Re: Mengapa Debat Poligami?



On 24 Jul, 00:02, qw <qwi...@xxxxxxxxxxxx> wrote:
On 23 Jul, 13:43, Harmagedon <abel.rud...@xxxxxxxxx> wrote:

Lah kalau sudah menjadi sebuah keyakinan bahwa Polygami adalah
refleksi Ibadah yg ditentukan oleh Yg Maha Kuasa sebagai satu2nya yg
paling benar, gimana lagi bisa melihat kedalamannya?, ihanya 2 alasan
faktor ketakutan dan males berpikir

ikulah beda'e pandangan islam dan krestener tentang ibadah..
apapun nyang dilakukan manusia, selama iku membawa kebaikan dan
manfaat iku nama'e ibadah...
termasuk nikah..
sedangkan dalam krstener hal2 berbau demikian dianggap kedagingan..

dan banyak argumen nyang menurut pemikiran sayanyah krestener begitu
kacau cara berpikir dan terlalu dangkal..
sehinga sayanyah lebih memilih islam nyang cara pandangan'e lebih luas
dan universal

Di Bumi ini ga ada Manusia yg benar, yg ada Manusia yg dibenarkan
karena ga merasa dirinya benar.

termasuk jesus nyang seorang manusia ??

Ketika anda menaiki sebuah anak tangga, dan mulai berpijak di anak
tangga yg pertama, lantai yg tidak lagi anda pijak, dan anak tangga yg
ke 3 yg belum anda pijak, sama2 ada manfaatnya, bedanya anda lupa pada
manfaat lantai yg pernah anda pijak, yg sekarang sudah menjadi pijakan
keseluruhan anak2 tangga (yg merupakan sebuah kesatuan yg disebut
tangga) , termasuk anak2 tangga yg belum anda ketahui kekuatannya,
sebelum anda berani atau terdesak untuk berpijak diatasnya, semakin
anda naik lebih tinggi ke anak2 tangga yg berikutnya, baru disitu anda
mengerti, bahwa secara keseluruhan, baik Lantai, Anak Tangga ke 1, 2,
3, dstnya, memiliki kekuatan yg sama, dan kekuatan yg sebenarnya
diperhitungkan pada saat anda berpijak diatas masing2 pijakan. Seperti
itulah Agama! he he
.