Re: Berdoa



On 17 Jan, 03:01, "David G." <dvdg...@xxxxxxxxx> wrote:
Suatu ketika, ada sebuah kapal yang tenggelam diterjang badai. Semuanya
porak poranda. Tak ada awak yang tersisa, kecuali satu orang yang
berhasil mendapatkan pelampung. Namun, nasib baik belum berpihak pada
pria ini. Dia terdampar pada sebuah pulau kecil tak berpenghuni,
sendiri, dan tak punya bekal makanan.

Dia terus berdoa pada Tuhan untuk menyelamatkan jiwanya. Setiap
saat,dipandangnya ke penjuru cakrawala, mengharap ada kapal yang datang
merapat.
Sayang, pulau ini terlalu terpencil. Hampir tak ada kapal yang mau
melewatinya.Lama kemudian, pria ini pun lelah untuk berharap. Lalu,
untuk menghangatkan badan, ia membuat perapian, sambil mencari kayu dan
pelepah nyiur untuk tempatnya beristirahat. Dibuatnya rumah-rumahan,
sekedar tempat untuk melepas lelah. Disusunnya semua daun nyiur dengan
cermat, agar bangunan itu kokoh dan dapat bertahan lama.

Keesokan harinya, pria malang ini mencari makanan. Dicarinya buah-buahan
untuk penganjal perutnya yang lapar. Semua pelosok dijelajahi, hingga
kemudian, ia kembali ke gubuknya. Namun, ia terkejut. Semuanya telah
hangus terbakar,rata dengan tanah, hampir tak bersisa.

Gubuk itu terbakar, karena perapian yang lupa dipadamkannya. Asap
membubung tinggi, dan hilanglah semua kerja kerasnya semalam.
Pria ini berteriak marah, "Ya Tuhan, mengapa Kau lakukan ini
padaku.Mengapa?... Mengapa?". Teriaknya melengking menyesali nasib.

Tiba-tiba...terdengar peluit yang ditiup. Tuittt.....tuuitttt. Ternyata
ada sebuah kapal yang datang. Kapal itu mendekati pantai, dan turunlah
beberapa orang menghampiri pria yang sedang menangisi gubuknya ini.
Pria ini kembali terkejut, ia lalu bertanya, "Bagaimana kalian bisa tahu
kalau aku ada disini?Mereka menjawab, "Kami melihat simbol asapmu!!"

Paling tidak kang tuhan telah memberinya api
Darimana dia dapat api? Dia bawa korek api di sakunya yang sudah basah
kutup dari kapal?
he he he....
.