gereja di belakang tibo cs dalam kerusuhan di poso






Maaf, postingan berita ini bukan berasal dari Kompas, juga bukan dari
Koran Tempo.
Tapi walau begitu janganlah terlalu khawatir dan apriori dulu. Mengapa ?
karena berita ini bukan hanya diberitakan oleh Republika saja kok, ternyata
Media Indonesia juga memberitakannya. Untuk Media Indonesia dapat dicek di
http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=96740
Sedangkan Republika di
http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=243803&kat_id=375

Berita selengkapnya :

PENGAKUAN TIBO Cs, ORANG-ORANG SINODE GKST TERLIBAT KASUS POSO.
Media Indonesia, Sabtu, 15 April 2006.

PALU--MIOL: Salah satu terpidana mati kasus kerusuhan Poso, Fabianus Tibo,
60, kembali memberikan kesaksian yang mengejutkan, Sabtu. Setelah
membeberkan kesaksian mengejutkan terkait keterlibatan 16 orang yang
merupakan tokoh-tokoh utama di balik kerusuhan Poso, Tibo, lagi-lagi
membeberkan fakta yang mengejutkan.

Ditemui di lembaga permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Palu di Jalan Dewi
Sartika Palu, Sabtu, pria kelahiran Flores yang akrab dipanggil Opa ini,
mengatakan orang-orang Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) di
Tentena, ibukota Pamona Utara, terlibat dalam kasus Poso.

"Semua yang mengatur fasilitasnya adalah orang-orang Sinode. Bukan
pemimpin agamanya atau GKST Sinode sebagai lembaga yang terlibat, tapi
orang-orang di dalamnya," kata Tibo. Menurut Tibo, dirinya bukanlah
panglima perang saat kerusuhan Poso berkecamuk seperti yang selama ini
disandangkan orang kepadanya. "Yang panglima perang itu Paulus Tongkanan
(purnawirawan TNI) dan wakilnya adalah Rampadeli," katanya.

Tibo mengaku sebenarnya pemerintah sudah mengetahui keterlibatan mereka,
namun berkompromi dalam kejahatan. Karena itu, pemerintah tidak boleh
tinggal diam dan mengusutnya hingga tuntas. "Jangan cuma kami yang
dikorbankan," pinta Tibo.

Senada dengan pengakuan Tibo, dua terpidana mati lainnya, Dominggus Da
Silva alias Domi juga mengungkapkan pengakuannya. Menurut Dominggus,
sebenarnya sejumlah oknum gereja terlibat dalam kerusuhan tersebut.

"Bagaimana mereka tidak terlibat kalau mereka yang mendanai dan memimpin
doa saat suruh kita pergi baku bunuh," aku Domi. "Saya akan tunjukkkan
tempatnya kalau mereka menyangkal. Saya tidak mau karang-karang ini,"
katanya.

Menurut Dominggus, tidak mungkin mereka bertiga bisa menyebabkan kerusuhan
besar yang berakibat banyaknya jatuh korban jiwa. "Kami ini hanya orang
kecil yang menjadi pendatang di Kabupaten Poso yang harus
bertanggung jawab atas kerusuhan itu," kata Dominggus.

Menurut Dominggus, salah satu penyebab kerusuhan Poso adalah terkait
masalah perebutan jabatan bupati Poso saat itu, yang dilakukan Yahya Patiro,
yang menjadi sekretaris daerah Poso saat itu. "Justru dia itu
(Yahya Patiro red) yang mau cari jabatan hingga Poso jadi bagini," timpal
Marinus Riwu, satu terpidana mati lainnya.

Keterlibatan Yahya Patiro, lanjutnya, sangatlah jelas. Ketika kerusuhan
berkecamuk, Dominggus mengaku pernah menerima telepon dari mantan Sekretaris
Kabupaten Poso tersebut. Saat itu jelas Domi, Yahya hendak berbicara dengan
Paulus Tungkanan. "Saya bilang Tungkanan keluar. Dia bilang, kalau Tungkanan
sudah pulang, suruh dia suruh masyarakat palang jalan di dekat Pendolo
(Ibukota Kecamatan Pamona Selatan). Dia suruh palang jalan untuk hadang
perjalanan TNI yang mau lewat," paparnya.
"Jelas itu Yahya Patiro karena dia sebut nama. Mana ada orang lain yang
namanya Yahya Patiro di Tentena," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan eksekusi mati terhadap ketiga terpidana mati
kasus kerusuhan poso itu hingga kini belum juga dilaksanakan. Hal ini
terkait upaya Polda Sulteng yang sementara menindaklanjuti kesaksian
Tibo cs seputar keberadaan 16 orang yang menurutnya merupakan tokoh utama
di balik kerusuhan Poso pada 2000 lalu. Sementara, polemik soal rencana dan
penundaan eksekusi terhadap ketiga terpidana mati kasus
Poso, Tibo Cs, pemerintah kabupaten (Pemkab) Poso mengimbau warganya untuk
tetap tenang dan tidak terprovokasi pihak ketiga. Imbauan itu
disebarluaskan melalui rumah-rumah ibadah dan media cetak dan elektronik
setempat.

Bupati Poso Piet Inkiriwang meminta warga Poso agar tetap tenang dan
tidak terpancing provokasi pihak-pihak tertentu yang menginginkan Poso
rusuh kembali dengan memanfaatkan polemik menjelang maupun penundaan
eksekusi Tibo Cs.(HF/OL-03)


TIBO Dkk : GKST TERLIBAT KERUSUHAN POSO.
Reublika, Minggu, 16 April 2006.

PALU- Terpidana mati kasus Poso, Fabianus Tibo, mengungkapkan, Majelis
Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) yang berpusat di Tentena
-kota kecil di tepian Danau Poso- terlibat secara langsung dalam
kerusuhan Poso.

Penyebutan GKST ini adalah di luar 16 tokoh yang pernah disebutkan
ketika terpidana kasus Poso -yang menewaskan sekitar seribu orang-
pertengahan 2000 lalu.

''Saya tidak tahu mengapa (mereka yang memegang jabatan di Majelis
Sinode) tidak pernah diperiksa polisi,'' kata Tibo (60) dalam wawancara
eksklusif dengan sejumlah wartawan di LP Petobo Palu, tempat mereka
ditahan, Sabtu. Tibo menjelaskan, ketelibatan para tokoh di GKST itu
antara lain dengan memberikan dukungan moril serta lainnya kepada massa
''Pasukan Merah'' yang hendak menyerang warga Muslim di wilayah Poso.
''Saya katakan bahwa sebelum kami turun ke Poso, kami didoakan di
halaman GKST oleh para pendeta,'' kata dia meyakinkan.

Tibo ketika itu sempat menyebutkan beberapa nama yang memimpin Pasukan
Merah saat melakukan penyerangan, antara lain Paulus Tungkanan, Eric
Rombot, Lempa Deli, serta Angki Tungkanan sebagai panglima pasukan.
''Mereka semua harus ditangkap polisi untuk menjalani proses hukum agar
ada keadilan, termasuk Yahya Patiro (mantan Sekab Poso) yang sudah
dikonfrontir dengan saya,'' tuturnya menambahkan.

Keterangan senada disampaikan oleh Dominggus da Silva (43), rekan Tibo
yang juga dijatuhi pidana mati dan tinggal menunggu pelaksanaan
eksekusi. Dengan nada bicara meledak-ledak, Dominggus bahkan mendesak
polisi segera menangkap Yahya Patiro untuk menjalani proses hukum.

''Saat itu saya berada di kantor GKST dan mengangkat telepon dari Yahya
yang mencari Tungkanan. Karena Tungkanan tidak ada di tempat, Yahya
kemudian menitip pesan supaya Tungkanan menghalangi jalan (Trans
Sulawesi) yang akan masuk pasukan TNI dari arah Palopo, Sulawesi
Selatan,'' katanya.

Dipenuhi tumbangan pohon.

Seluruh ruas jalan masuk wilayah Poso pada saat penyerangan Pasukan
Merah akhir Mei hingga awal Juni 2000 memang dipenuhi tumbangan
pepohonan. Ini menyulitkan warga Muslim mengungsi untuk menyelamatkan
diri ke kabupaten tetangga. Ruas-ruas jalan Trans Sulawesi dan Jalan
Provinsi di wilayah Poso baru normal kembali setelah Pangdam
VII/Wirabuana, Mayjen TNI Slamet Kirbiantoro, memimpin operasi pemulihan
keamanan membawa puluhan buldozer dan panser disertai ribuan pasukan TNI
dari berbagai kesatuan.

Masih menurut Dominggus, posisi Yahya Patiro sebelum rencana penyerangan
dilaksanakan yakni sebagai salah seorang yang mengatur strategi selain
berperan memerintahkan panglima perang Pasukan Merah. Salah seorang
terpidana kasus kerusuhan Poso dan tengah menjalani hukuman 12 tahun
penjara di LP Petobo Palu, Heri Mengkawa, juga mengungkapkan
keterlibatan Yahya Patiro dalam kerusuhan Poso.

Kepada sejumlah wartawan di Palu sebelumnya, Kapolda Sulteng Brigjen Pol
Drs Oegroseno mengklarifikasi jumlah nama yang disebutkan Tibo terlibat
dalam kerusuhan Poso. ''Dari mulut Tibo sendiri tidak pernah menyebut 16
nama, tapi hanya 10 nama termasuk di antaranya Yanis Simangunsong, L
Tungkanan, Eric Rombot, dan Mama Wanti,'' tutur Oegroseno, Oegroseno
juga mengatakan, terpidana Tibo juga tidak pernah menyebutkan nama Yahya
Patiro masuk dalam daftar 16 nama tersebut. Namun tambahan itu, katanya,
justru dimasukkan oleh orang bernama Anca. Polisi kini masih mengendus
oknum bernama Anca. Sementara itu, Polda Sulteng menyebutkan pihaknya
penyidik polisi terus mengusut belasan nama yang direkomendasikan Tibo
dkk sebagai aktor intelektual kasus kerusuhan Poso. ''Delapan dari 10
orang yang diduga terlibat sudah menjalani pemeriksaan dan telah
dikonfrontir dengan para terpidana di LP Petobo,'' kata seorang penyidik
polisi. ''Ya, jika beberapa kali dipanggil secara baik-baik tidak juga
datang, maka atas nama negara polisi akan melakukan penjemputan secara
paksa," kata sang sumber.
(ant )

=======






--
http://www.fastmail.fm - I mean, what is it about a decent email service?






----------------------------------------------------------------------------
----
Yahoo! Messenger with Voice. Make PC-to-Phone Calls to the US (and 30+
countries) for 2¢/min or less.

----------------------------------------------------------------------------
----
YAHOO! GROUPS LINKS

a.. Visit your group "islamkristen" on the web.

b.. To unsubscribe from this group, send an email to:
islamkristen-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.


----------------------------------------------------------------------------
----



--


website address : http://www.adriandw.com (about christian, jew and islam;
history, knowledge, teaching and practice on life)
e - mail address : adriandw@xxxxxxxxxxxxxx
Mobile/Hand Phone : +62 0816 705 818
World Church baptized me Saint John in 1985
World Church and World Synagogue acknowledged me as Messiah




.