............. "Kecelakaan Teritorial" .............. (pinjem istilah kang Darion)



Saya teringat istilah uniq dari kang Darion dan jadi tertarik untok
berbagi dengan kawan-kawin.

Setiap insan dilahirkan dimana, pada siapa, keadaan bagaimana tidak
ada sedikitpun peran serta si Lahir sedikitpun. Tetapi apakah ini akan
dapat menjadi Pembenaran yang dapat diterima bila kemudian menjadi
alasan keenggananya untuk berproses ... ?? Apakah ini juga dapat
menjadi sebuah titik pertanggungjawabannya atas pilihan tetapnya atas
keadaan teritorialnya..???

Dalam kenyataan yang ada, "kecelakaan teritorial" hanyalah titik
persinggahan pertama dalam perjalanannya di alam mayapada. Namun
kedepan berbagai cabang dan pilihan titik persinggahan yang dapat
dipertimbangkan dengan segenap akal budinya untuk dipijak dan menjadi
pilihan hidup.

Pada hal selain spiritual, seperti misalkan keadaan miskin / keadaan
kaya, keadaan cer*** pandai atau keadaan kebodohan, seseorang sama
sekali tidak dapat dibenarkan menyandarkan pertanggungjawabannya
terhadap "keadaan teritorialnya" dimana dia dilahirkan.
Seseorang yang dilahirkan di keluarga miskin tidak dapat menyandarkan
atas kemiskinannya atau menyalahkan kondisi miskin atas ortunya, bila
kedepan dirinya tetap miskin. Karena ribuan bahkan jutaan orang yang
dilahirkan dalam keluarga miskin kemudian dapat menjadi sedikit kaya
atau bahkan kaya-raya.

Titik pointnya adalah bukan pada kondisi awal dia dilahirkan tetapi
pada Usahanya dalam berproses.

Memang keadaan awal dimana seseorang dilahirkan dan dibesarkan akan
sangat mempengaruhi perkembangan mau menjadi apa dia kedepan.

Tetapi setiap insan telah diberikan perangkat lengkap untuk
menganalisa dan memilih keadaan yang terbaik, terbenar, dan
terpercaya, sehingga bila toh dia dilahirkan di keluarga miskin dia
akan dapat mngetahui ketidak baikan keadaan miskin itu, dan dia juga
dapat melakukan hal-hal benar yang dapat mengeluarkannya dari
lingkaran kemiskinannya, dan dia akan percaya terhadap dirinya sendiri
dan Bukan pada lingkungan awal dia dilahirkan.

Bagaimana bila hal ini berkaitan dengan hal spiritual, agama misalnya,
adakah seseorang dapat berdalih keadaan atau pilihan agama dimana dia
dilahirkan ..???

Ada satu persamaan yang saya lihat di semua agama, yaitu bahwa
seseorang dilahirkan tidak untuk mempertanggungjawabkan "keadaan
Teritorialnya", tetapi mempertanggungjawabkan dirinya sendiri.

Dengan demikian maka kesimpulan sementara adalah :

1. Setiap Orang mesti memeriksa keadaan teritorialnya dengan segenap
akal budinya untuk mengetahui keadaan sebenarnya yang apa adanya dan
bukan hanya menurut kacamata teritorialnya, dengan tanpa rasa taqut
dan penuh kejujuran pada diri sendiri.

2. Setisp orang harus berproses dengan sesungguhnya untuk dapat
menentukan pilihan-pilihannya yang terbaik, terbenar dan
terpercaya......

3. Pilihan dan pertanggungjawaban, serta hasil dari seseorang terletak
bukan pada "keadaan teritorialnya" tetapi pada tingkat kesungguhan
usahanya.


silahken dicicipi hidangan kuehnya .................





.