Re: ............ Sebuah Cerita .................



On 9 Des, 13:03, Dokter_Cinta <dokkter_cint...@xxxxxxxxxxx> wrote:
Ada seseorang yang terlahir dan hidup di lingkungan sampah. Sejak
kecil telah diajarkan tentang kebaikan dan manfaat sampah serta hal
ihwal mengenai sampah. Meskipun kenyang tentang teori persampahan
bahkan sampai menjadi guru tentang persampahan, tetapi dianya tidak
mau atau tidak sempat/menyempatkan terjun langsung ke lapangan
merasakan bagaimana posisi sampah sebenarnya di masyarakat. Yang dia
mau tahu dan rasakan adalah tentang hal-ihwal sampah yang ada di
lingkungannya sejak di kecil, dan pasrah bongkokan 100% persen bahwa
apa-apa tentang sampah dan dirinya telah menjadi garis hidupnya dan
harus diterima dan dijalani, tanpa harus tengok kiri kanan.

Swatu saat masuklah internet ke wilayah persampahannya. Kemudian
masuklah si Dia ke komunitas internet yang beragam dan sangat bebas
berkomentar. Bertemulah si Dia dengan berbagai corak dan warna manusia
yang datang dari berbagai macam latar belakangan.

Dari berbagai diskusi yang terjadi banyak hal yang membuatnya terheran
heran dan seakan tidak percaya dengan berbagai info yang diterimanya.
Menurutnya bagaimana mungkin sampah bisa menjadi sumber Masalah,
bahkan bisa menyebabkan banjir bandang...... Ketika sempat berdialog
dengan orang yang mengalami bagaimana sampah menjadi sumber Problem di
masyarakat.

Dia sangat heran, sehingga di berpraduga orang ini terkena penyakit
benci yang luar biasa terhadap sampah. Bahkan ketika disodorkan satu
bukti nyata dilapangan bagaimana sampah bisa membuat banjir di
jakarta, si Dia ini malah mengira ini cerita bohong yang dibuat-buat.

Menurut pikiran si Dia bagaimana mungkin warga jakarta idiot semua
bahken hanya masalah sampah saja tidak becus mengurusnya. "Ini tidak
mungkin tidak mungkin", hatinya berontak menolak.

Bahkan ada juga disodorkan bukti tempat sampah yang bikin heboh karena
di tempatkan tidak pada posisi yang tepat, lebih bingung lagi si Dia
ini.

Bukan cuma sebatas itu dialognya, bahken si Dia ditawari untok pindah
tempat saja ke Komplek perumahan yang banyak taman bunga yang harum
baunya dan menyelamatkannya dari berbagai macam penyakit yang bisa
ditimbulkan dari persampahan.

Dia lebih kaget dan terheran-heran, karena sepanjang hidupnya yang dia
pelajari, tidak ada tempat seindah dan seharum komplek tempat
sampahnya, bagaimana mungkin dia pindah ke tempat lain yang katanya
lebih sehat ...????.

Untuk melindungi dan melestarikan komplek sampahnya beserta
keyakinannya atas sampahnya maka diputuskan untuk menutup diri dari
kemungkinan pemahaman lain atas sampah. Kalau toch sekali waktu
kebetulan lewat taman bunga ... maka tutup hidungnya sambil berkata
dalam hati bahwa bunga pasti busuk baunya, sebagaimana doktrin para
Petinggi sampah.

Maka demikianlah, sepanjang hidunya tidak akan tahu dengan
kesadarannya bahwa ada tempat lain yang begitu indah dan harum baunya.
Serta tiak pernah tahu bahwa sampah ternyata berpotensi sebagai sumber
berbagai penyakit mematikan.

Kecuali si Dia ini mau membuka diri dan kemudian dengan kejujuran pada
diri sendiri tanpa rasa taqut, mencoba menyinggahi taman bunga dan
menghirup baunya yang apa adanya, serta jauh dari prasangaka, maka
akan terbukalah dunia dan dapat mengerti serta menempatkan sampah
dalam pikirannya sebagaimana kenyataannya.

Sekian... sampai jumpa di cerita berikutnya.......................


laaahhh... gitu ajah kok repot...
sampah yah dibakar saja.. atawa duikubur dalem2..

kalok dikubr jauh lebih baik, sapah tau berebu tahun kemudian jadi
hasil bumi..
kalok dibiarkan pan bau'e busuk, bisak nimbulin sarang penyakit...

kerjaan tukang pulung sampah sakjane baik jugak..
biar mengurangi epek jelek sampah dan nebelin kantong/duwit si
pemulung...

orang nyang sukak ngumpulin ajran sampah nyah mirip pemulung..
gunanya cumiq buwat ekonomi bae.. :-)
.