jalan-jalan raya utama yang dibangun orang-orang Roma
di seluruh wilayah kekaisaran mereka. Digabung dengan rute-rute
pelayaran utama, jalan-jalan tersebut menghubungkan semua pusat
kependudukan utama, dan tempat-tempat seperti itulah yang dikunjungi
Paulus. Ia tahu bahwa ia tidak pernah dapat membawa Injil secara
pribadi kepada setiap oknum di seluruh kekaisaran. Tetapi kalau ia
dapat membangun kelompok-kelompok Kristen yang bersemangat di beberapa
kota utama, maka mereka pada gilirannya dapat menyebarkan kabar baik
sampai ke pelosok terpencil. Lagi pula, orang dari daerah pedesaan
sering harus mengunjungi kota-kota terdekat, dan mereka pun dapat
mendengar Injil, yang nantinya mereka sebarkan kembali ke sanak-
saudara mereka. Itulah yang terjadi pada hari Pentakosta di Yerusalem,
dan Paulus menyadari betapa besarnya potensi strategi ini. Sedikitnya
satu jemaat yang kemudian menerima surat Paulus -- yakni Kolose --
telah dimulai seperti ini.

Paulus juga sadar diperlukannya variasi di dalam menyajikan berita
Injil. Seorang pengejek pernah menyindir bahwa khotbah adalah
"seperangkat jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah
diajukan siapa pun." Mungkin beberapa khotbah modern demikian
sifatnya, tetapi khotbah-khotbah Paulus bukan demikian. Rahasia
keberhasilan Yesus terletak dalam kemampuan-Nya untuk berbicara dengan
orang-orang di mana pun mereka berada. Waktu di padang, Yesus
berbicara tentang menanam gandum (Markus 4:1-9). Di keluarga, Ia
berbicara tentang anak-anak (Matius 19:13-15). Dengan nelayan, pokok
pembicaraan-Nya adalah ikan (Markus 1:14-18). Paulus bersikap sama. Ia
pergi kepada orang-orang di tempat di mana mereka mau mendengar di
sinagoge Yahudi, di pasar-pasar, bahkan di kuil-kuil kafir. Di
sinagoge d Tesalonika, ia mulai dengan Perjanjian Lama (Kisah Para
Rasul 17:2-3). Di Atena, ia mulai dengan "Allah yang tidak dikenal,
yang dicari oleh orang-orang Yunani (Kisah Para Rasul 17:22-31). Di
Efesus, ia bersedia terlibat dalam perdebatan di depan umum tentang
makna Injil Kristen (Kisah Para Rasul 19:9).

Para pembaca modern surat-surat Paulus mungkin mengira bahwa
pemberitaan Paulus dapat diringkaskan menjadi uraian yang abstrak
tentang dosa, pembenaran atau penebusan. Tetapi bukan demikian cara
Paulus berkhotbah. Ia mulai di tempat dimana para pendengarnya berada
dan bersedia membicarakan kebutuhan-kebutuhan mereka. Kadang-kadang
berkhotbah merupakan cara pendekatan yang salah -- dan Paulus serta
rekan-rekannya selalu siap mendampingi orang orang dan menolong mereka
dalam menghadapi kesulitan hidup sehari-hari. Itulah sebagian rahasia
keberhasilan di Tesalonika: "Kami berlaku ramah di antara kamu, sama
seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya ... bukan saja rela
membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan
kamu" (1Tesalonika 2:7-8).
Sikap kepedulian terhadap orang serta keluwesan dalam pemberitaan
Injil inilah yang kemudian diringkaskan Paulus dalam ucapan: "Aku
menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan
sebanyak mungkin orang... Bagi semua orang aku telah menjadi segala-
galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari
antara mereka" (1Korintus 9:19-22).



(Sumber : John Drane, MEMAHAMI PERJANJIAN BARU, BPK Gunung Mulia,
Jakarta, 1996, Halaman : 344 – 345)



Artikel terkait :
Nama Allah & Strategi Pengabaran Injil dalam pelayanan Rasul Paulus,
di http://www.sarapanpagi.org/viewtopic.php?p=827#827

.



Relevant Pages