Mengenal ajaran Tao : Kitab Hua hu ching -1



Huahujing - 1



I reach the Integral Way of uniting with the great and mysterious Tao.
My
teachings are simple; if you try to make a religion or science of
them, they
will elude you. Profound yet plain, they contain the entire truth of
the
universe. Those who wish to know the whole truth take joy in doing the
work
and service that comes to them. Having completed it, they take joy in
cleansing and feeding themselves. Having cared for others and for
themselves, they then turn to the master for instruction. This simple
path
leads to peace, virtue, and abundance.



Saya mencapai Jalan Sempurna dengan menyatu dengan Tao yang Maha Besar
dan
misterius. Ajaranku begitu sederhana; apabila kamu mencoba untuk
membuat
agama atau ilmu pengetahuan daripadanya, mereka akan lepas dari
pemahamanmu.
Dalam tetapi murni sederhana, mereka mengandung seluruh kebenaran
dalam alam
semesta. Mereka yang berharap untuk mengetahui seluruh kebenaran akan
bersukacita melakukan pekerjaan-pekerjaan dan pelayanan-pelayanan yang
menghampirinya. Setelah memenuhi [tugas] itu, mereka bersukacita dalam
membersihkan diri dan memberi makan pada diri. Setelah merawat yang
lain dan
dirinya sendiri, mereka kembali kepada sang Guru untuk mendapatkan
petunjuk.
Jalan sederhana ini mengantar menuju kedamaian, kebajikan dan
kepenuhan.



Diskusi:
Tao adalah sesuatu yang tak dapat ditangkap oleh indera-indera kita.
Ia
adalah sesuatu 'hukum' yang terdapat dibalik semua fenomena-fenomena
yang
terdapat di alam semesta ini. Indera-indera kita menurut filosofi Tao
ada 6:
mata (pengelihatan), telinga (telinga), hidung (penciuman), lidah
(pengecap), kulit (peraba) dan hati (pikiran). Jadi, termasuk dengan
pikiran
seseorang tidak mungkin memahami Tao apalagi mencapai Tao.



Di sepanjang peradaban, manusia melihat kekacauan di dalam masyarakat.
Manusia menciptakan aturan-aturan, hukum , ideologi dan bahkan agama-
agama.
Manusia berpikir bahwa dengan agama manusia bisa menjadi lebih baik,
tetapi
lihatlah sejarah manusia dari jaman dahulu hingga sekarang. Apakah
manusia
telah berubah menjadi lebih baik?
Secara teknologis dan budaya bisa anda katakan bahwa manusia menjadi
lebih
baik. Tetapi apa yang terdapat dibalik kecanggihan dan kemakmuran
peradaban
modern ini tetap berdiri seorang mahluk yang begitu kental dengan
sifat
kebinatangannya. Pelajari sejarah perang-perang di dunia, maka anda
akan
bisa melihat bahwa agama lebih banyak berperan mengakibatkan perang-
perang
antar suku, antar etnis dan antar bangsa. Kecanggihan teknologi
hanyalah
menambah suatu kengerian : mahluk berperi kebinatangan dengan
kecanggihan
daya pikirnya untuk mengeksploitasi alam dan sesamanya manusia.



Mungkin anda berargumen bahwa agama-agama itu adalah sebuah upaya
untuk
mengungkapkan atau mengajarkan 'TAO' (huruf besar) atau Kebenaran
kepada
manusia, termasuk didalamnya agama Tao (huruf kecil). Tapi lihatlah
apakah
yang diterima oleh manusia-manusia sepanjang jaman : penembusannya
tentang
makna TAO ataukah sekedar pembebekan terhadap pernik-pernik dan remeh
temeh
agama seperti pada dogma, kesetiaan semu pada institusi,
kekeraskepalaan,
tahayul2, dsb?

Agama yang tadinya berupaya untuk membebaskan manusia kini justru
telah
menjadi suatu jerat yang menjerumuskan manusia kepada kegelapan dan
kebodohan. Tanyakan mengapa?



Laozi dalam Huahujing ini sudah mengingatkan bahwa TAO itu karena
begitu
sederhana dan murninya maka sulit dipahami oleh manusia. Manusia
menganggapNya sebagai rumit dikarenakan oleh kerumitan pikirannya
sendiri.
Seorang sage yang menjelaskan TAO kepada kita juga akan terkesan
membicarakan sesuatu yang rumit. Mengapa? Hal itu tidak lain
dikarenakan ia
harus menyesuaikan dengan pemahaman kita yang salah dan perlu untuk
memutus
rantai-rantai kebodohan cara pikir dan pandangan kita satu persatu,
dan
untuk itu kita membutuhkan alasan-alasan (reasoning) dan bukti2
logis : hal
inilah yang menjadikannya rumit.

Sebaliknya, dengan suatu keyakinan dan kepatuhan, bisa saja kita
menelan apa
yang dikatakan secara sederhana itu bulat-bulat. Tapi apakah kita
mengerti?
Orang yg ingin mengerti TAO perlu menyelami dengan pikirannya, itu
menjadikannya rumit; tapi yang tidak menyelaminya karena bersandar
pada iman
juga tidak mengerti / sekedar membebek. Tapi, hal yang terakhir itu
akan
jauh lebih baik karena dengan suatu kepercayaan maka orang tersebut
mau
menuruti apa yang diinstruksikan gurunya untuk dijalani.

Melalui praktek dan instruksi yg diberikan gurunya itu, maka perlahan-
lahan,
sejalan dengan waktu maka kebijaksanaannya akan bertumbuh. Guru TAO
adalah
bukan mereka yang mencekoki pikiran-pikiran anda dengan bahan-bahan
pengetahuan, tapi mereka yang membebaskan pikiran anda.



Perhatikan saja diskusi di milis ini. Kita semua ingin belajar TAO,
tapi
coba lihat macam apa pertanyaan-pertanyaan yang muncul disini? Semua
pertanyaan-pertanyaan itu adalah hal yang remeh temeh, tiada satupun
yang
menyentuh esensi tentang Taoism apalagi tentang TAO. Orang berharap
bahwa
dengan memahami remeh temeh, ilmu-ilmu, cara-cara dsb bisa mengerti
tentang
TAO?

Disinilah letak kesulitan bagi seseorang yang seperti kita ini untuk
mencapai TAO. Kala sang Guru memberikan instruksi sederhana , misal :
menyuruh kita praktek membaca keng (nianjing), beribu-ribu pertanyaan
dan
alasan memenuhi otak kita : untuk apa? Apa manfaatnya? Bagaimana cara
kerjanya? Mengapa saya harus mulai dengan baca keng? Bukankah itu
ketahayulan? Ah, itu melelahkan dan membosankan..., dsb, dsb.

Saya sebagai murid, bisa saja menjelaskan dan menjawab semua
pertanyaan anda
itu. Akan tetapi bila anda tidak melaksanakannya sendiri, maka
pemahaman
tentang TAO yang abstrak itu tidak akan pernah mungkin anda pahami.
Dengan
praktek langsung dan mengalami sendiri barulah kita bisa mengalami
transformasi secara alamiah. Transformasi itu tidak terjadi dalam
sekejap
seperti main sulap atau trick magic. Untuk mencapai TAO, tidak bisa
melalui
suatu usaha yang berpusatkan pada "Aku". Semakin aku berusaha, akan
semakin
jauhlah dari pencapaian. Justru di dalam agama Tao, si "Aku" inilah
yang
harus ditundukkan. Oleh karena itulah, maka untuk berjalan mencapai
TAO,
sudah selayaknyalah kita melakukan tugas-tugas kita dengan sukacita,
melakukan pelayanan-pelayanan kepada sesama. Bila seseorang dengan
sikap
batin yang benar melakukan hal itu, tentu akan merasakan sukacita.
Sebaliknya bila melakukan hal-hal tersebut dengan terpaksa,
menggerutu,
berarti ada sesuatu yang tidak beres dalam pelatihan TAOnya.

Akan tetapi hati-hatilah, karena ego itu sangat licin.

Seringkali kita terjebak kala melakukan dana dan pelayanan2 seakan-
akan
adalah tindakan tanpa ego, tetapi pada dibalik penampakan pikiran
kita,
terdapat suatu ego baru yang bertumbuh membesar : kita melakukan hal
itu
demi sesuatu yang lain : demi organisasi, demi agama Tao, demi
pemupukan
jasa pahala, demi surga, demi Shefu, dsb dsb. Bila semua pelayanan
kita
masih diwarnai oleh hal-hal itu, maka tentu itu adalah bukan sukacita
yang
sebenarnya; bahkan barangkali perlu diragukan utk disebut sebagai
pelayanan.
Sukacita yang sejati menghampiri bila kita sudah mampu melepas, tangan
kanan
berbuat tapi tangan kiri tidak mengetahui. Hal itu bukan berarti kita
harus
melakukannya secara sembunyi-sembunyi, ataupun tidak boleh
mempublikasikan
kegiatan-kegiatan sosial. Itu adalah hal yg salah kaprah. Yang
semestinya
perlu ditilik adalah niatan dalam batin kita. Kita perlu mengkaji
apakah
kegiatan itu masih dipicu oleh tiga racun : tan (keserakahan), chen
(kemarahan) , chi (kebodohan).

Tiga racun itulah yang mengendalikan 6 indera. Jadi selama 6 indera
itu
belum terbebaskan dari 3 racun itu, maka bagaimanapun kita berusaha
menyelidiki tentang TAO, maka Ia akan luput dari pemahaman kita. Oleh
karena itu pulalah maka sering disebut dengan 6 nafsu (liuyu).

Sumber :
http://groups.yahoo.com/group/taoisme_indonesia/message/495

.



Relevant Pages

  • 5 Steps to Awareness
    ... Segala pengetahuan yang kami peroleh lewat Guru kami, ... Keinginan kita untuk masuk surga membuktikan bahwa kita tidak puas ... itu pula terjadilah perubahan yang kita inginkan, kita dambakan, kita ... Tidak bisa tidak. ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Ajaran TAO : Kitab Hua hu jing -3
    ... Those who wish to embody the Tao should embrace all things. ... Mereka yang berharap menyatu dengan Tao sudah seharusnya merangkul ... Dari sumber yang Satu itu, ... dan metode tertentu untuk melatih batin kita secara bertahap. ...
    (soc.culture.indonesia)
  • [*]Fatwa MUI Refleksi Tidak Pede
    ... Fatwa MUI Refleksi Tidak Pede ... MUI itu -seperti yang lalu-lalu- tidak akan kedengaran di bawah. ... Masak kita hanya ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Mengenal Ajaran TAO : Hua Hu Jing - 5
    ... menjawab pertanyaan itu. ... Setelah tenang, ia dengan alami akan meluas, dan pada ... Bagi anda yang berpikir skeptic tentu ayat ini akan terdengar janggal. ... Untuk memahami suatu ayat dalam kitab suci kuno, ...
    (soc.culture.indonesia)
  • Re: Something about Proton from Proton Staff I guess
    ... > Yang ni saya kena jawab la sebab banyak sangat misinformation. ... Itu lah masyarakat kita. ... > dia cerita dari orang dalam yang duduk ditengah tengah R&D PROTON. ... sama lah dengan kereta lain juga. ...
    (soc.culture.malaysia)