Re: Mau beli sorga (dan neraka juga)
- From: qw <qwisqw2@xxxxxxxxxxxx>
- Date: Fri, 31 Aug 2007 05:49:35 -0700
darion menulis:
kayak-é lamtaran iku orang Buddha secara PRIBADI terkenal sebagei
pangusaha (businessman) penganut komersialisme nyang sanget gigih
atawa binatang ekonomi (Ènget Liem Soei Liong, orang-orang Singapur,
orang Jipang, orang Koréa, orang Hong Kong, orang Thailand dan
sebangsa-é). Jugah di Pilipina nyang banyak koaya roaya adalah orang-
orang Buddha (panguasa dari Cino). Nyang orang Kristen-é pada mèskin-
mèskin ajah di sluruh Pilipina.
Laèn dèngen orang Barat jadi panganut komersialime nyang sanget gigih
sebagei KELOMPOK (ènget VOC dan sebangsa-é) sampé sampé njajah kemanah-
manah, bikin orang sengsara berabad-abad.
Orang Muslim dari dulu nggak dikenal sabagei pedagang, tapi orang-
orang nyang memusatken diri pada Kabenaran, Kabaèkan dan Kaadilan. Ini
adalah kagiatan nyang nggak ngrusak lingkungan idup di donia lamtaran
keserakahan.
Apa sayanyah klèru ?
saya hanya mau berbagi pendapat saja...
menurut saya pedangang itu tidak ada salahnya, bahkan setau saya
Khadijah dan Rasulullah adlah pedagang..
yg menjadi masalah adalah berdagang yg dengan cara tidak baik..
menut saya pedagang salahsatu adalah cerminan kemandirian,
kemandirian salahsatu pembelajaran menjadi pemimpin dalam organisasi..
dan menurut saya manusia khususnya laki2 diarahkan menjadi seorang
pemimpin termasuk pemimpin perdagangan atau usahawan..
sebagai contoh jika kita mempunyai usaha, baik besar dan kecil, kita
dapat belajar ttg manajemen dan menjadi pemimpin.. pemimpin yg berada
dikoridor kelempengan..
justru seorang pemimpin yg tidak mempunyai hati yg dapat menjadi
serakah dan memperkaya diri dengan menginjak dan menganiaya orang
lain.. seperti pemerasan tenaga kerja, dll..
saya mau sedikit sharing disini pengalaman sayanyah.. samak sekali
tidak bermaksud menyombong diri, melaikan hanya berbagi pengalaman yg
mudah2an ada manfaatnya..
setiap pengusaha tentu suatu saat tidak dapat memonitor dan turun
tangan kendiri, apalagi diusia yg sudah senja... alias tidak mungkin
nongrong di kantor 24jam..
oleh sebab itu ilmu manajemen sangat diperlukan.. tetapi manajemen yg
tidak bertentangan dgn kelempengan..
sayanyah kendiri menganut sistem kepercayaan.. kepercayaan kepada
orang yg saya anggap dapat menjaga amanat.. tetapi dizaman sekarang
sangat sulit mencari orang2 semacam ini.. orang cenderung tidak rela
dan kuatir ttg "pembulatan dibelakang koma"..
tetapi bagi saya tidak masalah yg penting kepercayaan sudah diberikan,
sistem akan menjaga..
permasalahnnya bagi saya bukan karena uangnya, melaikan kerusakan
moralnya..
oleh sebab itu daridulu sayanyah mengatur setiap penempatan orang2 yg
layak.
ketika kita sedang berusaha dan mendapat profit yg baik, maka jangan
luypa utk kumpulkan dan amalkan pada tempatnya, misalnya memberi makan
orang2 miskin dan menyantuni anak yatim, jika sanggup bikin satu
panti utk anak12 yatim, yaitu mereka anak2 yg tidak mempunyai
kesempatan sekolah atawa hidup dengan layak..
toh nanti setela besar, tetap kita bantu mereka utk menduduki lapangan
kerja.. kalok kita mempunyai beberapa perusahaan, ini kan mendukung..
banyak dari kawan2 sayanyah yg memelihara anak yatim, tapi ketika
mereka dewasa, sulit mendapatkan pekerjaan..
jikalau kita seorang pengusaha, perjalanan ibadah dan usaha ini bisak
sejalan, kita dapat membantu para anak yatim tersebut jika sudah
dewasa utk ditempatkan diperusahaan kita sesuai dengan kemampuannya..
tetapi yg saya ingatkan adalah, janganlah menempatkan seseorang
(walopun anak yatim/orang kita sendiri) pada posisi yg tidak mereka
kuasai... lebih baik merekrut orang yg handal utk menempati posisi tsb
dengan tujuan akhirnya agar para orang2 kita juga dapat belajar
daripadanya...
dan juga jangan mentang2 itu orang2 kita sendiri kita seenaknya
menggaji dengan nilai tertentu yg tidak memadai.. gajilah mereka dgn
pendapatan yg memadai, toh mereka juga harus menikah dan berkeluarga..
menurut pengalaman sayanyah, orang2 semacam ini seribu kali berpikir
jika ingin menghianati kitanya.. apalagi jika sudah kita cukupkan
(sekali lagi kecukupan sangat relatif.. tetapi moral yg paling penting
dan kelayakan diutamakan)..
kita bukannya mau memanfaatkan mereka, tetapi ini azas simbiosis
mutualisme, toh hasil dari profit yg kita dapatkan bukan utk
kesenangan pribadi kitanya, melaikan utk diamalkan kembali menolong
orang2 generasi selanjutnya..
sekali lagi..ini hanya sharing pribadi.. tidak bermaksud apah2 selain
berharap para pembaca ng ini khususnya orang yg sukak berbisnis dapat
menjalankan bisnisnya dengan baik sambil beribadah...
dari sharing sayanyah ini bertujuan menjelaskan bawa seorang pedagan
dan pebisnis sangat bermanfaat bagi manusia2 lain, yg paling
menentukan adalah hati kita sendiri..
orang pekerjapun dapat menjadi buruk jika mempunyai mental koruptor..
bahkan tidak membatu orang lain samak sekali.. tidak berbeda dgn para
pengusaha yg mas darion sebutkan jika mereka memeras tenaga para
pekerja utk kekayaan diri..
mudah2an para cukong2 dan konlomerat dpat mencari rezekinya utk
diibadahkan, bukan utk memperkaya diri. itu yg saya harapkan utk
generasi selanjutnya dan bagi orang2 yg takut ditanya di akhirat nanti
ttg harta yg dititipkan..
wasalam
qw
.
- References:
- Mau beli sorga (dan neraka juga)
- From: sony
- Re: Mau beli sorga (dan neraka juga)
- From: qw
- Re: Mau beli sorga (dan neraka juga)
- From: darion
- Mau beli sorga (dan neraka juga)
- Prev by Date: Re: Renungan Bagi Krestener 16 : Apakah Polygami dimurkai oleh Allah seperti homoseksual dan *** ??
- Next by Date: Re: langkah maju (tindakan jaminan mutu).
- Previous by thread: Re: Mau beli sorga (dan neraka juga)
- Next by thread: Re: Mau beli sorga (dan neraka juga)
- Index(es):