Re: Awas! Kartu Kredit Menjebak Kita



bila benar yang terjadi seperti yang anda tulis...

berarti anda tidak disiplin dan tidak bisa mengendalikan diri anda sendiri

seharusnya bila anda disiplin dan bisa mengendalikan diri anda sendiri, maka seharusnya anda hanya belanja bila anda benar-benar memiliki uang untuk membayar belanjaan anda lunas sekaligus begitu tagihan muncul

segala aturan kartu kredit sebenarnya sengaja dibuat agar anda membayar lunas sekaligus begitu tagihan muncul, karena bila anda mencicil, maka resiko bagi bank yang mengeluarkan kartu kredit akan meningkat, maka untuk mengimbangi resiko yang meningkat, maka bank akan menarik keuntungan sebesar-besarnya yang berarti membebani si pengguna seberat-beratnya

dan bila anda mencicil tagihan yang muncul maka berarti anda sebenarnya tidaklah sebonafide sebagaimana diwakili oleh kartu yang anda pegang, karena sebenarnya anda tidak mampu membayar tunai lunas sekaligus setiap kali tagihan yang keluar, dan untuk 'menutupi' kekurangan anda ini, maka bank menarik biaya yang cukup besar yang berarti membebani si pengguna dengan cukup berat, karena anda telah 'membeli' kebonafidan dari si bank yang mengeluarkan kartu kredit

bila anda memang sebonafide kartu yang anda pegang, dalam arti anda membayar tunai sekaligus setiap tagihan yang keluar, maka bank akan bangga kepada anda, karena kebonafidan anda mewakili kebonafidan bank yang menerbitkan kartu kredit, maka sebagai bonusnya, anda mendapatkan banyak kemudahan dan kenaikan limit secara berkala serta mendapatkan banyak tawaran-tawaran yang sebenarnya menguntungkan atau memudahkan anda dalam kehidupan anda

--
website address : http://www.adriandw.com (about christian, jew and islam; history, knowledge, teaching and practice on life)
e - mail address : adriandw@xxxxxxxxxxxxxx
Cellphone/Mobile/Hand Phone : +62 816 705 818
World Church baptized me Saint John in 1985
World Church and World Synagogue acknowledged me as Messiah


"Jun" <junartoimamprakoso@xxxxxxxxx> wrote in message news:4ae4f0eb-e4d6-4eae-8388-9adb33b5698d@xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Awas! Kartu Kredit Menjebak Kita

"Saya mengajukan permintaan kartu kredit," kata seorang rekan kerja
yang baru lulus universitas, "tapi ditolak."

"Wah, saya malah selalu ditawari bank kartu kredit," kata seorang
rekan yang lebih senior. "Kartu kredit saya emas...."

Saya menangkap ada perasaan bangga pada nada ucapannya. Mungkin
buatnya kartu kredit emas menunjukkan simbol keberhasilan pencapaian
karirnya, atau pengakuan resmi atas keberadaan dirinya. Gengsi,
istilah popularnya.

Saya ingat, dulu saya pernah dihubungi seorang wanita petugas bank.
"Selamat," katanya. "Anda terpilih mendapatkan kenaikan pagu. Kartu
perak Anda kami tingkatkan menjadi emas."

Alih-alih mengucapkan 'terima kasih atas kepercayaan bank kepada
saya,' saya menukas dengan tegas, "Saya tidak tertarik. Justru
sebaliknya, saya ingin penurunan pagu."

Jawaban yang mengagetkannya, tentu saja.

Lebih lengkap:

http://junarto.wordpress.com/2007/06/23/awas-kartu-kredit-menjebak-kita/

.