Re: Mau beli sorga (dan neraka juga)



Sorga dan neraka termasuk "produk" Tuhan utk reward dan punishment..

tetapi sayanyah mau kash pendapat pribadi (Secara subjektif) menurut
sayanyah.. kalok ini tidak berkenan tidak apah2 tetapi ini yg sudah
saya imani dan mmejadi pendapat saya..

Menurut saya kita bebuat baik itu tidak "semata2" utk surga...
tetapi kita berbuat baik dan mengikuti ajaran Tuhan adalah "ungkapan
rasa syukur" kita thd Allah..
kita dalam dunia ini sudah banyak diberikan kenikmatan, terutama
kenikmatan hidup.. oleh sebab itu kenikmatan hidup ini (contoh'e
bernafas) kita gunakan tentunya utk Tuhan sebagai rasa terimakasih...

urusan Tuhan mau memberikan "bonus" surga, itu urusan pribadi belio,
menurut saya tidak diberikan sugrga juga tidak apah2..
jikalaukita sudah berbuat baik semampu kita, tetapi Allah tidak
memperkenankan kita memasuki surganya, bahkan dicemplungi ke neraka,
saya pribadi tidak akan menolak..
bukan karena sayanyah tidak berdaya, tetapi saya cukup "puas" sudah
diberikan kenikmatan selama hidup ini, bahkan jikalau kita bertemu
Allah, itu merupakan penutup kenikmatan kita.. dengan melihat dan
bertemu Allah itu merupakan "hadiah" yg menurut saya luar biasa...

oleh sebab itu mari kita pikirkan..
masihkan kita akan berbuat baik jika Allah tidak menciptakan surga dan
neraka ??
,masih kan kita akan menuruti perintah Allah jika surga dan neraka
tidak ada ??

setelaha sekian lama sayanyah belajar islam, saya menemui pelajaran
ini, yg sebelumnya tidak saya temui ketika mengkaji ajaran lain..
islam adalah berserah diri kepada Allah SWT...
saya diberikan petunjuk bahwa ada yg lebih baih dari surga dan
neraka.. yaitu cinta kita kepada Allah..

Surga maupun nirwarna hanya lambang "hadiah"...
lebih mengutamakan kepentingan diri.

oleh sebab itu ada beberapa ajaran buddhis yg saya tidak cocok, yaitu
meninggalkan dunia utk nirwarna, termasuk meninggalkan atau tidak
berkeluarga..
dengan demikian menurut saya kitanya terlalu egois utk mengurus diri
sendiri mencapai nirwarna sehingga tidak perduli thd keluarga yg kita
tinggalkan..
pendapat ini tidak bermaksud menyerang umat budhha, melaikan hanya
pendapat pribadi kendiri yg kemungkinan sayanya yg keleru..

wasalam
qw

.