Re: BAgaimana Islam terhdap kafir



>>Kalau saya sih melihat bahwa seringkali orang menempelkan label "kafir"
>>kepada sesama-nya. Dan acapkali mereka yakin bahwa label tersebut
>>dijustifikasi/ dibenarkan oleh henbuk, dus dibenarkan oleh Tuhan sendiri.

dalam henbuk jika kita amati pengertian kafir adalah hanyalah translate
dari kata "ingkar" (dlm bahasa Indonesia).. jadi kalo orang berkata
kafir.... so ane cuma bisa lanjutin kafir thd apa atau siapa ??


>>Lha, kalau definisi "kafir" menurut henbuk memang sangat "clear" dan
>>"jelas", barangkali label tersebut memang masuk akal, bukan? Kalau saya
>>sadur secara bebas, henbuk kan mengatakan bahwa semua orang nyang
>>mengingkari ajaran henbuk dan rasulnya (terutama rasul nyang terakhir),
>>berarti adalah kafir. Ini definisi henbuk, lho! Jadi kalau sudah
>>sedemikian jelasnya, ya ndak perlu dikatakan "hanya Tuhan yang tahu ....
>>he he he .....".

sepengetahuan ane, didalam islam tidak ditekankan hanya kepada Muhammad
(Rasul terakhir).. tetapi Iman terhadap Rasul2 (Jamak)... ini yg perlu
dikoreksi dari persepsi yg salah... dan perkataan kafir bukan hanya
ditujukan kepada "iman" saja tetapi juga ada kata2 bebas yg menggunakan
kata "kafir"...

>>Ajaran nasrani modern (kita ndak perlu membahas ajaran "asli" nabi isa.
>>di masa lampau), kan jelas ditentang oleh henbuk. Ya, ndak? Berarti
>>penganut nasrani modern, otomatis alias dengan sendirinya, mengingkari
>>henbuk dan rasulnya. Dus layak untuk disebut kafir.

inilah yg kenafe ane bilang "Hanya Tuhan yg tahu"...

>>Sak-jane, saya ndak keberatan diberi label "kafir" oleh siapapun. Wong
>>cuman label doang. Asalkan ndak ada konsekuensi nyang berbahaya
>>(misalnya ktp dicabut, atau diusir dari indonesia), ya ndak masalah.

benar... gak usah pikirin apa yg dikatakan manusia.. tetapi jika Tuhan
ente yg bilang ente kafir.. bolehlah jika dengkul kita langsung
gemetaran :))


>>Ngomong-ngomong, saya sendiri menganut spiritualitas di mana istilah
>>"kafir" itu sama sekali tidak ada. Mengapa? Sebab saya mempercayai Tuhan
>>yang tidak pernah memberi label "kafir" kepada ciptaannya. Tuhan itu
>>mencintai dan ingin menyelamatkan semua orang. Tuhan selalu berusaha
>>mencapai manusia. Manusia-lah, yang kerap kali lari menghindar!

benar... jika kita tau arti dari "kafir".. yaitu hanya "bahasa awabnya"
kata "ingkar"... kafir = ingkar... habis perkara... sebab ane juga bisa
saja dibilang kafir oleh agama kristen, budha, islam dan juga yg
atheis..
seperti halnya kata "murtad"... kata "kafir" ini mirip sekali
maknanya... karena kata2 ini dari bahasanya si awab, maka seolah2
persepsinya milik kaum muslim saja...

salam
QW

.