subbanallooooooh, jebule :-)



Menurut kaum Moslem, Alqouran yang ada adalah hanya salinan dari yang
asli (tiban), yang ternyata isinya mirip kitab suci orang Yahudi dan
Kristen dengan tambahan-tambahan yang sulit diterima akal seperti
terbukti dibawah ini dan menurut ahli bahasa banyak kesalahan bahasanya
(lihat artikel di www.faithfreedom.org ATAU
http://indonesia.faithfreedom.org/ ).

Jika alquran datang dari Allah, maka alquran haruslah independent, karya
Tuhan adalah karya masterpiece dan bukan plagiat (meniru kitab suci
orang Yahudi), apalagi kontradiksi, apalagi menganulir perkataan2nya/
firmannya yang lebih dahulu ada. Alquran mengutip dan membenarkan kitab2
sebelumnya (plagiat) tapi isi dan ajarannya seringkali bertolak belakang
180 derajat. Kemudian apa yang sudah dijungkirbalikan isinya ini lalu
tidak boleh diupdate, dan dianggap sempurna. Inikah karya masterpiece
Tuhan yang maha tahu dan mahabesar itu? Bukankah klaim kitab suci tiban
(Alqouran) ini tidak nalar?


Tidak adanya Alqouran yang asli ditambah adanya larangan menayangkan
wajah nabi Muhammad (benar adakah si Muhammad itu?), membuat manusia yang
cerdas dan mau berpikir kritis beranggapan bahwa Alqouran beserta nabinya
adalah rekayasa manusia Arab yang genius. Perlu dimengerti, kitab suci
agama selain Islam adalah buah tangan manusia dengan bukti-bukti historis
yang nyata dan benar.

.