Kontribusi Islam Terhadap Sains Adalah Mitos
- From: mendangkamulan@xxxxxxxxx
- Date: Thu, 4 Dec 2008 19:15:50 -0800 (PST)
Bagaimana sains Yunani sampai kepada muslim?
(How Greek Science Passed to the Arabs )
By De Lacy O'Leary D.D.
Review :
Muslim Arab membawa pengetahuan Yunani versi Arab ke Spanyol, dari
sana dibuat terjemahan ke bahasa latin dan menyebar ke seluruh Eropa.
Pengetahuan Yunani telah membawa Eropa dari masa kegelapan ke jaman
renaissance.
Menurut O’Leary , pengetahuan Yunani telah ada di seluruh dunia jauh
sebelum dicapai oleh orang Arab, dan selama periode itu ia telah
menyebar luas ke semua arah. Maka tidak mengejutkan kalau itu mencapai
orang-orang Arab lebih dari satu rute. Ia datang pertama kali melalui
penulis, sarjana, dan ilmuwan Kristen Syriac. Kemudian orang-orang
Arab mempelajari secara langsung dari sumber Yunani aslinya dan
mempelajari kembali apa yang telah mereka pelajari, mengkoreksi dan
memverifikasi pengetahuan awal. Kemudian datang saluran ke dua dari
transmisi tidak langsung melalui India, karya matematika dan
astronomy, semuanya dikembangkan oleh sarjana India, tapi pastinya
materi yang dikembangkan dari Alexandria ada pada tempat pertama.
Materi ini sampai ke India melalui rute laut yang menghubungkan
Alexandria dengan barat laut India. Kemudia ada juga jalur lintasan
lain sampai India yang kelihatannya berawal dari kerajaan Yunani
Bactria, salah satu Negara di Asia yang didirikan oleh Aleksander
Agung, dan sebuah rute darat yang dibiarkan terbuka lama antara Yunani
dan Asia Tengah, khususnya kota Marw, dan ini barangkali berhubungan
dengan perantaraan Buddhist yang suatu waktu mempromosikan hubungan
antara Barat dan Timur, meskipun Buddhism sebagai suatu agama tergeser
ke Timur Jauh ketika orang-orang Arab mancapai Asia Tengah. [pages
2-3].
Bab II menjelaskan sejarah bagaimana Asia Barat termasuk dalam
pengaruh Yunani.
Bab III mendiskusikan Gereja Kristen. Kutipan yang menarik ada di
pasal bagian paling akhir :
Masih diperdebatkan apakah Muhammad berhutang paling banyak kepada
Yahudi atau Kristen, tampaknya dia berhutang sebagian besar terhadap
keduanya. Tetapi ketika kita sampai ke periode 'Abbasid ketika
literature dan sains Yunani mulai masuk ke pemikiran orang Arab, tidak
ada pertanyaan lagi. Warisan Yunani di teruskan oleh Gereja Kristen
[page 46]. Pasal ini dengan sendirinya mengarah ke Bab IV, berjudul
Nestorians. Dalam pasal ini O'Leary mediskusikan kontribusi Nestorian
dalam transmisi pengetahuan Yunani kepada orang-orang Arab. Pendek
kata, meskipun banyak madzhab "Nestorians" (Assyrian Church of the
East –Orthodox Syriac) didirikan, termasuk madzhab Edessa, Nisibis,
dan Jundi-Shapur, karya-karya Yunani diterjemahkan ke Syriac (Aram)
menggunakan kurikulum. Karya-karya itu termasuk Theophania, Martyrs of
Palestine, dan Ecclesiastical History by Eusebius; the Isagoge of
Porphyry ( sebuah introduksi ke logika); Aristotle's Hermeneutica dan
Analytica Priora; dan banyak-banyak lagi. O’Leary menyatakan :
Pada pokoknya Hibha (seorang Nestorian) memperkenalkan logika
Aristotelian untuk menggambarkan dan menjelaskan pengajaran theologia
dari Theodore, Mopseustia, dan logika itu tinggal secara permanent
pada introduksi study theology di semua pengajaran Nestorian. Pada
akhirnya logika Aristotelian, dengan kedoktean Yunani, astronomy,
matematika, diteruskan kepada orang-orang Arab. [page 61]
Later, O'Leary menyatakan:
Misi-misi Nestorian berkembang ke Selatan dan mencapai Wadi l-Qura',
sedikit ke Timur Laut Medina, sebuah pos terdepan Romawi yang
ditinggali, bukan oleh tentara Romawi, tetapi oleh bala bantuan suku-
suku Qoda. Di masa Muhammad sebagian besar dari suku ini adalah
Kristen, dan seluruh wadi bertebaran biara-biara, sel-sel, dan
pertapaan-pertapaan. Dari sini sebagai markas besar para rahib
Nestorian mengembara ke seluruh Arabia, mengunjungi bazaar-bazar besar
dan berkotbah kepada yang ingin mendengarkan mereka. Tradisi
mengatakan bahwa Muhammad muda pergi ke Syria dan dekat Bostra
dikenali sebagai yang ditakdirkan menjadi nabi oleh seorang rahib
bernama Nestor (Ibn Sa'd, Itqan, ii, p. 367). Barangkali ini menunjuk
beberapa kontak dengan rahib Nestorian. Kubu utama Kristen di Arabia
adalah kota Najran, tetapi utamanya adalah Monophysite (lawan
Nestorian). Apa yang disebut Ka’ba mereka (maksudnya Ka’ba di Najran
bukan yang di Mekkah, kerena Ka’bah pra Islam tidak hanya satu -mm)
kelihatannya adalah sebuah katedral Kristen [page 68]. Tetapi hubungan
yang sangat pasti antara Nestorian dan orang Arab melalui Jundi-
Shapur. O'Leary menyatakan :
Dari waktu Maraba ke depan berlanjut secara wajar penterjemahan dari
karyaYunani dan dalam logka Aristotelian. [page 70]
Beberapa contoh adalah :
Maraba II, mahir dalam Philosophy, medicine, dan astronomy, dan juga
belajar kebijaksanaan Persia, Yunani, Ibrani, menulis sebuah komentar
(dalam Syriac) mengenai Dialektika Aristoteles.
Shem'on of Beth Garmai menterjemahkan Eusebius' Ecclesiastical
History.
Henan-isho' II, Catholicos (Patriach) dari 686 ke 701, menyusun
komentar (kembali dalam Syriac) pada Analitika Aristoteles.
Awalnya didirikan sebagai kamp tahanan, Jundi-Shapur mempunyai
penduduk yang berbahasa Yunani, Syriac, dan Persia. Tetapi dalam
berjalannya waktu semua bimbingan akademis di atur dalam bahasa Syriac
[page 71].Ini menarik kerena meskipun orang Jundi-Shapur berbicara
bahasa Khuzistan, yang adalah bukan Syriac, Ibrani atau Parsi, bahasa
yang digunakan di kelas adalah Syriac,” jelaslah dari fakta itu
terjemahan ke Syriac dibuat untuk keperluan kuliah.
Akhirnya, O'Leary menyatakan dalam penutupan Bab III :
Ketika Bagdad didirikan pada tahun 762 khalifah dan istananya menjadi
tetangga dekat dari Jundi-Shapur, dan segera istana yang menyetujui
beberapa toleransi mulai menarik dokter-dokter dan guru-guru Nestorian
dari akademi, dan dalam hal ini menteri Harun ar-Rashid Ja'far Ibn
Barmak agen pertama, bekerja dengan seluruh kekuatan untuk
mengintroduksi sains Yunani di antara orang-orang nya Khalifah, orang-
orang Arab dan Persia. Sikap kuat pro Yunaninya kelihatannya berasal
dari Marw, dimana keluarganya tinggal sesudah pindah dari Balkh, dan
usahanya dia dibantu oleh Jibra'il dari keluarga Bukhtyishu' (keluarga
Assyrian terkenal yang memproduksi 9 generasi dokter-dokter ) dan para
penerusnya dari Jundi-Shapur. Dus warisan sains Yunani Nestorian lewat
dari Edessa and Nisibis, melalui Jundi-Shapur, ke Baghdad. . [page
72].
Bab IV mendiskusikan Monofisit (Jacobite atau Syrian –bukan Syriac-
Orthodox Church). Sejarah Monofisit secara mendetail di kupas. Salah
satu penterjemah monofist adalah Sergius dari Rashayn [page 83]. Yang
lain adalah Ya'qub of Surug, Aksenaya (Philoxenos), lulusan madzhab
Edessa, Mara, bishop of Amid.
Bab VII dan VIII mendiskusikan pengaruh India lewat rute laut dan
darat, meskipun sedikit dibandingkan dengan kontribusi Nestorian dan
Monofisit. Dalam kaitannya dengan Buddhist di bicarakan dalam Bab IX.
Bab X dan XI adalah berkenaan dengan sejarah dan sedikit mengenai
bagaimana pengetahuan Yunani disebarkan ke orang-orang Arab.
Bab XII mendiskusikan berbagai penterjemah-penterjemah mula-mula. Ini
termasuk :
Abu Mahammad Ibn al-Muqaffa', seorang Persia yang pindah ke Islam,
meskipun banyak yang percaya konversi-nya (perpindahan agamanya) tidak
tulus. Dia menterjemahkan dari Persia kuno ke bahasa Arab Kalilag wa-
Dimnag, yang merupakan sebuah terjemahan hasil karya seorang Buddhist
yang dibawa kembali dari India (bersama dengan permainan catur) oleh
Assyrian Budh.
Al-Hajjaj Ibn Yusuf Ibn Matar Al-Hasib, seorang Arab, diketahui dari
namanya yang menterjemahkan Almagest dan Euclid's Elements.
'Abd al-Masih Ibn 'Aballah Wa'ima al-Himse, juga seorang Assyrian,
yang menterjemahkan Theology Aristoteles.
Abu Yahya al-Batriq, Assyrian yang lain, yang menterjemahkan Ptolemy's
Tetrabiblos.
Jibra'il II, anak Bukhtyishu' II, dari kalangan keluarga medis
terkemuka Assyrian .
Abu Zakariah Yahya Ibn Masawaih, seorang Nestorian Assyrian. Dia
mengarang sebuah text book mengenai Ophthalmology, Daghal al-'ayn
(Penyakit Mata).
Hunayn Ibn Ishaq, seorang Assyrian, anak seorang apoteker Nestorian,
yang merupakan penterjemah terkemuka pada masanya; O'Leary menyatakan:
Banyak penterjemah dari generasi berikutnya menerima training dari
Hunayn atau muridnya, maka dia berdiri sebagai penterjemah “leader”,
meskipun beberapa dari versinya kemudian direvisi oleh penulis
kemudian. Kurikulum komplit dari sekolah kedokteran Alexandria dengan
begitu tersedia bagi mahasiswa Arab. Termasuk seri pilihan dari
risalah Galen:
1. De sectis
2. Ars medica
3. De Pulsibus ad tirones
4. Ad Glauconem de medendi methodo
5. De ossibus ad tirones
6. De musculorum dissectione
7. De nervorum dissectione
8. De venraum arteriumque dissectione
9. De elementis secumdum Hippocratem
10. De temperamentis
11. De facultatibus naturalibus
12. De causis et symptomatibus
13. De locis affectis
14. De pulsibus (four treatises)
15. De typis (febrium)
16. De crisibus
17. De diebus decretoriis
18. Methodus medendi
[pages 166-167]
Namun untuk semua kontribusinya, Hunayn tidak selalu diperlakukan baik
oleh Khalifah. Dalam suatu kejadian, Khalifah Mutawakkil memerintahkan
Hunayn untuk menyiapkan racun untuk musuh Khalifah. Ketika Hunayn
menolak, Khalifah melemparkan dia ke penjara. [page 168]
Anak Hunayn Ishaq juga berkontribusi, juga kemenakan laki-lakinya
Hubaysh Ibn Al-Hasan. Hubaysh menterjemahkan text Hippocrates dan
karya botani dari Dioscorides, “yang menjadi dasar pharmacopoeia
Arab” [page 169]. Murid Hunayn yang lain adalah 'Isa Ibn Yahya Ibn
Ibrahim. Tentu saja “sebagian besar ilmuwan generasi penerus adalah
murid Hunayn “. [page 170].
Penterjemah yang lain termasuk :
Yusuf al-Khuri al-Qass, menterjemahkan karya yang hilang dari
Archemides mengenai segitiga dari sebuah versi Syriac. Dia juga
membuat sebuah Galen's De Simplicibus temperamentis et facultatibus
berbahasa Arab.
Qusta Ibn Luqa al-Ba'lbakki, seorang Kristen Syria, yang
menterjemahkan Hypsicles, Theodosius' Sphaerica, Heron's Mechanics,
Autolycus Theophrastus' Meteora, Galen's catalog of his books, John
Philoponus on the Phsyics of Aristotle dan beberapa karya lain. Dia
juga merevisi terjemahan Euclid yang sudah ada.
Abu Bishr Matta Ibn Yunus al-Qanna'i, yang menterjemahkan Aristotle's
Poetica
Abu Zakariya Yahya Ibn 'Adi al-Mantiqi, seorang monofisit, yang
menterjemahkan karya medis dan logis, termasuk Prolegomena Ammonius.
Untuk ini mungkin ditambahkan Al-Hunayn Ibn Ibrahim Ibn al-Hasan Ibn
Khurshid at-Tabari an-Natili, dan seorang monofisit Abu 'Ali 'Isa Ibn
Ishaq Ibn Zer'a.
Kesimpulan yang jelas yang dapat ditarik dari buku O'Leary adalah
bahwa Assyrian (non Muslim ) memegang peranan yang penting dalam
membentuk dunia Islam via kumpulan pengetahuan Yunani.
=====================
First published in Great Britain in 1949, by Routledge & Kegan Paul
Ltd. Reprinted three times. This edition first published in 1979 by
Routledge & Kegan Paul Ltd. 39 Store Street, London WC1E7DD,
Broadway House, Newtown Road, Henley-on-Thames, Oxon RG91EN and 9 Park
Street, Boston, Mass. 02108, USA. Printed in Great Britain by
Caledonian Graphics Cumbernauld, Scotland.
ISBN 0 7100 1903 3
Assyrian International News Agency - Books Online
Review ini disalin dari aina.org
Table of Contents
I Introduction
II Helenism in Asia
1. Hellenization of Syria
2. The Frontier Provinces
3. Foundation of Jundi-Shapur
4. Diocletian and Constantine
III The Legacy of Greece
1. Alexandrian Science
2. Philosophy
3. Greek Mathematicians
4. Greek Medicine
IV Christianity as a Hellenizing Force
1. Hellenistic Atmosphere of Christianity
2. Expansion of Christianity
3. Ecclesiastical Organization
V The Nestorians
1. First School of Nisibis
2. School of Edessa
3. Nestorian Schism
4. Dark Period of the Nestorian Church
5. The Nestorian Reformation
VI The Monophysites
1. Beginning of Monophysitism
2. The Monophysite Schism
3. Persecution of the Monophysites
4. Organization of the Monophysite Church
5. Persian Monophysites
VII Indian Influence, I: The Sea Route
1. The Sea Route to India
2. Alexandrian Science in India
VIII Indian Influence, I: The Sea Route
1. Bactria
2. The Road Through Marw
IX Buddhism as a Possible Medium
1. Rise of Buddhism
2. Did Buddhism Spread West?
3. Buddhist Bactria
4. Ibrahim Ibn Adam
X The Khalifate of Damascus
1. Arab Conquest of Syria
2. The Family of Sergius
3. The Camp Cities
XI The Khalifate of Baghdad
1. The 'Abbasid Revolution
2. The Foundation of Baghdad
XII Translation Into Arabic
1. The First Translators
2. Hunayn Ibn Ishaq
3. Other Translators
4. Thabit Ibn Qurra
XIII The Arab Philosophers
.
- Prev by Date: Adakah Mukjizat Matematik Dalam Quran?
- Next by Date: Sholat adalah CUCI OTAK
- Previous by thread: Adakah Mukjizat Matematik Dalam Quran?
- Next by thread: Sholat adalah CUCI OTAK
- Index(es):
Relevant Pages
|